Konten dari Pengguna

Asal Tari Maengket, Sejarah, dan Nyanyiannya

Viral Food Travel

Viral Food Travel

Berita viral seputar Food dan Travel

·waktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Viral Food Travel tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi Tari Maengket. Foto: Pixabay
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi Tari Maengket. Foto: Pixabay

Tari Maengket berasal dari Minahasa, Sulawesi Utara. Tarian ini dilakukan oleh sekelompok orang. Mereka tidak hanya menari, tapi juga bernyanyi.

Tari Maengket bermakna ucapan terima kasih kepada Tuhan Yang Maha Esa atas hasil panen yang baik. Makanya, pada zaman dahulu, tarian ini dilakukan usai panen.

Sejarah Tari Maengket

Ilustrasi Tari Maengket. Foto: Pixabay

Terkait Tari Maengket, belum diketahui pasti kapan pertama kali tarian ini muncul. Namun, maengket sudah ada sejak abad ke-7.

Maengket berarti bergerak bersama-sama sambil menyanyikan lagu tanpa ada mahtuur atau tumutu’ur (pemimpin lagu). Biasanya, mereka bergerak sambil berpegangan tangan, membentuk lingkaran (mapurengkey) dengan gerakan maju-mundur mengikuti ritme lagu.

Maengket lahir dari tradisi gotong royong masyarakat di Minahasa. Sebagai masyarakat yang hidup dari bercocok tanam, mereka saling membantu. Budaya gotong-royong masyarakat Minahasa dikenal dengan istilah Mapalus.

Maengket menjadi seni tari pada awal abad ke-20. Sekelompok orang akan menari diiringi alat musik khusus, yaitu tambor, gong, dan tetengkoren.

Ciri khas lain dari Tari Maengket adalah adanya satu wanita yang disebut kapel, yakni pemimpin dalam tarian. Kapel dibedakan dari bajunya.

Tari Maengket pun tidak lagi hanya ditarikan usai panen. Tari Maengket sering dibawakan di acara pernikahan, festival seni tari, dan lainnya.

Nyanyian Tari Maengket

Ilustrasi Tari Maengket. Foto: Pexels

Dirangkum dari situs kemdikbud, Tari Maengket memiliki 16 macam nyanyian yang menjadi tema tarian. Berikut daftarnya:

  1. Marojor, asal katanya adalah rojor yang berarti lurus, besar, bagus.

  2. Maowei Makamberu, artinya menyanyi sambil memetik padi, mengumpulkan padi dan menceraikan padi dengan hampa-hampa jerami.

  3. Marambak, asal katanya adalah rambak yang berarti menyentakkan kaki ke lantai.

  4. Mareindeng, asal katanya adalah reindeng yang berarti bunyi nyaring dan merdu.

  5. Mawinson, asal katanya adalah winson yang berarti ikut berulang ulang.

  6. Masambo, asal katanya adalah ambo yang berarti capai.

  7. Mapurengkei, asal katanya adalah rengkei yang berarti tinggi.

  8. Matolok (malolok), asal katanya adalah lulu yang berarti orang pendek atau wanita pendek.

  9. Masama, Masawuna, Masawona, asal katanya adalah sawo yang berarti waktu isi biji padi masih cair.

  10. Masiserap, asal katanya adalah serap yang berarti bulan.

  11. Maurei, asal katanya adalah urei yang berarti ikat berkas.

  12. Makarei asal katanya adalah kerei yang berarti bersihkan.

  13. Maweso asal katanya adalah weso yang berarti tarik.

  14. Maijap asal katanya adalah ijap yang berarti sinar gilang gemilang.

  15. Marani asal katanya adalah rani yang berarti licin.

  16. Matambak asal katanya adalah tambak yang berarti ingat.

Ke-16 macam nyanyian Tari Maengket ini dinyanyikan seperti puisi. Meski banyak, tapi dalam perkembangannya, sekarang hanya ada 2 macam nyanyian Tari Maengket, yakni Makamberu dan Marambak.

Itulah penjelasan mengenai asal Tari Maengket, sejarahnya, dan nyanyiannya. Semoga membantu, ya!

(DEL)

Frequently Asked Question Section

Tari Maengket dipimpin oleh siapa?

chevron-down

Ciri khas lain dari Tari Maengket adalah adanya satu wanita yang disebut kapel, yakni pemimpin dalam tarian. Kapel dibedakan dari bajunya.

Apa saja nyanyian dalam Tari Maengket?

chevron-down

Meski banyak, tapi dalam perkembangannya, sekarang hanya ada 2 macam nyanyian Tari Maengket, yakni Makamberu dan Marambak.

Apa makna Tari Maengket?

chevron-down

Tari Maengket bermakna ucapan terima kasih kepada Tuhan Yang Maha Esa atas hasil panen yang baik.