Konten dari Pengguna

Kuliah Sambil Bekerja : Mengusahakan Masa Depan

Laura Revalina

Laura Revalina

Mahasiswa Unpam Serang

·waktu baca 2 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Laura Revalina tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Dok kuliah & bekerja
zoom-in-whitePerbesar
Dok kuliah & bekerja

Tidak semua mahasiswa menjalani masa kuliah dengan cerita yang sama.

Ada yang bisa fokus sepenuhnya pada perkuliahan , ada yang masih mendapatkan dukungan penuh dari orang tua , dan ada pula yang harus membagi waktu antara kuliah dan pekerjaan.

Saya adalah salah satunya.

Saat ini saya merupakan mahasiswa semester 5 yang menjalani kuliah sambil bekerja sebagai admin lapangan . Senin sampai jumat saya bekerja , sedangkan sabtu menjadi waktu saya untuk menjalani perkuliahan.

Mungkin bagi sebagian orang , rutinitas tersebut terlihat biasa. Namun , bagi saya , bekerja sambil kuliah mengajarkan banyak hal tentang kehidupan, terutama tentang bagaimana seorang anak belajar bertanggung jawab dan mengusahakan kebutuhannya sendiri.

Memilih Kuliah Sambil Bekerja

Ketika memutuskan untuk melanjutkan pendidikan , saya menyadari bahwa saya juga harus tetap bekerja. Karena itu , saya memilih Universitas Pamulang karena waktu perkuliahannya cukup fleksibel dan dapat disesuaikan dengan pekerjaan saya.

Senin sampai jumat saya menjalani pekerjaan sebagai admin lapangan. Setelah menyelesaikan rutintitas pekerjaan selama lima hari , saya harus kembali mempersiapkan diri untuk kuliah pada hari sabtu.

Terkadang tubuh memang merasa lelah. Ada saat ketika ingin beristirahat lebih lama , tetapi ada tanggung jawab yang harus tetap di jalankan.

Pekerjaan harus selesai dan kuliah juga tidak boleh ditinggalkan.

Dari situlah saya mulai belajar bahwa menjalani pendidikan sambil bekerja membutuhkan komitmen.

Bukan hanya soal membagi waktu , tetapi juga membagi tenaga dan pikiran.

Setiap Anak Memiliki Perjuangannya Masing-Masing

Saya percaya bahwa setiap anak memiliki cerita yang berbeda.

Ada yang mendaptkan dukungan penuh dari keluarga. ada yang harus bekerja untuk membantu keluarga. ada juga yang seperti saya , berusaha memenuhi sebagian kebutuhan pendidikan dari hasil kerja sendiri.

Tidak ada perjalanan yang benar benar sama

Karena itu , saya tidak ingin membandingkan hidup saya dengan kehidupan orang lain.

Saya hanya ingin terus berjalan dengan kemampuan yang saya miliki.

Saat ini saya masih berada di semester 5 . Perjalanan saya masih panjang . Masih ada tugas , ujian , pekerjaan , dan berbagai tanggung jawab yang harus saya jalani.

Tetapi ketika melihat kembali perjalanan yang sudah saya lewati , saya menyadari bahwa ternyata saya sudah belajar banyak hal.

Saya belajar bahwa lelah bukan berarti gagal.

saya belajar bahwa berjalan lebih lambat bukan berarti tertinggal.

Dan saya belajar bahwa tidak semua perjuangan harus di ketahui oleh banyak orang untuk menjadi berarti.