Konten dari Pengguna

Habis Gajian Langsung 'Healing', Akhir Bulan Pusing: Paham Kas Operasional

Tri Prita Nur Meila

Tri Prita Nur Meila

Mahasiswa S1 Akuntansi Universitas Pamulang

·waktu baca 4 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Tri Prita Nur Meila tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Sumber: dokumentasi pribadi
zoom-in-whitePerbesar
Sumber: dokumentasi pribadi

Tanggal 25 sampai 30 adalah periode paling sunyi bagi banyak pekerja. Notifikasi saldo makin menipis, aplikasi pesan-antar tiba-tiba terasa mahal, dan ajakan nongkrong dijawab dengan "lihat nanti ya". Padahal beberapa hari sebelumnya, ketika gaji baru masuk, kita merasa paling kaya sedunia: checkout keranjang belanja, akhir pekan ke luar kota, dan makan enak "sekali-sekali".

Saya tidak sedang menyalahkan healing. Bekerja itu melelahkan, dan istirahat adalah kebutuhan nyata, bukan kemewahan. Masalahnya bukan pada healing-nya, melainkan urutan kita memakai uang. Kita belanja dulu, baru menghitung sisanya. Padahal cara berpikir yang benar justru sebaliknya, dan di sinilah konsep kas operasional berguna.

Apa itu kas operasional, dan kenapa relevan untuk gaji kita?

Dalam dunia usaha, kas operasional adalah uang yang dipakai untuk menjalankan kegiatan sehari-hari: bayar sewa, listrik, gaji karyawan, bahan baku. Pemilik usaha yang waras tidak akan memakai uang itu untuk membeli sesuatu yang menyenangkan sebelum semua kewajiban rutin aman. Perusahaan yang untung di atas kertas pun bisa bangkrut kalau kasnya kering di waktu yang salah.

Hidup kita sebenarnya perusahaan kecil dengan arus kas sendiri. Gaji adalah pemasukan, sedangkan uang kos atau cicilan rumah, makan, transportasi, listrik, pulsa dan internet, serta iuran wajib adalah biaya operasionalnya. Semua itu harus terbayar sampai gajian berikutnya, terlepas dari seberapa lelah kita bulan ini.

Kesalahan yang umum terjadi adalah memperlakukan seluruh saldo sebagai uang bebas. Saat gaji masuk, angka di layar terlihat besar, dan otak menganggapnya sebagai anggaran belanja. Padahal sebagian besar angka itu sudah "milik" tagihan yang belum jatuh tempo.

Mengapa akhir bulan terasa mencekik?

Sumber: Dokumentasi pribadi

Ada tiga pola yang sering saya lihat, termasuk dalam diri sendiri.

Pertama, ilusi saldo awal bulan. Saldo besar di tanggal muda memberi rasa aman palsu. Kita lupa bahwa uang itu harus mencukupi 30 hari, bukan 3 hari.

Kedua, pengeluaran kecil yang tidak terasa. Kopi, ongkos ojek, biaya admin, langganan yang lupa dimatikan. Satuannya kecil, tetapi jumlahnya bisa menggerus anggaran tanpa kita sadari.

Ketiga, kemudahan bertransaksi. Paylater, dompet digital, dan promo "gratis ongkir" membuat belanja terasa ringan. Rasa sakit saat membayar hilang, sementara rasa sakit saat menagih dirinya sendiri di akhir bulan tetap datang.

Cara sederhana mulai mengelola kas operasional

Anda tidak perlu jadi akuntan. Beberapa kebiasaan kecil sudah cukup mengubah keadaan.

  1. Hitung dulu biaya operasional bulanan. Catat semua pengeluaran wajib selama satu atau dua bulan untuk tahu angka sebenarnya, bukan perkiraan.

  2. Amankan kas operasional begitu gaji masuk. Pindahkan dana untuk kebutuhan wajib ke rekening terpisah atau alokasikan lewat fitur kantong di aplikasi bank. Uang yang tidak terlihat di saldo utama lebih sulit tergoda untuk dihabiskan.

  3. Sisihkan tabungan dan dana darurat di awal. Bukan dari sisa di akhir bulan, karena sisa hampir selalu tidak ada.

  4. Baru tentukan jatah 'healing'. Setelah kewajiban dan tabungan beres, sisanya bebas dipakai tanpa rasa bersalah. Uang ini justru terasa lebih nikmat karena kita tahu tagihan sudah aman.

  5. Sediakan bantalan. Kas operasional yang terlalu mepet rapuh terhadap kejutan seperti motor mogok atau ongkos berobat. Bantalan setidaknya satu sampai dua minggu kebutuhan bisa menyelamatkan kita dari utang konsumtif.

Ada banyak kerangka anggaran yang bisa dijadikan patokan awal, misalnya pembagian 50/30/20 untuk kebutuhan, keinginan, dan tabungan. Proporsinya tentu perlu disesuaikan dengan kondisi masing-masing, terutama bagi yang tinggal di kota besar dengan biaya hidup tinggi atau yang menanggung keluarga.

Healing yang tenang, bukan healing yang menagih

Saya percaya ada bedanya antara healing yang memulihkan dan healing yang menambah beban. Liburan singkat yang dibayar dari anggaran yang sudah disiapkan akan pulang dengan hati ringan. Liburan yang dibayar dari uang makan bulan ini akan pulang dengan hati ringan selama dua hari, lalu diikuti stres berminggu-minggu.

Kesehatan finansial bukan soal seberapa besar gaji, melainkan seberapa paham kita ke mana arus kas mengalir. Orang bergaji besar bisa kehabisan uang di tanggal 20, sementara orang bergaji pas-pasan bisa tenang sampai tanggal 30 karena sudah tahu kas operasionalnya.

Jadi, bulan depan ketika notifikasi gaji berbunyi, tahan dulu sebentar sebelum membuka aplikasi belanja. Hitung dulu kas operasionalnya, amankan, lalu nikmati sisanya. Akhir bulan yang tenang adalah bentuk healing yang paling murah sekaligus paling menyembuhkan.