Tradisi Manggokal Holi dalam Masyarakat Batak Toba

Mahasiswa Universitas Sumatera Utara Jurusan Ilmu Sejarah
·waktu baca 2 menit
Tulisan dari Evy Clarita Elisabeth Situmorang tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

masyarakat Toba, Manggokal Holi adalah tradisi membongkar kuburan (udean). Manggokal Holi dirayakan dengan beberapa upacara adat Proses pelaksanaan upacara adat manggokal holi Biasanya dilakukan oleh beberapa anggota keluarga yang tergabung dalam pompara perkumpulan keturunan nenek moyang Upacara Manggokal Holi merupakan budaya yang ada ada di ada di Sumatera Utara yang menganut nilai nilai persaudaraan mengangkat derajat sosial dan menghormati orang tua serta leluhur yang tinggal di tempat kelahiran orang batak. Melalui tradisi ini, masyarakat batak Toba harus mewujudkan beberapa kearifan lokal, seperti menghormati orang tua,kakek nenek dan buyut. Percaya bahwa para sesepuh dapat menerima berkah terutama dengan hula hula atau tulang. Sebelum makam dibongkar pada saat mangokkal Holi semua pihak yang terlibat akan mengadakan doa ba bersamabersama sesuai tradisi keagamaan masing-masing. Apa Manfaat dari Tradisi Mangokkal Holi ? Manfaat dari manggokal Holi adalah mendapatkan Hagabeon (panjang umur),hasangapon (kehormatan), dan hamoraon (kekayaan) dari leluhur untuk keturunannya. Tradisi ini menunjukkan kekerabatan antar suku batak tetap bertahan serta terjalin dengan baik Penulis juga bertanya kepada salah satu narasumber tentang tradisi mangokkal Holi. Beliau seorang petani bernama bapak rindo (51) bertempat tinggal di Labuhan batu utara, aek pamienke. “Mangokkal Holi ini perlu dilakukan karena sudah tradisi turun temurun, sudah adatnya orang batak, menghormati leluhur juga biar dapat berkah, baik itu kesehatan, panjang umur, bertambah rezeki , mangokkal Holi ini tetap ada adat istiadat nya, maka dari itu mari kita lestarikan adat istiadat, kita jaga, kita pelajari dan kita dukung agar tetap berjalan dengan baik, horas”ujar bapak rindo (51).
