Konten Media Partner
Teknologi Drone Percepat Digitalisasi Operasional Tambang dan Tingkatkan Safety
12 November 2025 14:34 WIB
·
waktu baca 2 menit
Konten Media Partner
Teknologi Drone Percepat Digitalisasi Operasional Tambang dan Tingkatkan Safety
Teknologi drone di Tambang Emas Martabe percepat digitalisasi, tingkatkan keselamatan, dan akurasi survei. PT Agincourt dorong kontraktor wajib adopsi drone 2026. #publisherstory #urbanidUrban Id

ADVERTISEMENT
PT Agincourt Resources yang merupakan perusahaan pertambangan emas dan perak yang mengoperasikan Tambang Emas Martabe di Tapanuli Selatan, Sumatera Utara (Sumut), menegaskan komitmennya dalam meningkatkan standar keselamatan dan efisiensi operasional tambang melalui teknologi drone. Setelah sukses menerapkan teknologi ini sejak 2016, perusahaan kini mendorong kontraktor penambangan MMS untuk mengikuti langkah serupa.
ADVERTISEMENT
Senior Surveyor PT Agincourt Resources, Roy A Ginting, menyampaikan penggunaan drone telah memberikan manfaat nyata dalam kegiatan survei tambang, mulai dari peningkatan keselamatan kerja hingga efisiensi data pengukuran dan rekonsiliasi volume.
“Teknologi drone bukan lagi wacana. Kami sudah membuktikannya sejak 2016. Ketika kami memperoleh benefit dari sisi keselamatan dan efisiensi, kontraktor kami seharusnya juga menikmati manfaat yang sama,” tegas Roy dalam persentase di kegiatan Perhimpunan Ahli Pertambangan Indonesia (PERHAPI), Banyuasin, Selasa (11/11/2025).
Menurut Roy, drone mampu menghilangkan kontak langsung pekerja dengan area lapangan yang memiliki risiko tinggi seperti jurang, lereng labil, dan lokasi akses sulit.
“Dengan drone, pekerja tidak perlu berada di area berbahaya. Ini eliminasi risiko di level tertinggi. Kami tidak ingin kecelakaan terjadi hanya karena teknologi yang sudah tersedia tidak digunakan,” jelasnya.
ADVERTISEMENT
PT Agincourt Resources sendiri telah memiliki prosedur keselamatan ketat yang melarang personel memasuki zona tertentu, sehingga metode survei manual tidak lagi efektif dan berpotensi mengurangi validitas data kontraktor.
Selain keselamatan, penggunaan drone terbukti meningkatkan akurasi pengukuran volume material. Hal ini penting dalam proses rekonsiliasi bulanan antara tim survei perusahaan dan kontraktor.
Dengan pemetaan udara, seluruh area dapat terdata secara menyeluruh tanpa celah, sehingga mengurangi potensi perbedaan data dan perdebatan klaim volume.
“Sering terjadi adu argumen saat rekonsiliasi data. Jika semua menggunakan drone, datanya lebih fair, transparan, dan objektif,” tambah Roy.
Roy menegaskan bahwa teknologi drone tidak akan menghilangkan pekerjaan tim survei, melainkan meningkatkan kompetensi mereka.
Sejak 2016, kru survei internal yang sebelumnya fokus pada pengukuran lapangan dilatih menjadi pilot drone dan operator data udara. Perusahaan juga mendukung mereka dalam mendapatkan sertifikasi dari Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP).
ADVERTISEMENT
“Kami membuktikan teknologi bukan menggantikan tenaga kerja, tapi meng-upgrade mereka. Kontraktor juga nantinya akan melalui jalur pembinaan dan sertifikasi yang sama,” katanya.
Kontraktor MMS saat ini memasuki masa persiapan. Pada pembaruan kontrak yang berlaku mulai Juli 2026, penggunaan drone akan menjadi klausul wajib.
“Ini bukan sekadar inovasi, tapi tuntutan standar keselamatan dan regulasi nasional. Karena itu, penerapan drone akan kami sematkan secara kontraktual,” ujar Roy.
