Andri Mashadi dan Acha Septriasa Jadi Suami-Istri di Film Kapan Punya Anak

Platform streaming Vidio menghadirkan proyek film orisinal terbaru bertajuk Kapan Punya Anak. Aktor Andri Mashadi dan aktris Acha Septriasa dipertemukan pertama kalinya sebagai pasangan suami-istri bernama Pandu dan Alma.
Disutradarai Dyan Sunu Prastowo, film Kapan Punya Anak mengangkat dinamika rumah tangga yang kerap dialami pasangan di Indonesia. Sinopsisnya berpusat pada kehidupan Alma dan Pandu yang harus menghadapi pertanyaan bertubi-tubi perihal momongan.
Acha Septriasa mengaku suasana syuting berjalan sangat menyenangkan dan penuh rasa saling percaya. Ia dan Andri membangun hubungan yang solid tanpa beban.
"Yang pastinya pengalaman yang sangat senang banget karena di sini syutingnya benar-benar kayak nggak bekerja. Kami sebagai sesama rekan saling percaya," tutur Acha kepada kumparan, beberapa waktu lalu.
Acha menjelaskan, keterbatasan jadwal sempat membuat proses reading mereka berdua cukup singkat. Meski demikian, visi cerita yang telah dipersiapkan oleh tim produksi membuat mereka seirama ketika tiba di lokasi syuting.
"Di awal reading aja walaupun ketemu sama Andri cuma beberapa kali, karena kami sama-sama sibuk ya, tapi benar-benar semua tuh tahu konten apa yang akan kami persembahkan. Kami udah belajar masing-masing untuk karakter ini," tutur Acha.
Menurut Acha, Dyan Sunu Prastowo juga menggambarkan memberikan riset karakter yang detail melalui materi presentasi yang matang, mulai dari latar belakang hingga perilaku tokoh.
"Kita di-direct sama Mas Dian Sunu yang memang secara directing, beliau sangat tahu tentang karakternya. Jadi ada banyak slideshow dari kayak presentasinya yang udah highlight karakter secara detail. Benar-benar udah nge-wrap up secara personality, secara behavior, secara background, dan circumstances," ungkap Acha.
Hal senada juga dirasakan oleh Andri Mashadi. Pemeran Pandu ini mengakui proses praproduksi berjalan sangat cepat karena keduanya sama-sama memiliki jadwal yang padat di luar proyek tersebut.
"Betul, waktu reading itu tuh tipis banget. Kita ketemu cuma tiga kali atau empat kali. Udah gitu kadang ada yang setengah hari karena sibuk, ya ada jadwal masing-masing gitu," ucap Andri.
Kendati terbatas, Andri mengaku menaruh kepercayaan penuh kepada Acha Septriasa sejak awal proyek dimulai.
"Aku tumbuh dengan menonton film-film Acha juga, gitu dulu. Jadi waktu pas aku ketemu, aku no expectation, aku kayak udah tahu aku ada di proyek dan di tangan yang tepat. Jadi aku cuma totally trust aja sama skripnya, sama sutradaranya, sama Acha," kenang Andri.
Andri dan Acha mengaku sangat fleksibel dalam berdiskusi sebelum pengambilan gambar, sehingga adegan-adegan pasangan suami-istri yang mereka bawakan dapat tersampaikan secara natural dan realistis.
"Acha super-duper gampang ngobrol buat diskusi tentang adegannya mau kami apa, dan dia punya ambisi yang sama untuk buat cerita ini tuh serealistis dan sebisa kedengaran itu di setiap adegannya. Ketika ngobrol udah enggak pakai babibu, udah langsung tek-tokan," pungkas Andri.
