Desy Ratnasari dan Donny Damara Jadi Suami Istri di Film Hamka Vol.3, Pelajari Bahasa Minang

Aktris Desy Ratnasari dan aktor Donny Damara dipasangkan sebagai orang tua dari Hamka kecil dalam film Hamka Vol. 3. Memerankan figur ibu dan ayah, mereka wajib menguasai bahasa serta dialek Minang secara fasih.
Desy mengaku peran ini memberi tantangan tersendiri kendati dirinya pernah terlibat dalam proyek bertema Minangkabau di masa lalu. Logat dan susunan kalimat dalam skenario menuntut ketelitian di depan kamera.
"Dari sisi ibu, terus terang mendapatkan peran menjadi ibunya Hamka kecil ini tantangan ya, karena harus bisa bahasa Minang. Walaupun saya pernah main Malin Kundang pada saat itu, tapi di sini betul-betul ada beberapa kalimat yang memang serius dan juga logatnya," ungkap Desy di Senayan, Jakarta Pusat, Rabu (28/10).
Desy harus didampingi pelatih bahasa secara melekat di lokasi syuting. Langkah itu diambil demi mencegah logat aslinya bocor ke dalam dialog.
"Di samping pas syuting ya, kalau saya syuting sih saya ditemani terus. Supaya tidak salah. Karena biasa nanti keluar Sunda lagi gitu, 'keceletot deui' gitu. Jadi harus. Tapi itu pengalaman, jadi alhamdulillah," ujar Desy.
Donny Damara menyebut riset dialek menjadi menu wajib sebelum syuting. Pasalnya, bahasa Minang memiliki variasi cengkok dan kosakata yang berbeda di tiap wilayah Sumatra Barat.
"Pasti begitu. Tapi ya sebelum dari proses produksi, kami ada workshop bahasa Minang. Karena ternyata saya juga baru tahu gitu, beda dari Padang Panjang, Bukit Tinggi, Maninjau, itu beda. Jadi memang waktu itu kebetulan kami punya mentor untuk coach-nya," jelas Donny.
Selain bahasa, Desy menyoroti dinamika pengasuhan keras yang diterapkan Haji Rasul kepada Hamka kecil. Pola didik era lampau menuntut moral dan intelektual yang sangat tinggi dari seorang anak laki-laki.
"Potret Hamka kecil di sini adalah seorang anak yang dididik dengan pola asuh yang cukup keras. Kalau melihat di zaman sekarang, itu nggak ada apa-apanya. Zaman dulu dapat apresiasi seorang ayah saja kayaknya rasanya sulit untuk Hamka kecil gitu. Ayahnya betul-betul perfeksionis, Hamka harus berprestasi di dalam urusan agama, dan adabnya," ucap Desy.
Vino G. Bastian menambahkan, relasi ayah dan anak inilah yang menjadi tulang punggung narasi Hamka Vol. 3. Haji Rasul digambarkan menaruh harapan besar kepada putranya guna meneruskan jejak ulama di Tanah Minang.
"Bapaknya Haji Karim Amrullah ini seorang ulama besar di Minang, yang punya sekolah di sana, punya satu niat bahwa anaknya itu harus menjadi seorang ulama serupa ayahnya, sama seperti bapaknya. Karena satu-satunya anak laki-laki yang mungkin dibanggakan itu adalah Malik waktu itu, Hamka kecil," jelas Vino.
Proses produksi trilogi ini sebetulnya telah berjalan jauh hari sebelum rilis. Menurut Vino, pengambilan gambar rampung pada 2019 sebelum pandemi melanda, bahkan bertepatan dengan momen Pemilu.
Film Hamka Awal Mula Vol. 3 jadi prekuel dari Hamka & Siti Raham Vol. 2. Diproduksi oleh Falcon Pictures dan Starvision di bawah arahan sutradara Fajar Bustomi, film ini menyoroti masa kecil Hamka di Maninjau, konflik dengan ayahnya, hingga masa perantauan di Makkah.
Deretan pemeran yang turut membintangi antara lain Rey Bong, Laudya Cynthia Bella, Donny Damara, Reza Rahadian, Desy Ratnasari, Mathias Muchus, dan Mawar De Jongh. Film ini dijadwalkan tayang pada 19 November 2026 di bioskop.
