Food & Travel
·
22 Juli 2021 20:39
·
waktu baca 1 menit

Gerakan Tari Merak, Lambang Keindahan Bulu Ekor Merak Jantan

Konten ini diproduksi oleh Viral Food Travel
Gerakan Tari Merak, Lambang Keindahan Bulu Ekor Merak Jantan (93385)
searchPerbesar
Gerakan tari Merak. Sumber: Dinas Pariwisata dan Kebudayaan DKI Jakarta
Gerakan tari Merak merupakan gambaran tingkah laku burung merak jantan ketika mereka memamerkan bulu-bulu indahnya untuk menarik perhatian para betina. Tari Merak sendiri adalah seni tari asal Bandung, Jawa Barat.
ADVERTISEMENT
Tari Merak juga dikenal sebagai tari kreasi yang diciptakan oleh Raden Tjetje Somantri di tahun 1950-an.
Namun dalam perkembangannya, tokoh Irawati Durban Ardjo mengambil alih dan melanjutkan tari Merak dengan membuat ulang gerakan, kostum, dan penampilan tari tersebut secara keseluruhan di tahun 1965.

Gerakan Tari Merak

Gerakan tari Merak milik Raden Tjetje Somantri dikembangkan oleh Irawati Durban Ardjo. Dilansir melalui laman Kemdikbud, Raden Tjetje Somantri melahirkan tari Merak dari gaya tari Sunda yang terinspirasi dari gerak-gerik merak jantan.
Gerakan tari Merak Tjeje berpola lantai berjajar dua ke samping ataupun ke belakang dan ditarikan oleh enam orang penari.
Sementara itu tari Merak garapan Irawati tetap mempertahankan gerakan tari tradisional Sunda seperti ayun soder, kembang kuray, merak ulin, dan gigibrig-kokoer yang dimasukan unsur tari lain seperti tari Jawa, Bali, India, Birma hingga Balet yang ditarikan oleh tiga sampai sepuluh orang dengan pola lantai beragam yang disesuaikan dengan jumlah penari dan bentuk panggung.
Gerakan Tari Merak, Lambang Keindahan Bulu Ekor Merak Jantan (93386)
searchPerbesar
Gerakan tari Merak. Sumber: Dinas Pariwisata dan Kebudayaan DKI Jakarta

Gerakan Tari Merak sebagai Perpaduan

Berikut perpaduan gerakan tari Merak:
ADVERTISEMENT
  1. Masuk panggung: gerakan ini awalnya membuat penari masuk sambil melakukan gerakan mengepakan sayap (trisik) dan membentangkan ekor secara bergiliran namun kemudian ditambah dengan gerakan ngelayang beber buntut.
  2. Ngayun soder: mengayun soder ke depan, melakukan kepret ke samping, diikuti gerakan trisik, dan ditambah gerakan bagian kepala yakni godeg 1 gong.
  3. Kembang kuray: gerakan seekor merak saat sedang berjemur yang ditambah dengan sentuhan tari balet untuk memperlihatkan kuncung kebanggaan merak jantan. Gerakan ini juga dikenal sebagai kiprah merak kuncung.
  4. Keupat muray: gerakan yang hanya ada dalam gerakan tari Merak Irawati Durban dalam menggambarkan seekor merak yang berjalan dengan angkuh dengan unsur tari Balet di dalamnya.
  5. Merak ulin: gerakan yang menggambarkan burung merak ketika sedang bermain dan berkejaran.
  6. Ngibing sosoderan: gerakan di mana penari akan melakukan mincid ke kanan dan ke kiri yang hanya muncul pada tari Merak Irawati Durban.
  7. Geleber merak mentang buntut: gerak tari selanjutnya yang diciptakan oleh Irawati Durban ini adalah gerak merak yang sedang membanggakan keindahan ekornya. Gerakan ini mengharuskan penari melangkah ke samping sambil menggeliat, berputar, gebah, dan meloncat.
  8. Gigibrig-kokoer: gerak memersihkan badan dan mengais.
  9. Nyalisik-bibintih: gerakan terakhir dalam tari Merak Irawati Durban yang mengibaratkan merak jantan ketika membersihkan kepala dan mendatangi pasangannya. Gerakan ini akan diulang dua kali oleh penari.
ADVERTISEMENT

Gerakan Tari Merak dan Nilai Budayanya

  • Nilai kebersamaan: tergambar dalam gerakan yang dilakukan bersama maupun bergantian yang membutuhkan kekompakan gerak serta keahlian yang sama demi menghasilkan gerakan dinamis.
  • Nilai religi: menggambarkan rasa syukur kepada Tuhan atas keindahan alam termasuk makhluk hidup ciptaan-Nya.
  • Nilai kehalusan budi: nilai ini terpancar dari gerakan tari Merak yang terstruktur secara baik, rapi, dan indah.
(SYA)