Kumparan Logo

Cerita Asmara Abigail Dalami Peran untuk Film Sumpah Darah

kumparanHITSverified-green

ยทwaktu baca 2 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Asmara Abigail bintangi film Sumpah Darah karya Cornelio Sunny.
 Foto: Bushi Bros Film
zoom-in-whitePerbesar
Asmara Abigail bintangi film Sumpah Darah karya Cornelio Sunny. Foto: Bushi Bros Film

Sutradara Cornelio Sunny bersama aktris Asmara Abigail menggarap film horor terbaru mereka, Sumpah Darah. Dalam penggarapan, produksi terjun langsung ke tempat hiburan malam demi meriset realitas kehidupan pemandu lagu atau Lady Companion (LC) yang menjadi latar tokoh utamanya.

Sunny mengungkapkan, proses observasi tersebut melibatkan jajaran pemain hingga asisten sutradara secara langsung.

"Yes, riset ke LC sungguhan, bahkan bareng Asmara waktu itu. Astrada ikut, pemain ikut, saya ikut. Jadi gerak-gerik pemain di sini sebagai LC itu kurang lebih berdasarkan riset nyata. Karena beneran waktu itu kita nonton, kita melihat, 'Oh, seperti ini.' Niatnya studi ya, jadi tidak ada apa-apa," kata Sunny di Jakarta Utara, Sabtu (10/10).

Bagi Asmara Abigail, interaksi langsung jadi kunci dalam membangun karakter yang meyakinkan di layar lebar.

"Kami ajak ngobrol, makan kacang. Empat apa lima orang waktu riset. Menurut aku sebagai aktor, yaitu tantangan tentunya menjadi LC, dan menjadi LC yang believable itu juga tantangan tersendiri," ungkap Asmara.

Asmara Abigail bintangi film Sumpah Darah karya Cornelio Sunny. Foto: Bushi Bros Film

Eksplorasi ini berangkat dari keinginan Sunny untuk menyoroti kompleksitas pilihan hidup perempuan secara jujur. Baginya, dinamika di balik profesi ini sangat beragam.

"Saya memutuskan LC itu karena banyak sekali LC yang sebenarnya juga enggak di-KDRT, tapi hidupnya juga apakah dia memilih untuk jadi LC, apakah dia terpaksa jadi LC. Yang saya gali itu sebenarnya di sini," ujar Sunny.

"Pilihan perempuan juga sah-sah aja kalau mau jadi LC dan dia happy, it's fine kan. Yang saya berusaha filmkan itu ada yang memilih, ada yang happy, ada yang enggak," lanjutnya.

Sunny menegaskan, pendekatan visualnya menolak mengeksploitasi sensualitas, dan berfokus pada ruang yang personal.

"Di film ini cara aku menggambarkan Asmara sebagai LC itu juga tidak ke arah sensual. Yang saya gambarkan adalah kehidupan mereka di belakang performa. Ketika perform mungkin mereka akan seksi, tapi ketika mereka pulang, makan nasi padang, itu kan hal biasa yang dilakukan seorang manusia. Saya lebih tertarik dengan kehidupan pribadi mereka," tegas Sunny.

Asmara Abigail bintangi film Sumpah Darah karya Cornelio Sunny. Foto: Bushi Bros Film

Sunny memastikan tak ingin menghakimi profesi LC lewat film.

"Kalau saya pribadi enggak bisa judge, ya. Tidak ada pekerjaan yang menurut saya lebih rendah atau lebih tinggi dari pekerjaan lainnya. Dan nyaman atau enggaknya sebuah pekerjaan, di semua pekerjaan ada kenyamanan dan ketidaknyamanannya. Kacamatanya manusiawi aja," tutup Sunny.

Diproduksi Bushi Bros Films dan Endorphins Entertainment, Sumpah Darah turut dibintangi oleh deretan aktor seperti Dwi Sasono, Ully Triani, hingga Sara Zany. Film horor ini siap tayang di bioskop Indonesia mulai 26 November mendatang.