Food & Travel
·
10 Juni 2021 6:45
·
waktu baca 2 menit

Rumah Adat Jawa Barat Jolopong, Wujud Arsitektur Masyarakat Sunda

Konten ini diproduksi oleh Viral Food Travel
Rumah Adat Jawa Barat Jolopong, Wujud Arsitektur Masyarakat Sunda (166957)
Salah satu jenis rumah adat Jawa Barat. Sumber: Disparbud Jawa Barat
Rumah adat Jawa Barat merupakan salah satu kekayaan budaya nusantara yang telah diturunkan secara turun menurun.
ADVERTISEMENT
Sebagai salah satu bentuk arsitektur tradisional, rumah adat Jawa Barat seperti yang tertulis pada jurnal Kajian Arsitektur Tradisional Sunda Pada Desain Resort (2019) oleh Mohammad Sahril Adhi Saputra dan Anggana Fitri Satwikasari dibangun berdasarkan kaidah tradisi yang dianut oleh masyarakat setempat.
Selain itu, rumah tradisional milik masyarakat Jawa Barat ini tak hanya berfungsi sebagai tempat tinggal semata namun juga menjadi sebuah identitas dan cerminan dari bentuk serta adaptasi lingkungan, budaya dan kondisi sosial masyarakat.

Susunan Rumah Adat Jawa Barat

Rumah Adat Jawa Barat Jolopong, Wujud Arsitektur Masyarakat Sunda (166958)
Ilustrasi bangunan rumah adat Jawa Barat. Sumber: Kemdikbud
Dalam membangun rumah, masyarakat Jawa Barat berlandaskan sistem kosmologi mengenai alam semesta. Oleh karena itu, bangunan rumahnya disusun berdasarkan kosmologi susunan tubuh manusia sebagai salah satu perwujudan semesta yang terdiri atas:
ADVERTISEMENT
  • kepala (hulu), bagian terhormat, mulia dan agung ini dalam struktur bangunan berbentuk atap yang tersusun atas dua komponen yaitu kuda-kuda dan langit-langit. Atap rumah biasanya terbuat dari kayu dan juga bambu,
  • badan (awak), bagian tengah dalam bangunan rumah adat Jawa Barat ini digunakan sebagai tempat tinggal manusia dan pusat dunia yang bermakna keseimbangan. Kerangka dari rumah bagian tengah tersusun atas dinding dan lantai,
  • kaki (suku), berada di posisi paling bawah pada bangunan rumah, posisi ini adalah tanah yang merupakan simbol kematian. Oleh sebab itu lantai dari rumah tidak menempel langsung dengan tanah dan ditinggikan dengan umpak.

Rumah Adat Jawa Barat Jolopong

Rumah Adat Jawa Barat Jolopong, Wujud Arsitektur Masyarakat Sunda (166959)
Ilustrasi atap Jolopong rumah adat Jawa Barat. Sumber: Disparbud Jawa Barat
Rumah adat Jawa Barat yang paling populer adalah rumah Jolopong. Dalam buku Rumah Adat Nusantara (2017) milik Intania Poerwaningtias dan Nindya K. Suwarto, rumah Jolopong adalah sebuah rumah panggung yang memiliki jarak dengan tanah setinggi 40-50 cm. Terdapat juga tangga yang berada di teras rumah mengingat adanya jarak antara rumah dan juga tanah.
ADVERTISEMENT
Salah satu yang khas dari hunian tradisional ini adalah atapnya yang memanjang dan memiliki bentuk segitiga sama kaki yang tergolek lurus sehingga disebut dengan jolopong (terkulai).
Jolopong juga memiliki nama lain yakni suhunan panjang yang memisahkan kedua bidang atap di bagian tengah. Bentuk atap rumah Jolopong ini merupakan bentuk dasar dari hampir seluruh rumah adat Sunda.
Bahan-bahan material yang digunakan untuk membangun rumah Jolopong adalah bahan alami seperti kayu, bambu, daun kelapa, ijuk, batu dan juga tanah.

Ruangan pada Jolopong sebagai Rumah Adat Jawa Barat

Rumah Adat Jawa Barat Jolopong, Wujud Arsitektur Masyarakat Sunda (166960)
Ilustrasi Jolopongsebagai salah satu rumah adat Jawa Barat. Sumber: FORDA Kementerian LHK
Menurut Arsitektur Tradisional Daerah Jawa Barat (1998) yang ditulis oleh Drs. Dasum Muonas, dkk, rumah dengan atap Jolopong terdiri atas empat ruangan yakni,
  1. ruang depan yang disebut dengan emper atau tepas,
  2. ruang tengah yang disebut dengan imah atau patengahan,
  3. ruang samping yang disebut dengan pangkeng,
  4. ruang belakang yang terdiri atas dapur (pawon) dan menyimpan beras (padaringan).
ADVERTISEMENT
Nah itu dia tadi informasi menarik mengenai rumah adat Jawa Barat. Apakah kamu pernah melihat bangunan rumah tradisional yang satu ini?
(SYA)