Food & Travel
·
23 Juli 2021 21:21
·
waktu baca 2 menit

Fungsi Tari Gambyong, Seni Pertunjukan yang Khas

Konten ini diproduksi oleh Viral Food Travel
Fungsi Tari Gambyong, Seni Pertunjukan yang Khas (216869)
searchPerbesar
Fungsi tari Gambyong sebagai seni pertunjukan. Sumber: Pemerintah Kabupaten Karanganyar
Fungsi tari Gambyong dikenal sebagai tari hiburan yang naik kelas menjadi tarian keraton. Portal Informasi Indonesia menyebutkan, tari Gambyong umumnya dipentaskan sebagai penghormatan untuk Dewi Sri sebagai simbol kesuburan saat musim tanam dan panen padi oleh masyarakat Jawa.
ADVERTISEMENT
Sebelum masuk ke dalam lingkungan keraton, tari Gambyong merupakan tari pergaulan yang disebut dengan tari Tayub. Tari ini selalu ditampilkan pada hajatan tradisional yang ada di desa-desa, seperti pernikahan dan sunatan.

Fungsi Tari Gambyong

Fungsi Tari Gambyong, Seni Pertunjukan yang Khas (216870)
searchPerbesar
Fungsi tari Gambyong sebagai seni pertunjukan. Sumber: Portal Informasi Indonesia
Fungsi tari Gambyong, dirangkum melalui buku Sejarah Tari Gambyong Seni Rakyat Menuju Istana (2011) yang ditulis oleh Sri Rochana Widyastutieningrum, dahulu merupakan sebuah hiburan rakyat yang berubah menjadi kesenian keraton.
Tari Gambyong merupakan bentuk perkembangan dari tari Tlèdhèk atau Talèdhèk mengamen yang ada sejak zaman Demak. Pertunjukan ini akan diiringi dengan rebana, kendang, dan nyanyian yang dipercaya telah eksis sejak zaman Hinduisme dan dikenal sebagai angigel angidung. Cikal bakal tari Gambyong ini juga berfungsi sebagai upacara keagamaan pada saat itu.
ADVERTISEMENT
Disebutkan, Tlèdhèk mempunyai gaya tari yang mirip dengan penari ronggeng yang menjadi hiburan bagi laki-laki golongan atas maupun golongan bawah. Selain Tlèdhèk, tari Gambyong juga merupakan seni tari yang berkembang dari tari Tayub yang telah dikenal sejak zaman Kerajaan Jenggala.
Fungsi Tari Gambyong, Seni Pertunjukan yang Khas (216871)
searchPerbesar
Fungsi tari Gambyong sebagai seni pertunjukan. Sumber: Dinas Pariwisata Solo
Tari Gambyong mulai berkembang pada zaman Susuhunan Paku Buwana IX. Pada waktu itu, tarian ini sudah diperhalus dengan kaidah tari keraton, sehingga berbeda dari sebelumnya.
Dahulu, raja di Jawa kerap mengundang para seniman desa ke istana untuk kemudian diserap kepandaian dan keterampilannya. Hal ini menjadikan kesenian desa tersebut menjadi lebih halus dan sesuai dengan rasa serta keindahan ideal para bangsawan setelah dimodifikasi oleh para seniman istana.
Bisa disimpulkan bahwa sejak dulu, tari Gambyong yang merupakan perpaduan tari rakyat dan tari istana ini berfungsi sebagai kesenian. Setelah diperkenalkan kepada khalayak umum, tari tradisional ini kemudian berkembang di masyarakat.
ADVERTISEMENT

Fungsi Tari Gambyong sebagai Seni Pertunjukan

Fungsi Tari Gambyong, Seni Pertunjukan yang Khas (216872)
searchPerbesar
Fungsi tari Gambyong sebagai seni pertunjukan. Sumber: Dinas Pariwisata Kota Surakarta
Dalam kehidupan masyarakat, fungsi tari Gambyong adalah sebagai seni pertunjukan yang dikelompokan menjadi,
  1. Sarana upacara: tari Gambyong akan ditampilkan sebagai bagian tari Tayub untuk tujuan upacara seperti panen padi, bersih desa, dan perkawinan. Namun saat ini gambyong juga berfungsi sebagai tari yang digunakan untuk menyambut tamu atau pembukaan acara seperti peresmian gedung, kongres, dan festival.
  2. Hiburan pribadi: tari Gambyong akan mengisi berbagai acara perayaan yaitu hari ulang tahun kenegaraan, pesta-pesta pernikahan, khitan, dan lain-lain.
  3. Tontonan: tari gambyong akan dipentaskan sebagai tontonan dalam acara pementasan wayang orang, ketoprak, acara lomba, dan banyak lagi.
Nah jadi jelas ya fungsi tari Gambyong yang telah dijabarkan di atas. Apakah kamu pernah melihat pertunjukan tari Gambyong sebelumnya?
ADVERTISEMENT
(SYA)
Baca Lainnya
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020