Konten dari Pengguna

Strategi Programming "Becanda Tapi Santai"

Firlia Fani Azzahra

Firlia Fani Azzahra

Mahasiswi Ilmu Komunikasi Universitas Pamulang

·waktu baca 8 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Firlia Fani Azzahra tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Pemutaran Program BTS Trans 7. Sumber: Dokumentasi Pribadi
zoom-in-whitePerbesar
Pemutaran Program BTS Trans 7. Sumber: Dokumentasi Pribadi

Televisi masih menjadi salah satu media penyiaran yang menyediakan berbagai jenis hiburan bagi masyarakat. Beragam program hadir dengan konsep yang berbeda, mulai dari berita, sinetron, reality show, talk show, hingga program komedi. Di tengah banyaknya pilihan hiburan tersebut, stasiun televisi perlu menyusun program yang sesuai dengan karakteristik dan kebutuhan penontonnya.

Salah satu program hiburan yang menjadi bagian dari tayangan Trans7 adalah Becanda Tapi Santai. Sesuai dengan namanya, program ini mengutamakan suasana santai dan unsur komedi sebagai bagian dari hiburan. Interaksi antara pembawa acara, komedian, dan bintang tamu menjadi salah satu unsur yang dapat menciptakan suasana ringan sehingga penonton dapat menikmati tayangan sebagai hiburan.

Dalam programming media penyiaran, keberadaan sebuah program tidak hanya berkaitan dengan bagaimana acara tersebut diproduksi. Programming juga berkaitan dengan pemilihan program, penjadwalan, promosi, serta evaluasi berdasarkan respons audiens. Modul 4 menjelaskan bahwa strategi programming pada dasarnya berangkat dari pemahaman terhadap perilaku penonton atau audiens. Hal tersebut digunakan dalam proses memilih, menjadwalkan, mempromosikan, dan mengevaluasi program.

Berdasarkan hal tersebut, pembahasan Becanda Tapi Santai dalam artikel ini diarahkan pada tantangan bagaimana sebuah program komedi dapat mempertahankan daya tariknya di tengah perubahan kebiasaan menonton masyarakat. Permasalahan tersebut bukan berarti menunjukkan bahwa program memiliki kekurangan, tetapi lebih kepada bagaimana strategi programming dapat digunakan untuk menjaga keberlanjutan dan mengembangkan daya tarik program.

Mengenal Program Becanda Tapi Santai

Becanda Tapi Santai merupakan program hiburan yang mengandalkan komedi dan interaksi sebagai bagian dari penyajiannya. Format seperti ini memberikan ruang bagi pembawa acara dan bintang tamu untuk membangun percakapan yang ringan serta menghadirkan berbagai situasi yang menghibur. Program komedi memiliki karakter yang berbeda dengan program berita atau program informasi. Daya tariknya tidak hanya berasal dari topik yang dibicarakan, tetapi juga dari karakter pengisi acara, interaksi, spontanitas, permainan, serta cara membangun suasana.

Oleh karena itu, programming menjadi bagian penting dalam menjaga agar program komedi tetap memiliki hubungan dengan penontonnya. Program seharusnya tidak hanya dibuat berdasarkan selera pengelola media. Program ditujukan kepada audiens sehingga preferensi dan perilaku penonton perlu menjadi salah satu dasar dalam menentukan strategi program.

Tantangan Programming Becanda Tapi Santai

Salah satu tantangan yang dapat dianalisis dari program Becanda Tapi Santai adalah bagaimana mempertahankan daya tariknya secara berkelanjutan. Program komedi membutuhkan variasi agar penonton tetap mendapatkan pengalaman hiburan yang menarik dari setiap episode. Hal ini berkaitan dengan perubahan kebiasaan masyarakat dalam mengonsumsi media. Saat ini penonton tidak hanya memiliki televisi sebagai pilihan hiburan, tetapi juga dapat menggunakan berbagai platform digital. Kondisi tersebut membuat perhatian penonton menjadi lebih terbagi.

Dengan demikian, tantangan programming bukan sekadar membuat program yang menghibur, tetapi juga mempertahankan perhatian penonton dari waktu ke waktu. Perilaku audiens menjadi dasar dalam penyusunan strategi programming karena media perlu memahami bagaimana penonton memilih dan menikmati konten. Pada program komedi, tantangan tersebut dapat dijawab dengan menghadirkan variasi topik, permainan, bintang tamu, dan bentuk interaksi tanpa menghilangkan karakter utama program.

Analisis Berdasarkan Modul 4: Elemen Dasar Programming

1. Compatibility atau Kompatibilitas: Kompatibilitas berkaitan dengan kecocokan suatu program dengan program lain di sekitarnya, target penonton, waktu tayang, serta genre acara. Sebagai program hiburan komedi, Becanda Tapi Santai perlu ditempatkan pada waktu yang sesuai dengan kebiasaan target audiensnya. Program komedi dapat menjadi pilihan bagi masyarakat yang ingin mencari hiburan setelah menjalankan aktivitas sehari-hari. Selain waktu tayang, kecocokan juga dapat dilihat dari program yang berada sebelum dan sesudahnya.

Penyusunan program yang memiliki karakter audiens yang berdekatan dapat membantu menciptakan aliran penonton yang lebih baik. Dalam konsep dayparting, pembagian waktu siaran dilakukan berdasarkan karakteristik audiens pada waktu tertentu. Programmer perlu menyesuaikan program dengan rutinitas audiens, seperti aktivitas pagi, siang, sore, hingga waktu santai pada malam hari. Karena itu, evaluasi terhadap waktu tayang dapat dilakukan secara berkala dengan melihat pola aktivitas dan kebiasaan audiens. Tujuannya bukan mengubah identitas program, tetapi memastikan program berada pada waktu yang sesuai dengan penontonnya.

2. Habit Formation atau Pembentukan Kebiasaan: Konsep ini berkaitan dengan bagaimana sebuah program dapat membentuk rutinitas menonton bagi audiens. Program yang ditayangkan secara konsisten pada waktu yang sama dapat membantu membentuk kebiasaan menonton. Selain penjadwalan tetap, penguatan positif melalui hiburan dan kepuasan audiens juga dapat mendukung terbentuknya kebiasaan tersebut. Dalam konteks Becanda Tapi Santai, konsistensi karakter program dapat menjadi bagian dari pembentukan kebiasaan. Penonton dapat mengenali bahwa ketika menonton program tersebut, mereka akan mendapatkan hiburan berupa komedi, percakapan ringan, serta interaksi antar-pengisi acara.

Agar kebiasaan tersebut tetap terjaga, program dapat mempertahankan beberapa unsur yang sudah menjadi identitasnya sekaligus menghadirkan variasi pada bagian lainnya. Misalnya, karakter host tetap dipertahankan, tetapi topik, permainan, dan bintang tamu dapat dibuat lebih beragam. Dengan cara tersebut, penonton tetap mendapatkan sesuatu yang familiar sekaligus memiliki alasan untuk mengikuti episode berikutnya.

3. Control of Audience Flow: Aliran audiens. Audience flow berkaitan dengan perpindahan penonton ketika sebuah program selesai. Terdapat tiga bentuk aliran audiens, yaitu outflow, inflow, dan flowthrough. Outflow terjadi ketika penonton meninggalkan suatu saluran dan berpindah ke saluran lain. Inflow terjadi ketika penonton masuk dari saluran lain, sedangkan flowthrough terjadi ketika penonton tetap mengikuti program berikutnya pada saluran yang sama.

Dalam konteks Becanda Tapi Santai, pengaturan program sebelum dan sesudah tayangan dapat menjadi bagian penting. Jika program sebelumnya memiliki karakter penonton yang sesuai dengan program komedi, terdapat peluang bagi penonton untuk tetap berada di stasiun yang sama. Strategi ini dapat dilakukan dengan menyusun rangkaian program yang memiliki kesinambungan karakter audiens. Dengan demikian, Becanda Tapi Santai tidak berdiri sendiri, tetapi menjadi bagian dari keseluruhan susunan program Trans7.

Selain televisi konvensional, perubahan media digital juga perlu diperhatikan. Modul 4 menjelaskan bahwa pada platform digital, audiens memiliki kontrol yang lebih besar dalam menentukan konten yang ingin ditonton. Aliran tontonan juga dapat dibentuk melalui sistem rekomendasi dan algoritma. Oleh sebab itu, program televisi juga dapat memperluas keberadaannya melalui platform digital dengan menyediakan potongan tayangan menarik yang dapat membawa audiens kembali mengenal program utamanya.

4. Conservation of Program Resources: yaitu bagaimana media dapat memanfaatkan sumber daya program secara efektif. Sumber daya tersebut dapat berupa waktu, kru, peralatan produksi, maupun materi program. Dalam konteks Becanda Tapi Santai, materi program yang sudah diproduksi dapat dimanfaatkan kembali melalui pengemasan ulang. Misalnya, bagian percakapan yang menarik, permainan, atau momen komedi tertentu dapat dibuat menjadi potongan video berdurasi pendek.

Cara tersebut dapat memberikan manfaat ganda. Di satu sisi, materi yang sudah tersedia dapat dimanfaatkan kembali. Di sisi lain, potongan tersebut dapat digunakan untuk memperkenalkan program kepada audiens di platform digital. Salah satu bentuk konservasi sumber daya adalah melakukan rerun, repackage, serta distribusi ulang melalui berbagai platform seperti YouTube, Instagram, dan TikTok. Strategi tersebut dapat membantu menjangkau audiens baru tanpa selalu harus menghasilkan materi yang sepenuhnya baru.

5. Breadth of Appeal atau Luasnya Daya Tarik: yaitu luasnya daya tarik suatu program terhadap berbagai kelompok audiens. Program komedi pada dasarnya memiliki peluang untuk menjangkau audiens yang cukup beragam karena hiburan dapat dinikmati oleh berbagai kelompok. Namun, materi yang digunakan tetap perlu mempertimbangkan karakter penonton agar humor yang disampaikan dapat dipahami dan diterima dengan baik.

Salah satu cara yang dapat dilakukan adalah menghadirkan bintang tamu dengan latar belakang yang beragam. Misalnya, program dapat menghadirkan penyanyi, aktor, komedian, atlet, kreator konten, maupun figur publik lainnya. Keberagaman bintang tamu juga dapat memberikan variasi dalam interaksi. Setiap bintang tamu memiliki pengalaman dan karakter yang berbeda sehingga dapat menghasilkan percakapan serta situasi komedi yang berbeda pula.

Selain itu, topik pembicaraan dapat dikembangkan dari hal-hal yang dekat dengan kehidupan sehari-hari. Topik mengenai pertemanan, pekerjaan, pendidikan, keluarga, tren hiburan, hingga kebiasaan menggunakan media sosial dapat dikemas dalam bentuk komedi. Dengan demikian, program tetap memiliki karakter santai tetapi memiliki materi yang beragam.

Pemutaran Program BTS Trans 7. Sumber: Dokumentasi Pribadi

Strategi Pengembangan Program

Terdapat beberapa strategi yang dapat diterapkan untuk menjaga daya tarik Becanda Tapi Santai.

Pertama, mempertahankan identitas utama program. Unsur komedi dan suasana santai perlu tetap menjadi karakter utama karena hal tersebut menjadi pembeda program.

Kedua, meningkatkan variasi segmen. Permainan, kuis ringan, percakapan, tantangan, dan interaksi dengan bintang tamu dapat digunakan secara bergantian agar setiap episode memiliki variasi.

Ketiga, memperhatikan karakter audiens. Pengembangan materi sebaiknya didasarkan pada respons dan kebiasaan penonton, bukan hanya berdasarkan preferensi internal tim produksi. Perilaku audiens menjadi salah satu dasar penting dalam strategi programming.

Keempat, memanfaatkan media digital. Bagian-bagian menarik dari program dapat dikembangkan menjadi konten pendek sehingga program dapat menjangkau audiens yang memiliki kebiasaan mengonsumsi konten melalui media sosial.

Kelima, melakukan evaluasi secara berkala. Evaluasi dapat melihat data share penonton, tren genre, respons audiens, teknologi, promosi, serta perubahan gaya penyajian. Dalam Modul 4, evaluasi programming dipahami sebagai proses yang mempertimbangkan perilaku penonton, faktor sosial budaya, perkembangan teknologi, audience share, tren genre, dan cara distribusi konten.

Dengan evaluasi tersebut, pengembangan program dapat dilakukan berdasarkan data dan respons audiens sehingga keputusan programming menjadi lebih terarah.

Becanda Tapi Santai merupakan program hiburan yang memiliki karakter komedi dan suasana santai. Dalam menghadapi persaingan berbagai pilihan hiburan, tantangan yang dapat dianalisis bukan mengenai baik atau buruknya program, tetapi bagaimana program dapat terus mempertahankan daya tariknya dan menyesuaikan diri dengan perubahan perilaku penonton.

Dengan menerapkan strategi tersebut, Becanda Tapi Santai dapat terus mempertahankan karakter komedinya sekaligus memiliki ruang untuk melakukan inovasi. Programming yang didasarkan pada pemahaman audiens memungkinkan sebuah program untuk menyesuaikan diri dengan perkembangan kebiasaan menonton tanpa harus kehilangan identitas utamanya.

Pada akhirnya, pengembangan program televisi merupakan proses yang berkelanjutan. Evaluasi terhadap audiens, tren, teknologi, dan bentuk distribusi dapat menjadi dasar bagi stasiun televisi dalam mempertahankan relevansi program. Dengan demikian, Becanda Tapi Santai dapat dipandang sebagai program yang memiliki ruang untuk terus dikembangkan melalui kreativitas dan strategi programming yang sesuai dengan kebutuhan audiens.