Ferry Salim Debut Film Internasional lewat The Rope Curse 4: Kuntilanak

Aktor senior Ferry Salim menandai debutnya di kancah perfilman internasional lewat film horor asal Taiwan, The Rope Curse 4: Kuntilanak. Proyek ini menjadi tonggak baru dalam perjalanan karier beraktingnya setelah puluhan tahun di industri sinema Tanah Air.
Film garapan sutradara Liao Shih-han ini jadi kelanjutan dari waralaba horor terlaris di Taiwan. Selain Ferry Salim, film yang dijadwalkan tayang di bioskop pada 23 Oktober mendatang ini juga menggandeng sejumlah bintang Indonesia lainnya, seperti Audi Marissa, Andovi Da Lopez, dan Yessica Tamara.
Ditemui di CGV Grand Indonesia, Jakarta, Senin (19/10), Ferry Salim mengungkap alasan utama bergabung dalam proyek lintas negara ini.
"Saya tertarik main di film ini ya karena ini adalah produksi internasional saya yang pertama. Dan juga kita tahu bahwa The Rope Curse ini kan sudah sangat terkenal sekali, banyak ditonton oleh orang dan di Taiwan itu selalu box office. Jadi, The Rope Curse 1, 2, 3 itu semuanya box office," kata Ferry.
Ferry Salim Lakukan Persiapan Fisik saat Bintangi Film The Rope Curse 4: Kuntilanak
Kesuksesan tiga film membuat Ferry enggan menyia-nyiakan kesempatan ketika tawaran untuk seri keempat datang kepadanya.
"Jadi kemudian kalau saya ditawarkan di The Rope Curse 4, otomatis saya enggak akan melewatkan kesempatan saya, karena sebagai aktor itu saya selalu butuh challenging. Setiap aktor harus keluar dari comfort zone," tuturnya.
Demi memerankan karakternya, Ferry mengaku harus melalui serangkaian persiapan fisik dan mental yang cukup berat. Transformasi penampilannya di film ini pun terbilang sangat drastis.
"Kenapa saya bilang harus keluar dari comfort zone, karena di film ini saya cukup kerja keras gitu ya. Mulai dari saya harus nurunin badan 5 kilogram. Kemudian nanti badan saya penuh tato, terus dihitamin gitu, rambutnya di-extension," papar Ferry.
Ferry yang berperan sebagai seorang ahli spiritual juga dituntut untuk mempelajari ritual mistis Taoisme serta menguasai dialog dalam bahasa Mandarin.
"Saya harus belajar bahasa Mandarin. Sampai saya belajar bahasa Mandarin itu hampir tiga bulan, karena saya enggak bisa ngomong Mandarin sama sekali. Tapi di film ini kan saya harus pakai bahasa Mandarin. Terus belajar ritual, karena saya jadi ahli spiritual. Jadi ritual-ritual Taoisme tuh saya belajar semua," ujar Ferry.
Ferry menambahkan, sejak casting, sutradara telah menjanjikan perubahan fisik yang belum pernah ia tampilkan di layar lebar.
"Apalagi pertama kali saya ketemu sutradara ketika casting, dia bilang, 'Kamu akan saya ubah. Kamu akan berbeda daripada film-film kamu yang sebelumnya.' Ya udah, saya mau. Dan nanti nonton ya, berubah," tutup Ferry.
The Rope Curse 4: Kuntilanak berpusat pada perjalanan seorang pria menuju Pontianak untuk mengantar abu jenazah mendiang adiknya sembari mencari keberadaan ayah kandungnya.
Namun, perjalanan itu berubah menjadi malapetaka saat mereka terjerat kutukan gaib. Upaya mencari bantuan spiritual justru menjerumuskan mereka ke pedalaman hutan Indonesia, memaksa mereka berhadapan langsung dengan teror dendam Kuntilanak atas sebuah tragedi masa lalu.
