Konten dari Pengguna

Pesta Kacang Lewuhala, Wisata Budaya Sarat Pesan Mistis yang Menyembuhkan

Vinsen Belawa Making

Vinsen Belawa Making

Kepala Lembaga Penelitian, Pengembangan dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LP3M) Universitas Citra Bangsa

ยทwaktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Vinsen Belawa Making tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Tunu muku manu/makan ayam dan pisang bakar, sebuah perjamuan spritual. Foto: Dok. Pribadi
zoom-in-whitePerbesar
Tunu muku manu/makan ayam dan pisang bakar, sebuah perjamuan spritual. Foto: Dok. Pribadi

Salah satu pesta budaya terbesar di Lembata, Nusa Tenggara Timur (NTT), dalam tataran Budaya Lamaholot adalah Pesta Kacang atau dalam bahasa asli Ile Ape Weru Lewu atau Uta Weru. Ada lima klan atau kampung lama yang menjalankan tradisi yaitu Lewotolok, Atawatung, Napaulun, Lewuhala, dan Lamariang.

Menurut sejarah, tradisi ini dilakukan dari kampung ke kampung antara ke lima kampung yang ada. Dari Lima kampung ini yang terbesar adalah Lewuhala.

Bayangkan ada 77 rumah adat dalam satu wilayah yang berada tepat di garis batas puncak gunung. Ada banyak tahapan upacara yang dilakukan berurutan dalam tradisi ini dan semuanya penuh dengan pesan mistis.

Acara Haru Dula, simbol pembersihan diri dari dosa dan kesalahan. Foto: Dok. Pribadi

Ada upacara pemanggilan roh leluhur (hodi ama opo), kurban perdamaian (mengorbankan anak ayam), memberi makan rumah adat (pau lango), menyalakan api tradisonal (gehe kenehe), pengurapan semua anak suku (haru dula), perjamuan bersama para lelulur, hingga tarian sukacita (neba).

Semua ini sarat akan nilai-nilai spiritual dan tentunya dapat membantu semua yang terlibat untuk lebih dekat dengan Sang Pencipta dan menyerahkan semua hidup dan kehidupannya hanya ke dalam tangan Dia Yang Agung.

Ayam yang mati dengan kaki lurus artinya semua aman dan siap melanjutkan acara. Foto: Dok. Pribadi

Ini secara simbolis dinyatakan dalam ungkapan syukur atas hasil panen yang diterima dalam satu musim atau satu tahun. Pesan rohani/mistis ini apabila dihayati dengan sepenuh hati akan mendatangkan kebahagian lahir dan batin.

Inilah yang menyebabkan kenapa semua anak rantau yang lahir dari rahim kampung ini harus kembali untuk acara yang satu ini. Sekali lagi ritual ini menjadi salah satu alternatif penyembuhan spiritual jika semua yang terlibat benar-benar menghayatinya secara benar.

Salah satu ritual makan bersama di Koke. Foto: Dok. Pribadi

Tertarik dan ingin terlibat dalam ritual ini? Kamu bisa datang ke Ile Ape Lembata, NTT, setiap akhir bulan September dan awal bulan Oktober setiap tahunnya.