Warga Berburu Baju Lebaran di Festival Thrift Palembang
ยทwaktu baca 2 menit

Menjelang lebaran Idul Fitri, warga Kota Palembang berburu baju lebaran di Festival Thrift Palembang yang diadakan di Graha Kartika Sriwijaya.
Thrift merupakan barang bekas yang berasal dari barang-barang import, namun barang tersebut masih layak dipakai dan bisa dijual. Produk fashion yang dijual pun beragam, seperti baju, sepatu, celana hingga aksesoris.
Festival Thrift Palembang ini diikuti oleh 57 tenant dengan kisaran harga yang bermacam-macam tergantung brand dan kualitas barang. Agenda ini diadakan dari tanggal 20-29 Maret 2025.
Koordinator Festival Thrift Hari Raya, Jhon, mengatakan bahwa kisaran harga yang ditentukan dalam festival ini dibandrol dengan harga minimal Rp. 50 ribu. Selain itu, ia juga mengatakan bahwa festival thrift ini merupakan agenda satu-satunya di Palembang dengan kualitas yang baik.
"Palembang Thrift Fest ini adalah festival yang diinisiasi oleh komunitas. Ini merupakan satu-satunya yang ada di Palembang. Kami juga memiliki peraturan yang ketat untuk para pedagang yang sudah menjadi anggota kami. Salah satu peraturannya yaitu harus menjual produk dari luar negeri, tidak boleh produk dari dalam negeri," kata Jhon.
Kemudian, Jhon juga bilang bahwa tidak semua orang menyukai barang thrift, semua tergantung dengan selera masing-masing orang. Komunitas yang di bangun tujuannya ialah untuk mengedukasi masyarakat bahwa tidak selamanya produk thrift itu buruk.
"Tujuan diadakan Palembang Thrift Fest ini yaitu mengedukasi masyarakat bahwa tidak semua barang thrift itu buruk. Semua orang punya selera masing-masing, apalagi thrift yang kita jual lebih ekonomis dan sesuai dengan kantong anak muda," katanya.
Saat ini komunitas Palembang Thrift Fest sudah memiliki anggota sekitar 60 pedagang dan telah berdiri sejak 2020 silam.
