Kumparan Logo

Ye Bawa Konsep Dome Stage ke GBK, Panggung Berbentuk Bola Dunia

kumparanHITSverified-green

ยทwaktu baca 2 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
menghadiri Pesta Oscar Vanity Fair 2020 setelah acara Oscar ke-92 di The Wallis Annenberg Center for the Performing Arts di Beverly Hills pada 9 Februari 2020. Foto: Jean-Baptiste Lacroix / AFP
zoom-in-whitePerbesar
menghadiri Pesta Oscar Vanity Fair 2020 setelah acara Oscar ke-92 di The Wallis Annenberg Center for the Performing Arts di Beverly Hills pada 9 Februari 2020. Foto: Jean-Baptiste Lacroix / AFP

Musisi YE alias Kanye West dipastikan memboyong konsep panggung ikonik Dome Stage ke Jakarta pada 24 Oktober 2026 saat menggelar konser di Stadion Utama Gelora Bung Karno (GBK).

Konsep panggung berbentuk bola dunia ini dirancang memberikan pengalaman visual 360 derajat yang belum pernah ada sebelumnya di Indonesia.

Dome Stage jadi identitas visual ikonik yang melekat pada setiap pertunjukan YE di berbagai belahan dunia. Dengan instalasi panggung berskala raksasa, penonton akan ditempatkan di pusat pertunjukan, memungkinkan aksi panggung dinikmati dari setiap sudut stadion tanpa terhalang batas.

menghadiri Pesta Oscar Vanity Fair 2020 setelah acara Oscar ke-92 di The Wallis Annenberg Center for the Performing Arts di Beverly Hills pada 9 Februari 2020. Foto: Jean-Baptiste Lacroix / AFP

Head of Production Raw Vision Collective, Darshan Pridhnani, menegaskan seluruh standar produksi yang akan dihadirkan di GBK akan sama persis dengan apa yang dilihat penggemar di konser-konser YE lainnya.

"Apa yang kita lihat di luar negeri, yang viral, yang setiap kali ada postingan di online tentang Ye punya konser, itu yang akan ada di GBK. Semua produksi yang ada di luar negeri itu yang akan dibawa ke GBK dengan total lasernya, proyektornya, itu semua dengan all pyro technology," kata Darshan dalam jumpa pers di Senayan, Jakarta.

Guna memastikan kualitas pertunjukan tetap terjaga, tim teknis internal dari YE akan turun tangan langsung dalam proses instalasi. Raw Vision Collective berkomitmen menghadirkan pengalaman musik yang imersif melalui perpaduan tata artistik dan teknologi mutakhir.

"Semuanya itu, baik pun produksi-produksinya, dibawa oleh timnya Ye sendiri untuk make sure that we have the best experience for Indonesia," imbuh Darshan.

Tampil di PFW Show Balenciaga, Kanye West jalan di catwalk penuh lumpur. Foto: Dok. Balenciaga

Alasan Pemilihan GBK untuk Konser Kanye West

Pemilihan Stadion Utama GBK sebagai lokasi pun bukan tanpa alasan. Micha Ananda, CEO Raw Vision Collective, menceritakan tim YE langsung tertarik begitu melihat kemegahan stadion sebagai rumah bagi konsep Dome Stage.

"Ketika kami menunjukkan GBK kepada Ye dan timnya, arah pembicaraan langsung berubah dari 'apakah mungkin' menjadi 'oke, ayo kita buat ini jadi besar'. Kami juga sampaikan kepada mereka, kami ingin mengembalikan Indonesia sebagai pusat musik dunia," tutur Ananda.

Dengan perpaduan konsep Dome Stage yang megah dan teknologi produksi kelas dunia, konser ini diharapkan memperkuat posisi Jakarta di mata industri musik global.

"Kehadiran penonton dari Indonesia maupun mancanegara diharapkan semakin memperkuat posisi Jakarta sebagai destinasi pertunjukan seni tingkat internasional," tutup Ananda.

Tiket konser Kanye West di Jakarta sudah bisa didapatkan di yejakarta.com dan Loket.