Kumparan Logo

Cerita Baskara Mahendra dan Yasamin Jasem Main di Film Ghosting

kumparanHITSverified-green

ยทwaktu baca 3 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Jumpa pers film Ghosthing di Dharmawangsa, Jakarta Selatan, Minggu (30/8/2026). Foto: Vincentius Mario/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Jumpa pers film Ghosthing di Dharmawangsa, Jakarta Selatan, Minggu (30/8/2026). Foto: Vincentius Mario/kumparan

Film Ghosthing jadi entri film horor komedi Indonesia terbaru yang diproduksi Imperial Pictures. Film karya Arie Aziz ini dibintangi Baskara Mahendra dan Yasamin Jasem sebagai pemeran utama.

Baskara Mahendra dan Yasamin Jasem menghadapi tantangan dalam membangun chemistry di lokasi syuting, terutama karena perbedaan karakter dan latar belakang usia mereka.

"Susah banget. Apalagi kayak, ini kali, generation gap," ujar Yasamin dalam content day di Dharmawangsa, Jakarta Selatan, Minggu (30/8).

"Wow, generation gap. Soalnya aku boomer, dia Gen Alpha," timpal Baskara.

Jumpa pers film Ghosthing di Dharmawangsa, Jakarta Selatan, Minggu (30/8/2026). Foto: Vincentius Mario/kumparan

Baskara mengakui bahwa pada kenyataannya membangun kedekatan emosional tidak sulit, karena pertemanan mereka saling bersinggungan.

"Kayaknya kalau chemistry enggak susah karena juga kayak teman-teman kita tuh masih hampir sama. Jadi pas ketemu juga, banyak banget ketemu juga sama teman-teman kita juga gitu akhirnya," tutur Baskara.

Menurut pemeran karakter Alfian ini, kedekatan mereka tidak hanya dibangun saat reading atau saat membahas naskah saja.

"Enggak cuman ngobrol berdua doang untuk ngomongin filmnya supaya kita saling kenal juga gitu. Dan saling nyaman juga untuk memerankan adegan-adegan," ucap Baskara.

Jumpa pers film Ghosthing di Dharmawangsa, Jakarta Selatan, Minggu (30/8/2026). Foto: Vincentius Mario/kumparan

Tantangan teknis juga menjadi hal menarik bagi keduanya, mengingat dalam film ini Yasamin berperan sebagai arwah bernama Maya, sementara Baskara adalah manusia bernama Alfian.

"Mungkin lucunya juga karakter setan sama manusia di sini kan kita tidak bisa bersentuhan gitu ya ceritanya. Jadi itu juga kayak jadi lucu dan buat kita juga jadi challenge yang baru juga," ungkap Baskara.

Yasamin menambahkan, imajinasi mereka harus sangat kuat, terutama untuk adegan yang melibatkan CGI.

"Kayak menyatukan si imajinasi batasan antara setan dan manusianya itu gitu. Juga ada beberapa scene yang harus ada mirroring," imbuh Yasamin.

Mengenai aspek komedi, Baskara menekankan bahwa naskah Ghosthing sudah sangat kuat sejak awal. Namun, tugas terberat mereka adalah menerjemahkan teks tersebut ke dalam aksi visual yang mengundang tawa.

"Gimana sebenarnya translate itu menjadi sesuatu yang juga lucu, karena mungkin kadang yang perlu dimainkan itu sesuatu yang pada saat terjadi di dunia nyata itu enggak lucu tapi penonton akan ketawa gitu loh," tutur Baskara.

Jumpa pers film Ghosthing di Dharmawangsa, Jakarta Selatan, Minggu (30/8/2026). Foto: Vincentius Mario/kumparan

Tantangan paling berat dirasakan Yasamin Jasem karena karakter Maya yang ia perankan adalah seorang influencer yang sangat bawel dan dramatis. Yasamin mengaku sampai kehabisan energi.

"Jadi recharge-nya pas udah di rumah. Jadi recharge, cuma karena di satu scene itu yang berapa halaman itu hampir semua aku bawel," curhat Yasamin.

Yasamin bisa tidur dalam waktu yang sangat lama setelah syuting usai. "Dari masuk mobil tepar, sampai rumah, ke sofa tepar, sampai besokannya lagi, jadi 15 jam tidur," ucapnya.

Ghosthing bercerita soal Alfian, seorang perias jenazah kalem yang mendadak diusik oleh arwah Maya. Maya yang tidak percaya kematiannya disebabkan oleh serangan jantung, memaksa Alfian untuk membongkar misteri di balik kematiannya yang mendadak tersebut.

Selain Baskara dan Yasamin, film ini dibintangi Leony VH, Tanta Ginting, Reinold Lawalata, dan Bang Tigor. Film Ghosthing dijadwalkan tayang serentak di bioskop mulai 15 Oktober 2026.