Konten dari Pengguna

Kritik Terhadap Gen Z dalam Pencarian Kerja: Perlunya Komunikasi yang Jelas

Safa Aulia

Safa Aulia

Merupakan Mahasiswi ITB Ahmad Dahlan Jakarta

·waktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Safa Aulia tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

https://png.pngtree.com/png-clipart/20190831/ourlarge/pngtree-cartoon-news-media-interview-png-image_1717044.jpg
zoom-in-whitePerbesar
https://png.pngtree.com/png-clipart/20190831/ourlarge/pngtree-cartoon-news-media-interview-png-image_1717044.jpg

Baru-baru ini sosial media Tiktok di ramaikan dengan salah satu video HRD yang menceritakan proses Interview bersama Gen-Z.

Didalam video tersebut melalui akun pribadi HRD tersebut bercerita bahwa baru saja mewawancara kandidat baru yang dimana kandidat tersebut adalah Seorang Gen-Z. Beliau mengatakan bahwa “Seorang Gen-Z terlalu memilih-milih kerjaan padahal fresh graduated, dan terlalu banyak meminta benefit. Salah satunya menanyakan perihal mess/tempat tinggal.” Selain itu, Beliau juga mengatakan “Lau butuh kerja, atau butuh tempat tinggal?!” Lalu, Kandidat tersebut ditawarkan menjadi sales tetapi lebih memilih bekerja di bagian back office yang dimana didalam video tersebut, HRD tersebut tidak menjelaskan terkait recruitment posisi nya untuk dibagian apa. HRD tersebut pun sempat mengeluarkan kata-kata yang tidak pantas untuk seorang HRD. Menurut saya, kalimat tersebut sangatlah tidak pantas di keluarkan dan sangat tidak terlihat Profesinal, apalagi dibuat video yang dimana video tersebut dapat dilihat dan diakses oleh banyak kalangan generasi. Bukan hanya Generasi Z saja.

Dengan video yang viral tersebut, tentunya mendapatkan banyak kritikan, terutama dari Generasi Z yang memang disinggung dalam video tersebut.

Setelah diteliti lebih dalam, ternyata HRD tersebut adalah seorang Gen-Z yang juga bekerja di Perusahaan Pialang.

Sebagai seorang Gen-Z atau generasi lainnya, untuk mencari pekerjaan adalah hal yang sangat wajar jika kita menayakan informasi yang jelas terkait benefit, jobdesk yang jelas dari perusahaan yang kita lamar, agar lebih optimal.

Selain itu, di era yang modern ini, memang banyak sekali Perusahaan yang menawarkan benefit mess/tempat tinggal. Dengan tujuan untuk mempermudah pelamar/calon karyawan yang memang jarak rumah dengan tempat kerjanya tidak bisa dijangkau dengan kendaraan umum, sehingga disediakan fasilitas dari Perusahaan berupa tempat tinggal/mess calon karyawan.

Berikut adalah tujuan dilakukannya sesi wawancara sebelum adanya perjanjian kerja antara Perusahaan dan calon karyawan :

  • Memberikan kesempatan kepada karyawan untuk mendiskusikan tentang kinerjanya sepanjang kurun waktu penilaian

  • Menempati kegiatan-kegiatan yang diperlukan dalam rangka meningkatkan kinerja karyawan

  • Mencocokkan antara data atau informasi yang diperoleh dengan jawaban yang didengar langsung dari karyawan yang dinilai

  • Melatih karyawan untuk mempertanggung jawabkan kinerja

  • Memotivasi karyawan untuk maju dan mengemukakan apa adanya

Dengan begitu, calon karyawan akan mendapatkan informasi yang jelas sehingga tidak ada miss komunikasi antara Perusahaan dan calon karyawan.

Di era modern ini, banyak sekali orang-orang yang membandingkan bahkan merendahkan kinerja, mental Gen-Z dengan generasi milenial, yang padahal hala tersebut tergantung dari pribadi masing-masing. Gen-z pun tidak kalah hebat karena mempunyai semangat kerja yang tinggi, ide-ide yang unik, inovasi terbaru, cara berfikir yang realistis sehingga dapat meningkatkan angka work life balance di Perusahaan-perusahaan saat ini.

Kesimpulan :

Kritik terhadap Sikap Generasi Z dalam Pencarian Kerja: Melalui video TikTok menyampaikan kritik terhadap seorang kandidat Gen-Z yang terlalu memilih-milih pekerjaan dan banyak meminta benefit, seperti fasilitas tempat tinggal. Kritik ini menciptakan kontroversi di kalangan Generasi Z dan memicu berbagai reaksi negatif dari netizen.

Perlunya Pemahaman dan Komunikasi yang Jelas: Video tersebut menyoroti pentingnya pemahaman dan komunikasi yang jelas antara perusahaan dan calon karyawan, terutama terkait dengan ekspektasi dan kebutuhan karyawan baru, seperti benefit yang ditawarkan perusahaan.

Diskriminasi dan Penilaian terhadap Generasi Z: Isu yang muncul adalah diskriminasi atau penilaian terhadap Generasi Z, yang sering kali dianggap memilih-milih dan tidak mau menghadapi tantangan yang ada. Namun, penting untuk diingat bahwa setiap generasi memiliki karakteristik dan kebutuhan unik dalam dunia kerja.

Dengan demikian, perdebatan ini tidak hanya mencerminkan dinamika antar-generasi di tempat kerja modern, tetapi juga menggarisbawahi pentingnya dialog terbuka dan saling pengertian antara semua pihak yang terlibat dalam proses rekrutmen dan pengembangan karir.