Konten dari Pengguna

Ibu Muda, Ini Penyebab dan Cara Mencegah Munculnya Ruam Popok pada Bayi

dr Fiona Wongkar

dr Fiona Wongkar

Dokter Umum lulus tahun 2021. Dokter Layanan Primer di Puskesmas Mengwi I (Bali-Indonesia).

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari dr Fiona Wongkar tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ruam popok bayi. Foto: Shutterstock
zoom-in-whitePerbesar
Ruam popok bayi. Foto: Shutterstock

Ruam popok atau dikenal sebagai Diaper Rash seringkali menjadi masalah buat para Moms terutama untuk yang pertama kali memiliki buah hati. Apa sih sebenarnya ruam popok itu dan apa yang menyebabkan ruam popok? Mari kita simak artikel pendek mengenai penjelasan mengenai ruam popok berikut ini. 

Ruam popok adalah suatu kondisi kulit yang mengalami inflamasi akibat rusaknya integritas kulit. Pada umumnya dokter akan mendiagnosis ruam popok sebagai Dermatitis popok. Tampilan kulit pada daerah selangkangan dan genitalia bayi menjadi merah adalah gejala awal dari penyakit ini yang kalau didiamkan terus menerus dapat menyebabkan terjadinya infeksi ke seluruh tubuh dan mengakibatkan bayi menjadi lemas, tidak mau makan dan sakit yang parah. 

Penyebab dari ruam popok beraneka ragam tapi pencetus utama terjadinya ruam popok adalah penggunaan popok yang terlalu lama sehingga kulit mengalami kontak berkepanjangan dengan feses dan air seni. Feses memiliki enzim protease dan lipase dan air seni memiliki pH yang basa. Kedua hal ini merusak integritas kulit. Kulit menjadi lembap dan memudahkan bakteri untuk menginfeksi.

Ilustrasi bayi dan popok. Foto: RaspberryStudio/Shutterstock

Selain dari masalah kebiasaan penggunaan popok beberapa hal lain yang dapat meningkatkan faktor risiko terjadinya ruam popok adalah riwayat penyakit keluarga seperti Dermatitis Atopik yang bersifat diturunkan secara genetik sehingga kulit bayi kita menjadi lebih sensitif daripada umumnya.

Beberapa penelitian juga menyebutkan bahwa bayi yang tidak mengkonsumsi Air Susu Ibu (ASI) lebih mudah terjadi ruam popok. Hal ini dikarenakan pH yang dihasilkan oleh air seni lebih seimbang dibandingkan bayi yang menggunakan susu formula. 

Hal penting yang perlu diketahui para bunda adalah kapan kita perlu menyadari bahwa ruam popok ini sudah perlu penanganan dari dokter adalah tanda-tanda beratnya ruam yang dialami bayi seperti kemerahan pada kulit yang luas, adanya benjolan-benjolan yang banyak dan keras di permukaan kulit, adanya demam serta penurunan nafsu makan bayi. 

Ilustrasi popok bayi. Foto: Shutter Stock

Perawatan kulit bayi dalam mencegah terjadinya ruam popok adalah kunci utama mencegahnya penyakit ini. Beberapa cara pencegahan meliputi:

  • Memilih jenis popok yang mudah menyerap dan tidak terlalu sempit.

  • Mengganti popok dengan rutin terutama bila sudah ada feses ataupun urine yang banyak.

  •  Tidak menggunakan kain yang mengandung alkohol atau pewangi.

  • Menggunakan waslap dengan sabun dengan pH yang seimbang untuk kulit (pH <5,5).

  • Menjaga higienitas daerah selangkangan dengan memastikan kondisi kulit kering dan tidak lembap.