Trauma, Mantan ART Takut Bertemu Erin
·waktu baca 2 menit

Kondisi psikologis Nur Rohmah, mantan ART Erin, saat ini sedang tidak stabil. Usai keluar dari rumah Erin, Nur Rohmah mengaku mengalami trauma hingga ketakutan luar biasa jika harus bertemu kembali dengan Erin.
Kuasa hukum Nur Rohmah, Basuki, menyebut kliennya was-was bahkan hanya dengan melihat orang yang memiliki kemiripan fisik dengan Erin.
"Beliau sampaikan masih ada rasa was-was, khawatir, dan takut untuk bertemu dengan Ibu E. Bahkan orang yang mirip pun, beliau ada kekhawatiran di perasaannya," kata Basuki saat mendampingi Nur Rohmah di Polres Metro Jakarta Selatan.
Menurut Basuki, Nur Rohmah masih merasa takut karena ancaman yang sering dilontarkan sang majikan membuatnya tertekan selama bekerja.
"Takut itu marahnya, terus ancaman itu yang bikin saya takut. Ancaman mau dilaporkan ke polisi, terus saya dibilang buronan," tutur Nur Rohmah.
Ketakutan itu juga yang memicu Nur Rohmah melakukan tindakan nekat demi bisa keluar dari rumah Erin. Ia diketahui sempat melarikan diri dengan cara melompati pagar rumah setinggi dua meter.
Sebelumnya, ia pernah mencoba kabur dengan membawa barang menggunakan jasa ojol, tetapi tertangkap oleh pihak keamanan rumah.
Basuki menyayangkan situasi yang memaksa seorang perempuan nekat melompat pagar tinggi.
"Kebayang enggak sih kalau saya saja yang laki-laki kalau harus lompat pagar yang setinggi 2 meter itu berpikir sekian kali. Ini seorang perempuan, berarti memang ada sesuatu yang berat ditanggung saat itu sehingga memaksa keluar," tutur Basuki.
Mantan ART Erin Alami Intimidasi
Selain intimidasi verbal, Nur Rohmah juga mengaku ad intimidasi yang membawa-bawa nama pejabat tinggi. Sang majikan disebut sering memamerkan koneksinya untuk menekan para ART.
"Teh Siti sama Teh Nur itu diintimidasi. 'Kamu jangan ikut-ikutan seperti Hera, orang-orang saya, banyak anggota DPR, banyak polisi-polisi'," ucap Basuki.
Pihak kuasa hukum berkomitmen terus mendampingi pemulihan kondisi kejiwaan Nur Rohmah secara berkala.
"Nanti kami berkala akan datangi (psikolog) dengan harapan sampai kembali normal kembali psikisnya seperti sebelumnya," ungkap Basuki.
