Konten dari Pengguna

Melihat Lebih Dekat Pawai Budaya di Kecamatan Tugu

google
Tambah ke Prefensi Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Betty Khasandra Pujayanti tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Trenggalek, salah satu kabupaten di Jawa Timur yang kaya akan budaya dan keanekaragaman. Hal ini terlihat dari antusiasme masyarakat Trenggalek dalam merayakan Hari Ulang Tahun Kemerdekaan Republik Indonesia dengan menggelar pawai budaya tingkat kecamatan.

Antusiasme Masyarakat dalam Menonton Pawai Budaya/ Arsip Pribadi
zoom-in-whitePerbesar
Antusiasme Masyarakat dalam Menonton Pawai Budaya/ Arsip Pribadi

Salah satunya adalah Kecamatan Tugu, yang melangsungkan pawai budaya tingkat umum pada hari Minggu, 24 Agustus 2023. Pawai budaya kali ini diikuti oleh beberapa instansi umum yang berada di Kecamatan Tugu, seperti instansi kesehatan, karang taruna, kelompok agama, dan masyarakat di tiap-tiap desa yang ada di Kecamatan Tugu, Kabupaten Trenggalek.

Beberapa kebudayaan yang tampil di sini diantaranya yaitu Reog Ponorogo, Jathilan, dan jaranan Turonggo Yakso. Tak hanya itu, pawai budaya ini juga dimeriahkan oleh kreativitas peserta dalam menghias kendaraan yang digunakan untuk pawai.

Reog Ponorogo/ Arsip Pribadi
Jathil/ Arsip Pribadi

Pawai budaya kini menjadi suatu tradisi yang tidak terpisahkan dalam perayaan HUT Republik Indonesia. Tahun demi tahun, masyarakat bersatu melakukan perayaan dengan mempertunjukkan keanekaragaman kostum budaya, tarian, dan kreativitas.

Kostum Tuyul/ Arsip Pribadi
Miniatur Gajah Putih/ Arsip Pribadi

Pawai budaya tidak hanya menyenangkan peserta, tetapi juga para penonton (masyarakat) yang datang dari berbagai daerah untuk menyaksikan dan turut menyemarakkan kegiatan tersebut. Hal ini tentu akan memperkuat ikatan sosial antara masyarakat.

Di sisi lain, jalanan yang biasanya ramai dengan kendaraan bermotor pun diubah menjadi jalur pawai budaya yang dipenuhi dengan sorak-sorai, baik peserta pawai budaya maupun masyarakat yang menjadi penonton.

Dengan demikian, semarak setiap daerah yang turut memeriahkan HUT Republik Indonesia melalui pawai budaya tidak hanya menjadi perayaan seremonial semata, tetapi juga pelajaran hidup mengenai arti persatuan dalam keanekaragaman.

Layaknya semboyan nasional Indonesia, Bhineka Tunggal Ika yang memiliki arti,

Berbeda-beda tetapi tetap satu.