Konten dari Pengguna

Bacaan Anak: Buku Cerita dari Raje

Moh Thollib

Moh Thollib

Mahasiswa Fakultas Sastra Universitas Pamulang

·waktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Moh Thollib tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Gambar Sampul Depan Buku Cerita dari Raje
zoom-in-whitePerbesar
Gambar Sampul Depan Buku Cerita dari Raje

Buku berjudul Cerita dari Raje adalah karya Muhammad Rajendra Nusantara Afriansyah merupakan kumpulan cerita pendek yang menceritakan tentang pengalaman dan kehidupan Raje, si penulis. Diterbitkan oleh Penerbit Upakata Yorkshire Indonesia pada April 2026. Buku ini tersusun dari 16 cerita dengan total 56 halaman.

Buku ini adalah bacaan yang cocok untuk anak-anak, karena penulisnya adalah seorang anak-anak yang menggunakan rangkaian kata-kata dan perspektifnya dari sudut anak-anak. Nah, jika para orang tua ingin mencarikan bacaan untuk anaknya, maka buku ini adalah pilihan yang direkomendasikan. Sebelum itu, pembaca dapat membaca ulasan singkat mengenai buku berjudul Cerita dari Raje pada artikel berikut ini.

Kumpulan cerita dalam buku ini bukanlah cerita seperti dongeng yang melibatkan tokoh lain sebagai pelaku aktif, melainkan ceritanya lebih terkesan seperti diary. Raje dalam menuliskannya seperti sedang bercerita kepada kita sehingga memberikan kesan tidak ada jarak antara pembaca dengan Si penulis, Raje.

Dari semua judul cerita dalam buku ini merupakan hasil dari pengalaman dan kehidupan si penulis sendiri. Yang harus diketahui adalah Raje, si penulis buku ini merupakan anak kelas 5 yang baru berusia 11 tahun. Ternyata anak dengan usia sedini itu mampu menceritakan pengalamannya dan mengekspresikannya ke dalam tulisan.

Buku ini memiliki point plus tersendiri untuk dijadikan sebagai bacaan anak-anak. Bisa menjadi inspirasi baru bagi anak yang membacanya, bahwa menulis ceritanya yang paling sederhanapun merupakan hal yang sangat berharga. Buku ini berbeda dengan bacaan anak yang ditulis oleh orang dewasa. Karena cerita yang ditulis oleh orang dewasa bagaimanapun akan tetap memiliki jarak dengan pemahaman, pengetahuan dan perasaan anak yang membacanya. Buku ini ditulis oleh anak itu sendiri sehingga jarak-jarak tadi akan hilang dengan sendirinya.

Setiap buku pasti memiliki kekurangan, apalagi buku yang ditulis oleh anak kelas 5 yang baru berusia sebelas tahun ini. Penggunaan kata-katanya masih sangat kaku dengan kalimat yang cenderung pendek. Alur ceritanya yang belum terstruktur antara paragraf sebelum dan berikutnya terkesan tidak tersambung. Lagi-lagi hal tersebut tentu bukanlah sebuah kekurangan yang fatal yang sedikitpun tidak mengurangi keseruan cerita yang ada di dalamnya. Mengingat penulisnya adalah anak yang berusia sebelas tahun, hal ini menjadi pelajaran bagi kita bahwa sesuatu yang hebat nantinya itu berawal dari hal yang biasa saja.

Bagi pembaca anak-anak, buku ini bisa menjadi inspirasi bagi mereka untuk menulis dan untuk pembaca dewasa ini buku ini yang diceritakan dari sudut pandang anak-anak yang kemampuan dan mengolah bahasanya masih jauh seperti kemampuan orang dewasa sehingga membuat kita dapat lebih memahami dunia anak-anak.