Food & Travel
·
22 Juli 2021 20:39
·
waktu baca 2 menit

Fungsi Tari Merak, Tarian Sambutan hingga Menjadi Ikon Budaya

Konten ini diproduksi oleh Viral Food Travel
Fungsi Tari Merak, Tarian Sambutan hingga Menjadi Ikon Budaya (30444)
searchPerbesar
Ilustrasi fungsi tari Merak sebagai pengisi berbagai acara. Sumber: Dinas Pariwisata Kota Surakarta
Fungsi tari Merak dan perkembangannya memang memiliki perjalanan tersendiri. Tari tradisional asal Bandung ini dahulu diciptakan untuk menyambut para tamu negara dan saat ini telah bertransformasi menjadi warisan budaya serta ikon dari Jawa Barat,
ADVERTISEMENT
Tari Merak adalah visualisasi tingkah laku burung merak jantan ketika mereka memamerkan bulu-bulu indahnya dalam rangka menarik perhatian para betina.
Seni tari ini diciptakan oleh Raden Tjetje Somantri pada tahun 1950-an dan dikembangkan oleh Irawati Durban Ardjo dengan membuat ulang gerakan, kostum, dan penampilan tari Merak secara keseluruhan pada tahun 1965.

Fungsi Tari Merak

Fungsi tari Merak, seperti yang dikutip melalui laman Kemendikbud, telah berubah seiring dengan perkembangannya. Pada tahun 1980, tari Merak hanya berfungsi sebagai sarana pendidikan bagi kesenian Sunda, lalu tari ini tumbuh menjadi sebuah karya fenomenal yang bernilai sehingga saat ini menjadi ikon Jawa Barat sekaligus warisan budaya.
Fungsi tari Merak ini tidak lepas dari peran Raden Tjetje Somantri dan Irawati Durban Ardjo. Jurnal Bentuk Visual Kostum Tari Merak Jawa Barat Karya Irawati Durban Ardjo (2020) oleh Venny Agustin Hidayat menyebutkan bahwa dahulu tarian ini berfungsi untuk menyambut untuk tamu kehormatan negara atau tamu-tamu penting lainnya.
ADVERTISEMENT
Faktanya, Merak memang pertama kali diciptakan oleh Raden Tjetje Somantri pada tahun 1955 untuk menghibur para delegasi Konferensi Asia Afrika.
Namun, saat ini, fungsi tari Merak sudah secara bebas ditampilkan dalam berbagai macam acara, seperti upacara pernikahan, pentas seni, festival, wisuda, penyambutan tamu agung, peresmian gedung, dan lain sebagainya.
Fungsi Tari Merak, Tarian Sambutan hingga Menjadi Ikon Budaya (30445)
searchPerbesar
Ilustrasi fungsi tari Merak sebagai ikon budaya. Sumber: Dinas Pariwisata dan Kebudayaan DKI Jakarta

Gerakan Tari Merak

Gerakan tari Merak milik Raden Tjetje Somantri dikembangkan oleh Irawati Durban Ardjo.
Raden Tjetje Somantri menciptakan tari Merak dari gaya tari Sunda yang terinspirasi oleh gerak gerik merak jantan dengan pola lantai berjajar dua ke samping ataupun ke belakang dan ditarikan oleh enam orang penari.
Sementara itu tari Merak garapan Irawati tetap mempertahankan gerakan tari tradisional Sunda seperti ayun soder, kembang kuray, merak ulin, dan gigibrig-kokoer.
ADVERTISEMENT
Namun uniknya, ia memasukan unsur tari lain seperti tari Jawa, Bali, India, Birma hingga Balet yang ditarikan oleh tiga sampai sepuluh orang dengan pola lantai beragam yang akan disesuaikan dengan jumlah penari dan bentuk panggung.

Nilai Budaya dalam Tari Merak

Tari Merak ternyata juga memiliki nilai budaya tersendiri yaitu,
  • Nilai kebersamaan: tergambar dalam gerakannya yang bisa dilakukan bersama maupun bergantian. Tari Merak membutuhkan kekompakan gerak dan keahlian yang sama demi menghasilkan gerakan tari yang dinamis.
  • Nilai religi: menggambarkan rasa syukur kepada Tuhan atas keindahan alam termasuk hewan sebagai makhluk hidup ciptaan-Nya.
  • Nilai kehalusan budi: nilai ini terpancar dari gerakan tari Merak yang terstruktur secara baik, rapi, dan juga indah.
Nah, itu dia fungsi tari Merak beserta gerakan dan nilai budaya yang terkandung di dalamnya. Menarik ya?
ADVERTISEMENT
(SYA)