Coach Timo: Pemain-Pemain Itu Piala Saya, Piala Berjalan

Pelatih Timnas Wanita Indonesia U-16 Garuda Pertiwi, Timo Scheunemann, mengutarakan apa yang ia ingin capai di Srikandi Merdeka Cup 2026. Baginya, piala bukanlah satu-satunya ukuran keberhasilan tim.
Menurut pria yang akrab disapa Coach Timo itu, menjadi juara di turnamen tersebut memang jadi target utama. Tapi, lebih jauh dari itu, dirinya menilai bahwa upayanya baru dikatakan berhasil saat sukses mencetak pemain-pemain berkualitas.
"Saya selalu mau mencetak pemain karena mencetak pemain itu jangka panjang. Kalau sampai kami juara pun pialanya itu bonus," katanya saat sesi konferensi pers, Jumat (21/8) malam.
Piala saya sesungguhnya itu semua pemain-pemain saya. Mereka itu piala piala berjalan."
Dalam kurun waktu tiga tahun terakhir, Timo Scheunemann memang lekat dengan pembinaan sepak bola wanita usia dini di level grassroot. Ia merupakan pelatih kepala dalam program MilkLife Soccer Challenge sejak 2023.
Lalu, ia juga punya andil besar dalam pembinaan pemain di level U-15 dan U-18 di HYDROPLUS Soccer League. Dari pengalamannya tersebut, wajar jika ukuran keberhasilannya bukan sekadar trofi, tapi membina dan mengantar pemain-pemain wanita muda untuk menemukan potensi terbaiknya.
Kini, Timo tengah fokus bersama Garuda Pertiwi di ajang Caffino Srikandi Merdeka Cup 2026. Pelatih yang mengantongi lisensi kepelatihan UEFA A itu berhasil membawa Nafeeza Ayasha Nori dan kawan-kawan ke partai puncak menghadapi Timnas Wanita Thailand U-16 pada Minggu (23/8) malam di Supersoccer Arena, Kudus, Jawa Tengah.
Timo mengungkapkan arah pembinaan sepak bola wanita di Indonesia sudah benar walaupun baru dimulai tiga tahun terakhir. Kondisi ini berbeda dengan pembinaan yang sudah dilakukan oleh calon lawannya malam nanti, Timnas Wanita Thailand U-16 yang sudah memulai selama 30 tahun.
"Ya kami tahun lalu membuat sejarah bisa lolos grup (Piala AFF Wanita U-16). Sebelumnya tidak ada tim nasional kelompok umur Indonesia yang bisa lolos grup. Tahun lalu kami lakukan itu di AFF dan di semifinal ketemu Australia. Kami ditekan tetapi kita bisa mencapai hasil yang respectable," terangnya.
Timo menuturkan, Timnas Wanita Indonesia selalu kedodoran kala bertemu Australia. Tak hanya di level senior, bahkan juga kebobolan dengan jumlah banyak gol di level kelompok umur.
"Sebelum-sebelumnya kalau lawan Australia, apa pun senior sampai kelompok umur itu dua digit gitu ya, kita hanya kalah tiga kosong. Anak-anak kerja keras luar biasa, kedisiplinan defense-nya sangat membanggakan," ujar Timo.
Pada gelaran Piala AFF Wanita 2025 skuadnya memberikan perlawanan yang bagus sepanjang pertandingan. Meski hasil berkata lain, Timo mengapresiasi perjuangan para penggawanya.
"Kemudian kami main di tempat ketiga lawan Vietnam juga belum pernah kami come close, belum pernah. Kami sampai main satu-satu akhirnya ujung-ujungnya kalah penalti. Tetapi hasil pertandingannya satu-satu. Oke kita masih sedikit di bawah Vietnam jujur aja. Tetapi kita sudah mendekati yang tadinya kalah delapan nol, dua belas nol, kita sudah mendekati bisa satu-satu lawan Vietnam," jelasnya.
Skuadnya belum pernah bertemu dengan Timnas Wanita Thailand. Malam nanti menjadi pembuktian bagi skuadnya.
"Jadi yang belum ketemu Thailand. Makanya saya ingin anak-anak bisa merasakan trisula itu. Karena power house-nya yang ada di sekitar kita kan Thailand, Vietnam dan Australia. Jadi kalau mereka main lawan Thailand itu sebuah pengalaman yang luar biasa dan itu yang kita cari," imbuhnya.
