Kumparan Logo

Demian Aditya Gandeng Kreator Kembangkan Drama Horor Vertikal

kumparanHITSverified-green

·waktu baca 3 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Jumpa pers DMS+ dan Demian Aditya di Jakarta Selatan, Rabu (2/9/2026). Foto: kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Jumpa pers DMS+ dan Demian Aditya di Jakarta Selatan, Rabu (2/9/2026). Foto: kumparan

CEO DMS+, Demian Aditya, memaparkan visi mereka untuk melakukan scale-up pada 2027. Salah satunya, DMS+ ingin mengembangkan format drama horor vertikal di layar HP. Langkah ini diambil untuk memperluas jangkauan audiens melalui platform seperti TikTok, Reels, dan Shorts.

Demian Aditya menjelaskan, transformasi DMS+ jadi platform "Horrortainment" tidak terbatas pada satu sosok, melainkan membuka pintu bagi seluruh konten kreator horor di Indonesia.

"Kami pengin ada semua lini dalam arti kayak kami punya yang sekarang udah berjalan itu reality show dalam bentuk konten yang ada di YouTube dan juga ada di platform lain. Nah kami coba punya podcast juga, kami udah punya kayak dokumenter. Nah kenapa enggak kita coba langsung yang film," kata Demian dalam acara Ruang Tamu DMS+ Vol. 2 di Jakarta Selatan, Rabu (2/9).

Keputusan terjun ke format vertikal didasarkan pada riset pasar. Menurut Demian, saat ini masyarakat lebih banyak menghabiskan waktu dengan gawai dibandingkan datang ke bioskop.

"Kami main yang lebih secara bisnisnya orang banyak gitu loh. Sekarang hampir semua orang hidupnya lebih banyak di handphone. Saya coba untuk mengambil sisi di mana coba deh kita bermain di vertikal di mana semua orang tuh lebih banyak kehidupannya tuh di vertikal atau di handphone. Jadi lebih mudah menjangkau orang," tutur Demian.

Jumpa pers DMS+ dan Demian Aditya di Jakarta Selatan, Rabu (2/9/2026). Foto: kumparan

Demian Aditya Ajak Kreator Horor Lain

Dalam menjalankan misi ini, Demian tidak ingin bergerak sendirian. Ia terbuka mengajak kreator horor lain untuk bergabung dalam ekosistem DMS+. Nama-nama besar seperti Ghost Ranger hingga Nessie Judge disebutnya sebagai potensial mitra yang akan diberi treatment produksi yang setara dengan Diary Misteri Sara (DMS).

“Makanya saya menarik juga kreator lain bisa dari mungkin dari kayak Ghost Ranger atau kreator-kreator kayak Nessie Judge atau siapa pun yang tertarik untuk join. Kami akan ajak bareng dan kita juga treatment itu sama seperti Diary Misteri Sara. Karena apa? Sudah proven. Bisnisnya udah proven tinggal diaplikasikan ke yang lain," ucap Demian.

Selain pengembangan konten, Demian juga menawarkan skema bisnis revenue sharing bagi para kreator. Ia melihat potensi pendapatan tambahan di luar Adsense YouTube melalui IP bisa dikembangkan dari format vertikal hingga ke layar lebar.

"Kami akan jaga IP-nya, kami akan bikin vertikal. Mereka juga dari satu sisi dari sebuah konten yang mereka punya ternyata bisa menghasilkan dari revenue yang lain kan?" ungkap Demian.

Jumpa pers DMS+ dan Demian Aditya di Jakarta Selatan, Rabu (2/9/2026). Foto: kumparan

Paparan rencana ini merupakan bagian dari roadmap Wider, Higher, Bigger milik DMS+ menuju 2027. Acara Ruang Tamu DMS+ Vol. 2 ini juga dimeriahkan dengan berbagai kolaborasi lainnya, seperti kemitraan dengan Motorola Indonesia yang menghadirkan aktivitas "Penelusuran Take Over by Moto G67 Power 5G".

Selain itu, acara ini meluncurkan produk kolaborasi perhiasan "Aura Rose" antara Luna Star dan Sara Wijayanto. Koleksi berupa kalung dan gelang ini terinspirasi dari bunga mawar yang dirancang untuk dapat digunakan dalam keseharian para penggemar setianya.