Kumparan Logo

Kevin Rahardjo Garap The Land Of Jinn, Debut Kolaborasi Film Indonesia-Kyrgyzstan

kumparanHITSverified-green

ยทwaktu baca 3 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Kevin Rahardjo Garap The Land Of Jinn. Dok: Instagram @kevin_rahardjo
zoom-in-whitePerbesar
Kevin Rahardjo Garap The Land Of Jinn. Dok: Instagram @kevin_rahardjo

Industri perfilman Indonesia dan Kyrgyzstan mencetak sejarah baru lewat kolaborasi perdana film layar lebar berjudul The Land of Jinn. Dilansir Variety, film genre horor supranatural ini disutradarai Kevin Rahardjo (Smothered) dan diperkenalkan dalam ajang Tokyo Gap-Financing Market.

Naskah The Land of Jinn ditulis oleh dua sineas Indonesia, Makbul Mubarak (Autobiography) dan Tumpal Tampubolon (Crocodile Tears).

Kisahnya berpusat seorang perempuan muda asal Indonesia yang melakukan perjalanan ke Kyrgyzstan demi mencari penyembuh untuk menyelamatkan bayi di dalam kandungannya.

Namun di tengah perjalanannya, tanpa disadari ia justru mengikat takdir sang anak dengan sosok jin yang berkeliaran di wilayah tersebut.

Narasi film ini juga terinspirasi dari kisah Raja Salomo (Nabi Sulaiman), yang dalam berbagai legenda dikisahkan memiliki kuasa atas bangsa jin.

Bagi Kevin, proyek ini jadi wadah eksplorasi batas psikologis manusia melalui lensa horor.

"Saya selalu terpesona oleh seseorang yang rela melangkah demi mengejar apa yang menurut masyarakat adalah kehidupan yang utuh. Hal yang menarik saya ke proyek ini adalah kesempatan menerjemahkan keinginan tersebut ke dalam bahasa horor," ujar Kevin Rahardjo.

Perjalanan tokoh utama membawanya melintasi pegunungan Kyrgyzstan yang diselimuti salju tebal. Kevin menekankan lanskap ekstrem tersebut memiliki peran vital dalam cerita.

"Alam di sana bukan sekadar latar belakang, melainkan menjadi bagian dari obsesinya, indah sekaligus tak kenal ampun, dan hampir bersikap acuh tak acuh terhadap keinginan manusiawi," tambah Kevin.

Proses syuting telah rampung di wilayah Issyk-Kul (Kyrgyzstan) dan Jakarta (Indonesia). Menghadirkan dialog dalam bahasa Inggris, Indonesia, dan Kirgiz, film ini telah memasuki tahap pascaproduksi dan direncanakan rilis pada 2027.

Di balik layar, proyek ini diproduseri oleh Yulia Evina Bhara dan Amerta Kusuma dari rumah produksi KawanKawan Media (Jakarta), berkolaborasi dengan produser asal Kyrgyzstan, yakni Sultan Pirzhan dan Elvira Sarieva dari FreeMinds, serta Maksat Bolotbek dari Bairak Group.

Produser Elvira Sarieva menyambut hangat kolaborasi lintas negara ini.

"Proyek ini awal yang luar biasa untuk apa yang kami harapkan menjadi kolaborasi kreatif jangka panjang antara sineas Indonesia dan Kyrgyzstan," tutur Elvira.

Sementara, Yulia Evina Bhara menyoroti kedekatan kultur dan mistis kedua negara yang menjadi fondasi kuat film ini. Anak-anak di kedua negara tumbuh besar dengan peringatan serupa dari kakek-nenek mereka agar tidak berkeliaran di luar rumah saat Magrib atau waktu matahari terbenam.

"Di Indonesia, kami memiliki 17.000 pulau dan 17.000 hantu. Di Kyrgyzstan, pegunungan dan padang rumput mereka memiliki jinnya sendiri," jelas Yulia.

Keikutsertaan The Land of Jinn di Tokyo Gap-Financing Market ditujukan menjaring mitra yang dapat menutup celah pendanaan produksi sekaligus menangani jaringan distribusi global.