Konten dari Pengguna

Tari Balean Dadas Berasal dari Mana? Ini Jawabannya

Viral Food Travel

Viral Food Travel

Berita viral seputar Food dan Travel

·waktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Viral Food Travel tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi Tari Balean Dadas. Foto: Pixabay
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi Tari Balean Dadas. Foto: Pixabay

Tari Balean Dadas berasal dari Kalimantan Tengah. Tarian ini lahir dari suku Dayak Ma’anyan. Tari Balean Dadas sempat menjadi juara dalam Lomba Karnaval Budaya di Festival Isen Mulang 2019, loh!

Berbeda dengan tarian lain yang biasanya dilakukan untuk menghibur atau penghormatan, tari Balean Dadas mengandung makna lebih jauh lagi. Penasaran? Simak ulasannya di bawah ini.

Makna Tari Balean Dadas

Ilustrasi Tari Balean Dadas. Foto: Pexels

Dikutip dari situs mmc.kalteng.go.id, tarian Balean Dadas merupakan tarian yang dilakukan untuk meminta kesembuhan bagi orang yang sakit kepada Ranying Hantala Langit atau Tuhan.

Prosesi tarian ini biasanya dipimpin seorang dukun perempuan yang dalam bahasa Dayak disebut “balean dadas”. Tari-tarian dalam proses pengobatan ini menggunakan elemen simbolik dan ritual khusus. Jadi, tari Balean Dadas sangat kental dengan nuansa mistis.

Meski begitu, seiring perkembangan zaman, tarian Balean Dadas menjadi lebih sering dilakukan pada acara penyambutan atau peresmian. Sebab, penyembuhan bisa dilakukan di dokter.

Tarian Balian Dadas biasa ditampilkan dalam festival budaya dan telah dimodifikasi oleh sanggar-sanggar tari di Kalimantan Tengah. Modifikasi dilakukan agar tidak ada nuansa mistis seperti yang terjadi saat ritual pengobatan.

Tata Cara Tari Balean Dadas

Ilustrasi Tari Balean Dadas. Foto: Pixabay

Tari Balean Dadas biasanya dilakukan oleh 2 penari laki-laki dan 6 penari perempuan. Tarian dibuka dengan munculnya 2 penari perempuan sebagai dayang-dayang dukun, atau balean dadas.

Biasanya penari yang berperan sebagai dayang-dayang dukun menggunakan baju berwarna kuning dan selendang di pinggang dengan hiasan daun sawan dan juga janur.

Kemudian, 2 penari pria masuk, tugasnya sebagai dukun. Mereka semua lalu menari bersama-sama, diiringi musik dan lirik yang dibacakan seperti mantra.

Gerakan pada tarian Balean Dadas lebih banyak menggunakan gerakan tari berputar dan melingkar. Terdapat pula beberapa atraksi berbahaya yang dilakukan penari.

Busana Tari Balean Dadas

Busana yang digunakan oleh para penari adalah kain dengan lima warna khas suku Dayak, yakni warna merah, kuning, hijau, hitam, dan putih.

Aksesoris yang digunakan adalah gelang kuningan yang terbuat dari logam. Gelang ini akan menimbulkan suara gemrincing. Gelang yang digunakan para penari cukup berat, berbeda dengan gelang yang digunakan penari penari perempuan. Penari akan dipasangkan 3 gelang di tangan kanan dan 2 gelang di tangan kiri.

Aksesoris lainnya dalam tari Balean Dadas adalah hiasan daun sawan dan janur, kaling taring, mangkuk kuningan berisi beras dan kapur sirih.

Saat menari, penari akan duduk bersimpuh, mengambil mangkuk kuningan berisi beras dan kapur sirih lalu menaburkan beras sebanyak tiga kali. Gerakan ini digambarkan sebagai ritual pengobatan dengan penari yang melakukan gerakan tarian di alam bawah sadar mereka.

Itulah penjelasan tentang tari Balean Dadas yang berasal dari Kalimantan Tengah. Semoga membantu, ya!

(DEL)

Frequently Asked Question Section

Apa busana tari Balean Dadas?

chevron-down

Busana yang digunakan oleh para penari adalah kain dengan lima warna khas suku Dayak, yakni warna merah, kuning, hijau, hitam, dan putih.

Tari Balean Dadas dilakukan berapa orang?

chevron-down

Tari Balean Dadas biasanya dilakukan oleh 2 penari laki-laki dan 6 penari perempuan. Tarian dibuka dengan munculnya 2 penari perempuan sebagai dayang-dayang dukun, atau balean dadas.

Apa makna tari Balean Dadas?

chevron-down

Dikutip dari situs mmc.kalteng.go.id, tarian Balean Dadas merupakan tarian yang dilakukan untuk meminta kesembuhan bagi orang yang sakit kepada Ranying Hantala Langit atau Tuhan.