Konten dari Pengguna

Dulu Dagang Pulsa, Kini Perempuan Ini Usaha Tahu Goreng Beromzet Rp 457 Juta

Viral Food Travel

Viral Food Travel

Berita viral seputar Food dan Travel

comment
3
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Viral Food Travel tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi Tahu Jeletot Taisi. Foto: instagram Tahu Taisi
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi Tahu Jeletot Taisi. Foto: instagram Tahu Taisi

Kamu ngaku pencinta tahu goreng? Belum afdol kalau tak pernah merasakan tahu pedas satu ini. Camilan tersebut sudah banyak varian dan merek yang bisa menjadi pilihanmu. Seperti yang dilakukan oleh seorang perempuan pengusaha kuliner yang satu ini. Ia berhasil mengembangkan salah satu varian tahu isi.

Tahu Jeletot Taisi, namanya. Merek ini menjadi semakin terkenal ketika berhasil dicetuskan dan dikembangkan oleh Rosie Pakpahan. Perempuan ini telah menjalani serangkaian proses panjang yang mendukungnya hingga bisa mendirikan 400 lebih cabang bisnis kuliner tahu pedas ini.

Namun, ternyata perjalanannya tidak semulus seperti yang kita kira. Ia pernah menjadi seorang penjual voucher pulsa, bahkan petugas foto copy saat masih kuliah.

Simak perjalanannya dalam membangun bisnis kuliner tahu isi ini, yuk.

Ilustrasi produk Tahu Taisi. Foto: Facebook Tahu Isi Jeletot

Setelah menyelesaikan studi S1-nya, Rosie Pakpahan memulai untuk mencoba pendapatan tersendiri tanpa menyusahkan kedua orang tuanya. Rosie besar dari keluarga seorang supir angkot yang tidak lelah untuk bekerja keras. Hal tersebut diterapkannya setelah menyelesaikan studi sastra Jepang di salah satu universitas di Jakarta.

Ia mencoba melamar sebagai seorang pekerja marketing, di sana ia mengamati kebiasaan para pengusaha setiap hari. Ia pun terinspirasi untuk mendirikan bisnisnya sendiri. Mulai dari berjualan sepatu sandal hingga menjadi pebisnis foto copy.

Durasinya berjualan di bilangan Blok M bisa dihitung dengan jari, ia hanya mampu bertahan selama 1 tahun 5 bulan saja. Hingga akhirnya ia mengalami kebangkrutan karena modal yang tidak mencukupi kala itu.

Setelah kembali gagal dalam peruntungan bisnis foto copy-an, ia mencoba berjualan voucher untuk gawai. Karena kurangnya pengalaman dan relasi yang cukup, ia sempat di tipu dan membuat usahanya tak berumur panjang.

instagram embed

Namun ia tidak patah arang. Berkat segala usaha dan jerih payah dalam menghadapi kebangkrutan di masa lalu, ia mencoba dunia bisnis tahu. Perempuan kelahiran 1977 ini mendapatkan pencerahan ketika melihat banyak penjual tahu di tepi jalan.

Kemudian ia berpikir bahwa bisnis kuliner tahu memang tidak pernah ada matinya. Dari sana ia mulai mencoba untuk berjualan tahu. Ia mencari cara untuk mendapatkan modal usaha, bahkan ia sempat menggadaikan STNK kepada mantan bosnya.

Dengan uang sebesar Rp 10 juta yang didapatkannya, ia mulai membuat gerobak dan membeli peralatan yang bisa mendukung untuk berjualan tahu. Rosie juga mulai memproduksi tiga hingga lima papan tahu per hari di awal-awal usahanya.

Ia sempat lelah dalam menghadapi cobaan usaha, memang dagangannya sempat tidak laku, dan itu harus membuang semua tahu yang sudah diproduksinya. Ia bersama suami mencoba memutar otak untuk bisa mendapat jalan keluarnya.

video youtube embed

Ia mencoba pasar ibu-ibu yang ada di sekolah anaknya untuk mencicipi tahu buatannya. Sejak saat itu , ia mulai mengembangkan bisnisnya dengan baik. Selama enam bulan pertama, ia bisa memiliki enam gerai yang menjajakan tahu isinya.

Kini, ia sudah memiliki 457 mitra Tahu Jeletot Taisi, bahkan ia dan sang suami sudah bisa membuat franchise dari produk ini. Legalitas sudah lengkap, ditambah lagi kemasannya yang sudah menjamin food grade.

Setelah langkah pertama di tahun 2012 berjalan, kini ia memiliki omzet Rp 1 juta di setiap gerainya. Ia juga sudah memiliki 35 pegawai di rumah produksi yang terletak di Depok, Jawa Barat. Dengan produksi minimal 15.000 tahu jeletot untuk mitranya di Jabodetabek.

Wah, dari segala usaha dan jerih payahnya, Rosie memang bisa menjadi panutan dalam mencoba peruntungan bisnis kuliner, ya. Kalau kamu apakah ingin mengubah nasib seperti Rosie dengan berjualan makanan?

embed from external kumparan