Hannah Al Rashid Comeback Main Film Action Karya Mike Wiluan Produksi Catchplay+

Aktris Hannah Al Rashid mengumumkan kembali ke genre action melalui proyek film terbaru hasil kolaborasi dengan sutradara action populer asal Singapura, Mike Wiluan.
Bintang film The Night Comes For Us ini siap menyapa penggemarnya dengan karakter yang lebih garang dan intens. Proyek Catchplay+ yang akan tayang di bioskop ini juga mempertemukan Hannah dengan aktor Samo Rafael.
Momen ini menjadi sangat emosional bagi Hannah, mengingat rekam jejaknya sebagai salah satu ikon laga perempuan di Indonesia.
"Terakhir action di Indonesia itu The Night Comes for Us (rilis 2018), tapi syutingnya 2016. Sama sebelum itu ada proyek action Sony di London tahun 2020. Jadi sudah sejak itu sih, kayaknya," ungkap Hannah dalam acara 10 tahun Catchplay+ di Kuningan, Jakarta Selatan, Kamis (2/7).
Meski punya latar belakang atlet, Hannah mengakui bahwa faktor usia memberikan tantangan tersendiri dalam proses persiapan kali ini.
"Untungnya karena dulu atlet, jadi muscle memory-nya masih ada. Tapi memang butuh latihan yang sangat panjang bersama cast yang lain. Banyak workshop dan intensitas latihannya dinaikkan lagi," tutur Hannah.
"Mau dibilang 'easy' kembali ke ritme action sih nggak juga, karena makin tua makin kaku, tapi menyenangkan banget prosesnya," lanjutnya.
Keikutsertaan Hannah dalam proyek ini tidak lepas dari kepercayaan yang telah lama dibangun bersama Mike Wiluan. Keduanya memang sudah sering bekerja sama dalam berbagai proyek besar sebelumnya.
"Kalau aku memang di-approach sama Mike. Sudah beberapa kali kerja sama Mike; dia produser di The Night Comes for Us dan Halfworlds, terus sutradaraku di Buffalo Boys. Jadi sudah lama kenal," jelas Hannah.
Potong Rambut Mullet
Untuk mendalami perannya, Hannah Al Rashid memotong rambutnya menjadi gaya mullet. Keputusan ini rupanya murni atas inisiatif Hannah demi totalitas karakter.
"Soal rambut mullet ini, itu kemauan saya sendiri yang dipaksakan ke tim kreatif. Saya pengin untuk peran ini benar-benar go all out. Referensinya dari Kristen Stewart dan beberapa film karakter perempuan dari Deep South Amerika," tegas Hannah.
Di sisi lain, aktor Samo Rafael juga akan memberikan penampilan yang berbeda dan mengejutkan. Samo bergabung setelah ditawari peran yang spesifik oleh Mike Wiluan.
"Waktu itu saya sempat audisi buat film Pak Mike yang lain, cuma enggak pas perannya. Terus ditawari peran ini, katanya ada karakter yang pas buat kamu. Pas audisi, kebetulan dibutuhkan suatu barang untuk karakter ini dan aku sudah punya di rumah. Jadi tinggal lakuin saja," cerita Samo.
Berbeda dengan Hannah, Samo tidak memiliki dasar bela diri formal, namun ia mengeksplorasi gaya bertarung yang lebih mengandalkan emosi.
"Dasar bela dirinya apa yang dipakai? Nekat Anger issues dan mental issues. Sebenarnya badan saya terlalu lemas buat action, tapi di sini saya dibimbing tim action director untuk gaya sendiri," ujar Samo.
Proyek ini dibuat melanjutkan kesuksesan film dan serial Losmen Melati (2023), yang jadi IP orisinal Indonesia Catchplay. Film hasil kolaborasi dengan Infinite Studios ini juga dibintangi Alexandra Gottardo dan Dwi Sasono.
Hingga saat ini, proyek masih berstatus Untitled Mike Wiluan Project. Namun, antusiaa pemain sudah terlihat saat melihat cuplikan awal film di acara perayaan 10 tahun Catchplay+ di Indonesia.
"Kami pertama kali lihat teaser-nya dan gila, keren banget. Visual dan musiknya mind blowing," tutup Hannah Al Rashid.
