Egy Maulana Vikri Puji Energi Lagu Rayakan Pemenang dari Morfem

Rayakan Pemenang milik unit rock Morfem jadi original soundtrack film dokumenter Timnas Indonesia bertajuk The Longest Wait.
Lagu tersebut dinilai menangkap denyut perjuangan, ketangguhan mental, dan harapan jutaan pendukung sepak bola Tanah Air.
Produser The Longest Wait, Sakti Parantean, mengungkap proses kurasi musik dokumenter ini memakan waktu dan pertimbangan matang.
Tim produksi sempat menimbang berbagai opsi, mulai dari menciptakan komposisi baru hingga mencari repertoar lagu lokal yang sudah ada.
"Memang itu melalui proses. Apakah kita akan compose baru, apakah mencari lagu yang memang sudah ada, terus mau genrenya seperti apa, apakah upbeat atau slow. Akhirnya kami pikir, kenapa enggak upbeat?" ungkap Sakti kepada kumparan di SCBD, Jakarta Selatan, Kamis (22/10).
Pilihan akhirnya jatuh kepada tembang milik band besutan Jimi Multhazam tersebut. Bagi Sakti, begitu lagu Rayakan Pemenang diajukan, seluruh tim sepakat bahwa lagu tersebut jodoh film mereka.
"Kami cari lagu-lagu yang mungkin bisa dipakai, karena membuat sesuatu kan butuh proses. Terus kami teringat dengan lagu ini. Ada yang mengusulkan, dan kemudian kami langsung merasa, 'Yes, this is the right song. This is the right song'," jelas Sakti.
Bagi penyerang Timnas Indonesia, Egy Maulana Vikri, kehadiran lagu Rayakan Pemenang merefleksikan perjuangan dan jalan panjang yang ditempuh para pemain.
"Saya tahu lagunya, walaupun liriknya enggak hafal seluruhnya. Tapi saya rasa dari meaning-nya, dari kata-katanya sangat cocok melambangkan film ini dan juga untuk perjuangan Indonesia," jelas Egy.
Egy menyoroti penggalan lirik yang menyiratkan keteguhan untuk bangkit dari kritik. Nada optimistis lagu tersebut mengandung harapan bagi masa depan sepak bola Indonesia.
"Liriknya kalau enggak salah 'kemenangan akan ada hari esok, walau dicaci maki suatu saat kau akan menggapainya'. Saya rasa itu hal yang sangat positif dan juga menjadi doa. Semoga one day kita bisa mencapai apa yang negara ini inginkan, yaitu berada di pentas Piala Dunia," tutur Egy.
The Longest Wait jadi film dokumenter olahraga berdurasi 93 menit yang disutradarai oleh Sam Christopher Webb dan diproduksi bersama oleh Fremantle Indonesia serta Beach House Pictures.
Film berbahasa Indonesia dan Inggris ini menyoroti perjalanan Timnas Indonesia dalam mengejar mimpi kembali ke putaran final Piala Dunia sejak penampilan perdana pada 1938.
Melalui akses personal yang belum pernah dibuka sebelumnya, dokumenter ini mengupas perjuangan para pemain menghadapi tekanan, pengorbanan, dan ekspektasi publik, sekaligus merajut persatuan di tengah perbedaan.
The Longest Wait dijadwalkan tayang serentak di jaringan bioskop Indonesia pada 28 Oktober 2026, bertepatan dengan peringatan Hari Sumpah Pemuda.
