Konten dari Pengguna

Enah Bikin Enak di Tengah Ramainya Konten Masak di Media Sosial

Firlia Fani Azzahra

Firlia Fani Azzahra

Mahasiswi Ilmu Komunikasi Universitas Pamulang

·waktu baca 6 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Firlia Fani Azzahra tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Perkembangan media digital membuat cara masyarakat menikmati tayangan ikut berubah. Kalau dulu penonton harus menunggu acara favorit sesuai jadwal televisi, sekarang berbagai jenis konten bisa ditonton kapan saja melalui YouTube, TikTok, Instagram, dan platform lainnya. Salah satu jenis konten yang cukup mudah ditemukan di media sosial adalah konten memasak.

Kondisi tersebut menjadi tantangan tersendiri bagi program televisi yang mengangkat tema kuliner, salah satunya Enah Bikin Enak di TRANS7. Program ini dikenal dengan sosok Emak Enah yang membawakan konten seputar makanan dan proses memasak. Program Enah Bikin Enak juga memiliki episode yang diunggah melalui kanal resmi TRANS7 di YouTube.

Masalahnya, penonton sekarang tidak harus menunggu program televisi untuk mendapatkan informasi mengenai resep atau cara memasak. Hanya dengan membuka media sosial, penonton bisa menemukan banyak video memasak dengan durasi yang lebih singkat dan penyajian yang lebih cepat. Karena itu, tantangan Enah Bikin Enak bukan hanya mempertahankan konsep memasak, tetapi bagaimana membuat program tersebut tetap menarik ketika penonton memiliki banyak pilihan konten lain.

Tantangan Program Enah Bikin Enak di Era Digital

Foto: Unsplash

Salah satu masalah yang dapat dilihat adalah persaingan dengan konten kuliner di media digital. Konten memasak di media sosial biasanya dibuat lebih singkat, langsung pada inti pembahasan, dan mudah dibagikan. Penonton juga dapat memilih sendiri video yang ingin mereka tonton tanpa harus mengikuti urutan acara seperti di televisi.

Hal ini membuat program televisi perlu menyesuaikan diri. Bukan berarti program seperti Enah Bikin Enak harus meninggalkan konsep awalnya, tetapi perlu dikembangkan agar tidak hanya menarik ketika ditonton melalui televisi.

Dalam pengembangan program penyiaran, salah satu hal yang penting adalah memahami kebutuhan dan kebiasaan audiens. Program perlu mengetahui jenis konten apa yang paling disukai penonton, bagian mana yang membuat mereka tertarik, serta alasan mereka mau kembali menonton.

Membaca Kebiasaan Penonton

Pengembangan Enah Bikin Enak dapat dimulai dengan melakukan riset terhadap audiens. Riset tersebut tidak harus selalu dilakukan melalui survei formal. Data dari platform digital juga dapat dimanfaatkan untuk melihat respons penonton terhadap suatu konten.

Misalnya, tim produksi dapat melihat video resep mana yang paling banyak ditonton, komentar yang sering muncul, serta jenis masakan yang paling banyak mendapat respons. Dari data tersebut, tim bisa mengetahui apakah penonton lebih tertarik pada resep sederhana, makanan dengan harga murah, tips memasak, atau konten memasak yang memiliki unsur hiburan.

Cara seperti ini penting karena program tidak hanya dibuat berdasarkan perkiraan dari tim produksi. Respons penonton dapat menjadi salah satu dasar dalam menentukan pengembangan episode berikutnya.

Membuat Ide yang Lebih Dekat dengan Penonton

Foto: dokumen pribadi

Setelah mengetahui kebutuhan audiens, tahap berikutnya adalah mengembangkan ide program. Enah Bikin Enak sebenarnya memiliki peluang untuk membuat konsep yang lebih dekat dengan kehidupan sehari-hari.

Contohnya, program bisa membuat segmen memasak dengan budget tertentu, memasak menggunakan bahan yang mudah ditemukan di rumah, mengolah sisa bahan makanan, atau mencoba membuat makanan yang sedang ramai dibicarakan di media sosial.

Konsep tersebut juga dapat dibuat lebih dekat dengan mahasiswa dan anak muda. Misalnya, memasak makanan untuk anak kos dengan harga terjangkau atau membuat makanan sederhana dengan peralatan yang terbatas.

Dengan begitu, penonton tidak hanya mendapatkan resep, tetapi juga merasa bahwa resep tersebut memang bisa mereka coba sendiri.

Konten Televisi Tidak Harus Berhenti di Televisi

Salah satu hal yang penting dalam perkembangan program penyiaran saat ini adalah penggunaan multiplatform. Satu episode televisi sebenarnya dapat dikembangkan menjadi banyak konten digital.

Misalnya, dari satu episode Enah Bikin Enak dapat dibuat video pendek berisi resep, tips memasak, kesalahan yang sering dilakukan saat memasak, potongan lucu dari Emak Enah, sampai cuplikan hasil masakan.

Konten pendek tersebut dapat digunakan untuk TikTok, Instagram Reels, dan YouTube Shorts. Sementara versi yang lebih lengkap dapat tetap ditampilkan melalui YouTube.

Dengan cara tersebut, program tidak hanya mengandalkan penonton yang sedang menonton televisi pada saat acara ditayangkan. Kontennya juga dapat ditemukan kembali oleh penonton melalui platform digital.

Melibatkan Penonton dalam Pengembangan Program

Program juga bisa memberikan ruang lebih besar kepada penonton untuk ikut menentukan isi tayangan. Misalnya, sebelum episode berikutnya dibuat, tim dapat meminta penonton memilih menu yang ingin dimasak atau memberikan tantangan memasak tertentu.

Komentar dan respons dari media sosial juga dapat digunakan sebagai bahan evaluasi. Jika banyak penonton meminta resep yang lebih murah atau lebih praktis, hal tersebut dapat menjadi ide untuk episode selanjutnya.

Dengan adanya interaksi tersebut, hubungan antara program dan penonton menjadi lebih aktif. Penonton tidak hanya menjadi orang yang menerima tayangan, tetapi juga bisa ikut memberikan masukan terhadap perkembangan program.

Membuka Peluang Kerja Sama dan Pendapatan

Pengembangan secara digital juga dapat memberikan peluang dari sisi bisnis. Program kuliner memiliki banyak kemungkinan untuk bekerja sama dengan berbagai produk, seperti bumbu masak, peralatan dapur, bahan makanan, hingga produk kebutuhan rumah tangga.

Namun, kerja sama tersebut sebaiknya tetap disesuaikan dengan isi program. Produk yang ditampilkan tidak seharusnya terasa seperti iklan yang terlalu dipaksakan. Misalnya, produk dapat digunakan langsung ketika Emak Enah sedang memasak sehingga tetap menyatu dengan alur tayangan.

Selain dari televisi, konten digital juga dapat membantu memperluas jangkauan program dan membuka peluang monetisasi melalui platform digital. Karena itu, pengembangan multiplatform bukan hanya soal mengikuti tren, tetapi juga dapat menjadi bagian dari strategi bisnis program.

Solusi untuk Pengembangan Enah Bikin Enak

Dari permasalahan tersebut, ada beberapa hal yang dapat dilakukan untuk mengembangkan Enah Bikin Enak. Pertama, program perlu mempertahankan ciri khas Emak Enah karena karakter pembawa acara menjadi salah satu pembeda dari konten memasak lainnya.

Kedua, isi program dapat dibuat lebih dekat dengan masalah sehari-hari penonton. Resep murah, masakan praktis, bahan sederhana, dan tantangan memasak dapat menjadi pilihan agar konten lebih mudah diterima oleh berbagai kelompok penonton.

Ketiga, setiap episode sebaiknya sejak awal dirancang untuk dapat dikembangkan ke berbagai platform. Jadi, bukan hanya merekam acara televisi lalu mengunggah ulang, tetapi benar-benar membuat potongan konten yang sesuai dengan karakter masing-masing platform.

Keempat, respons penonton perlu digunakan sebagai bahan evaluasi. Data penonton, komentar, serta interaksi di media sosial dapat membantu tim mengetahui konten seperti apa yang perlu dipertahankan dan dikembangkan.

Kesimpulan

Perkembangan media digital memang membuat persaingan program televisi semakin besar, termasuk program kuliner. Penonton sekarang memiliki banyak pilihan konten memasak yang bisa ditonton kapan saja melalui berbagai platform.

Namun, kondisi tersebut tidak berarti program seperti Enah Bikin Enak harus kehilangan tempat. Justru program televisi memiliki kesempatan untuk mengembangkan kontennya agar lebih sesuai dengan kebiasaan penonton saat ini.

Dengan melakukan riset audiens, mengembangkan ide yang lebih dekat dengan kehidupan sehari-hari, melakukan pengujian format, memanfaatkan feedback penonton, serta mengembangkan konten secara multiplatform, Enah Bikin Enak dapat memiliki jangkauan yang lebih luas.

Jadi, tantangannya bukan sekadar bagaimana membuat acara memasak yang enak ditonton, tetapi bagaimana membuat konten yang tetap dicari dan dibicarakan penonton meskipun mereka sekarang memiliki banyak pilihan di media digital.