Wamenpar dan Wamenduk Jelajahi Potensi Eduwisata Agribisnis Desa Sodong
Tulisan dari Elsa Wulandari tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan
Kunjungan ini menjadi langkah mendorong penguatan agribisnis dan pariwisata desa.
Desa Sodong, Kabupaten Tangerang — Pada Rabu (29/7/2026), Eduwisata Agribisnis Sodong menjadi lokasi kunjungan Wakil Menteri Pariwisata, Ni Luh Puspa dan Wakil Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga Republik Indonesia, Ratu Ayu Isyana Bagoes Oka. Kunjungan tersebut dilakukan untuk meninjau secara langsung kesiapan Desa Sodong sebagai destinasi eduwisata agribisnis dan wisata religi yang menjunjung tinggi kerukunan serta toleransi antarumat beragama.
Pura Parahyangan Agung Bhuwana menjadi lokasi pertama yang dikunjungi Wamenpar dan Wamenduk. Pura Parahyangan Agung Bhuwana Raksati merupakan sarana ibadah umat Hindu yang menjadi ikon wisata religi, pusat budaya dan edukasi toleransi di Kabupaten Tangerang. Ibu Ni Luh Puspa dan Ibu Isyana turut serta mengikuti rangkaian upacara suci (karya agung), upacara suci Ngenteg Linggih dan Wraspati Kalpa Agung dengan khidmat.
Kedatangan Wakil Menteri Pariwisata (Wamenpar), Ni Luh Puspa dan Wakil Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga Republik Indonesia (Wamenduk), Ratu Ayu Isyana Bagoes Oka di Eduwisata Agribisnis Desa Sodong disambut hangat oleh Kepala Desa Sodong, Perangkat Desa Sodong, Ibu-Ibu KWT (Kelompok Wanita Tani), Ibu-IbU PKK (Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga), serta mahasiswa KKN UIN Jakarta kelompok Gamavara 307 sebagai wujud rasa antusiasme atas kunjungan kedua wakil menteri tersebut di Desa Sodong.
Didampingi oleh Kepala Desa Sodong dan Ketua KKN Kelompok Gamavara 307, Ibu Ni Luh Puspa dan Ibu Isyana meninjau beragam potensi hasil pertanian dan berbagai produk olahan masyarakat Desa Sodong. Sejumlah hasil panen tersebut di antaranya seperti tomat, pare hijau, dan melon emas. Terdapat juga produk olahan khas Desa Sodong berupa keripik opak dan rengginang.
Kunjungan dilanjutkan menuju Greenhouse Budidaya Melon yang menjadi bagian dari pengenalan potensi awal pertanian Desa Sodong yang terus dikembangkan melalui pemanfaatan teknologi pertanian yang sudah canggih. Dengan konsep eduwisata agribisnis, fokus dan arah kegiatan pertanian tidak hanya pada produksi hasil panen, tetapi juga sebagai sarana edukasi dan pengembangan potensi wisata Desa Sodong.
Ibu Isyana turut berinteraksi dengan masyarakat Desa Sodong dengan membeli hasil panen berupa tomat segar dari salah satu penjual di area Eduwisata Agribisnis Sodong. Hal tersebut menjadi bagian interaktif dari rangkaian kunjungan Wamenduk sebagai bentuk apresiasi terhadap hasil panen dan keterlibatan masyarakat dalam memperluas dan memasarkan hasil unggulan pertanian Desa.
Di sisi lain, Ibu Ni Luh Puspa didampingi oleh Bapak Dony untuk meninjau area budidaya melon. Ibu Ni Luh Puspa melihat langsung buah melon yang diberi tanda berupa nama sesuai orang yang membelinya. Sistem penandaan pada setiap buah melon diterapkan untuk memudahkan pembeli dalam mengidentifikasi buah yang telah dipilih, sehingga tidak tertukar dengan melon milik pembeli lainnya. Penandaan ini menjadi salah satu bentuk pengelolaan budidaya yang unik di Eduwisata Sodong karena memberikan kemudahan dan ketertiban dalam proses pemilihan hingga pembelian buah melon.
Di sela rangkaian kunjungan, lbu Ni Luh Puspa berdiskusi bersama Kepala Desa Sodong Dony Bambang Priyangga, Ketua KKN Kelompok Gamavara 307 Fadya Wildha, Wakil Ketua Nailan Najwa, Sekretaris Abdullah Tsabit Al Banani dan Revalinda Ramadhanty, serta Bendahara Elsa Wulandari mengenai pengembangan Eduwisata Sodong. Ibu Ni Luh Puspa menyampaikan pendapat tentang Eduwisata Desa Sodong dan apresiasi terhadap keterlibatan mahasiswa KKN dalam mendukung pengembangan potensi Desa Sodong.
"Saya Ni Luh Puspa, Wakil Menteri Pariwisata Republik Indonesia, saat ini sedang ada di Eduwisata Sodong Agriwisata, bersama dengan Pak Kades dan juga ada adik-adik dari UIN Jakarta, ini adalah mahasiswa KKN Gamavara 307 UIN Jakarta. Pak Kades dapat tambahan energi dari mahasiswa tapi harus di tatar, harus bisa memunculkan kreativitasnya, kan mahasiswa banyak ide-ide kreatifnya untuk membantu Desa Sodong ini, … agiwisatanya agar bisa tumbuh lebih keren lagi dan dikenal lebih luas lagi. Jadi selamat untuk adik-adik, mudah-mudahan KKN-nya benar-benar bermanfaat untuk masyarakat, pengabdian masyarakatnya, keluar dari sini ada legacy yang ditinggalkan. Legacy yang ditinggalkan ada manfaat yang bisa diberikan ke masyarakat, selalu menghormati masyarakat sekitar,... menghormati tradisi.. . Pak Kades tolong dibimbing tapi juga diberikan kebebasan berkarya dan berkreativitas. Terima kasih adik-adik, mudah-mudahan dengan hadirnya adik-adik bisa mengembangkan pariwisata di Banten khususnya daerah Sodong, sehat selalu dan terima kasih," ujar Ibu Ni Luh Puspa.
Kunjungan Wamenpar dan Wamenduk ke Desa Sodong menjadi momentum dalam upaya memperkenalkan potensi Eduwisata Agribisnis yang unik, destinasi religi dan hasil pertanian yang dikelola oleh masyarakat Desa Sodong. Kehadiran mahasiswa KKN Kelompok Gamavara 307 UIN Syarif Hidayatullah Jakarta dalam kunjungan tersebut turut mendukung kolaborasi antara mahasiswa dan masyarakat Desa Sodong dalam memajukan potensi desa. Dengan dukungan masyarakat, pemerintah dan mahasiswa KKN, pengembangan potensi Desa Sodong dapat berjalan secara berkelanjutan dan semakin dikenal sebagai wisata berbasis pertanian dan toleransi religi yang memberikan dampak signifikan bagi perekonomian serta pemberdayaan masyarakat Desa Sodong.

