Kisah Anak Yatim dan Buruh Tani yang Tajir Melintir karena Jualan Ayam Goreng

Berita viral seputar Food dan Travel
Tulisan dari Viral Food Travel tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Banyak orang lahir dengan kondisi yang serba terbatas. Tapi bagi Harland David Sanders, itu tak menghentikannya untuk terus berusaha.
Sanders yang lahir di Kentucky, AS, pada 9 September 1890 harus kehilangan ayahnya di usia 6 tahun. Dia dipaksa bersikap dewasa sebelum waktunya. Ketika sang ibu bekerja sebagai petani seharian, Sanders harus mengurus adik-adiknya; menyiapkan makanan dan menyuapi mereka.
Di umur 12 tahun sang ibu menikah lagi. Tapi bukannya mendapat bimbingan dan kehangatan seorang ayah, Sanders malah dikirim ke luar kota untuk bekerja sebagai buruh tani. Dia juga terpaksa putus sekolah dan memilih untuk menghabiskan waktunya sehari-hari mencari uang.
Beranjak dewasa, Sanders bekerja serabutan; menyalakan mesin uap kereta api, menjual asuransi, menjual ban, membuat sistem pencahayaan, hingga mengoperasikan kapal feri. Sebelumnya dia juga pernah tugas militer di Kuba.
Di usia 40 tahun, Sanders bikin pom bensin kecil dan tempat istirahat buat para pelancong. Karena jago masak, lokasi itu kemudian terkenal karena makanannya. Sanders pun percaya diri untuk mendedikasikan lokasi tersebut menjadi tempat makan.
Hingga 9 tahun kemudian, di usia 49 tahun, Sanders membuat resep ayam goreng khas dengan kandungan 11 rempah-rempah. Dia juga punya perangkat baru dan alat memasak yang menghasilkan ayam dengan konsistensi ideal yang dia cari.
Restoran Sanders populer di kalangan pelancong dan dia dapat penghargaaan Colonel pada 1950 dari Gubernur Kentucky. Ini adalah penghargaan tertinggi yang bisa diberikan pemimpin daerah di sana. Sanders kemudian membentuk image-nya dengan rambut putih dan setelan jas serba putih berdesain khas, serta dasi Colonel Kentucky yang membuatnya menjadi ikon kultur pop.
Dua tahun kemudian, Sanders melihat kesempatan lain. Dia menitipkan ayam goreng andalannya ke sejumlah restoran dengan imbalan royalti 4 sen untuk setiap bagian yang terjual. Sanders mewajibkan ayamnya itu diperkenalkan dengan nama ‘Kentucky Fried Chicken’ di daftar menu.
Namun seperti roda kehidupan, Sanders juga sempat terpuruk. Pada 1956 dia bahkan cuma punya US$ 105 sebagai sumber penghasilan tiap bulan. Itu pun dana pensiun dari pemerintah. Tapi, meski usianya sudah uzur, dia menolak pensiun dalam kegagalan.
Karena restorannya sudah tutup, Colonel Sanders mendedikasikan tenaga dan pikirannya untuk mengembangkan waralaba ayam gorengnya. Dia, bersama istrinya, berkendara dari satu restoran ke restoran lain, membawa perlengkapan masak dan resep andalan. Colonel menunjukkan kepada pemilik restoran cara dia memasak, dan membuat kesepakatan apabila si pemilik restoran suka dengan rasa ayamnya.
Pada 1963, Colonel Sanders sudah punya lebih dari 600 restoran di AS dan Kanada yang menjual Kentucky Fried Chicken. Hingga kemudian dia didekati investor secara agresif untuk membeli hak waralaba KFC.
Setelah dirayu selama berminggu-minggu, pada 1965 Colonel Sanders akhirnya menjual hak waralaba KFC sebesar US$ 2 juta (pada 2015 setara US$ 15 juta).
Di bawah kontrak, perusahaan Kentucky Fried Chicken akan mendirikan restoran sendiri di seluruh dunia dan tidak akan berkompromi dengan resep ayam. Sanders harus memiliki gaji seumur hidup sebesar US$ 40.000 (kemudian naik menjadi US$ 75.000), kursi di dewan, kepemilikan mayoritas waralaba KFC Kanada, dan akan berfungsi sebagai duta merek perusahaan.
Sanders tidak senang melepaskan bayinya, tetapi pada usia 75, ia memutuskan bahwa yang terbaik adalah melihat perusahaannya terus tumbuh melampaui kapasitasnya. Sanders meninggal dunia 16 Desember 1980 di usia 90 tahun.
