Fakta Bisnis Direct Selling Berkontribusi dalam Perekonomian Nasional
Tulisan dari Lisa Ramadhanty tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Bila Anda menyimak berita QNET terbaru, kabar menggembirakan akan Anda temukan. Saat ini pemerintah melalui Kementerian Perdagangan RI memberikan dukungan sepenuhnya terhadap bisnis direct selling di Indonesia.
Faktanya, keberadaan bisnis penjualan langsung sepanjang tahun 2019 telah memberikan kontribusi yang potensial terhadap perekonomian nasional.
Berdasarkan data yang dirilis oleh Kementerian Perdagangan terkait Laporan Tahunan Kegiatan Perusahaan Penjualan Langsung untuk kuartal tahun 2019, terdapat peningkatan data transaksi yang positif dan berpengaruh secara signifikan terhadap kondisi perekonomian nasional secara positif.
Inilah Pengaruh Positif Bisnis Direct Selling di Indonesia Terhadap Perekonomian Nasional
Sikap Menteri Perdagangan RI Agus Suparmanto yang mendukung sepenuhnya pelaksanaan bisnis direct selling di Indonesia bukan tanpa data.
Berdasarkan Laporan Tahunan Kegiatan Perusahaan Penjualan Langsung tahun 2019 diperoleh beberapa data yang cukup signifikan dan mempengaruhi perekonomian nasional secara positif. Apa saja data tersebut?
1.Transaksi Penjualan yang Cukup Signifikan
Sepanjang tahun 2019, bisnis penjualan langsung di Indonesia telah mencatatkan transaksi sebesar Rp16.342.190.981.810,00.
Angka transaksi ini terbilang signifikan di tengah kondisi perekonomian masyarakat yang cukup lesu karena faktor pandemi dan daya beli masyarakat yang menurun.
Oleh karena itulah pemerintah sangat optimis jika bisnis direct sellingmenjadi salah satu bisnis yang tetap bisa bertahan di musim pandemi, bahkan bisa mencatatkan transaksi yang signifikan.
Bila dilihat dari faktanya, transaksi yang cukup signifikan ini juga dipengaruhi dengan tren ekonomi digital yang saat ini dijalankan perusahaan, termasuk perusahaan penjualan langsung seperti Direct Selling QNET.
Pemanfaatan teknologi informasi untuk meningkatkan penjualan terbukti efektif untuk konsep bisnis jaringan penjualan langsung. Komunikasi yang intensif tetap bisa dijalankan menggunakan teknologi informasi seperti sosial media dan sejenisnya.
Semua kalangan bisa menjalankan bisnis ini. Bukan hanya kalangan profesional, bahkan kalangan ibu-ibu rumah tangga, mahasiswa dan pelajar pun tetap bisa menjalankannya.
2.Menampung Angka Pekerja yang Signifikan
Masih berdasarkan data Laporan Tahunan Kegiatan Perusahaan Penjualan Langsung tahun 2019 Kementerian Perdagangan RI bahwa keberadaan bisnis penjualan langsung di Indonesia mampu menampung angka pelaku bisnis yang cukup signifikan.
Sepanjang tahun 2019 misalnya, diperoleh angka pekerja atau pelaku bisnis ini sebanyak 3.605 pekerja langsung yang menikmati manfaat ekonomi dari bisnis yang dijalankannya.
Angka ini cukup bagus mengingat kondisi berbagai perusahaan yang saat ini sedang tren melakukan Pemutusan Hubungan Kerja kepada karyawan.
Di satu sisi keberadaan perusahaan penjualan langsung mampu menampung para pekerja yang mengalami PHK untuk kemudian menjalankan bisnis nyata yang berkontribusi dalam kemandirian ekonomi para pelakunya.
Perusahaan QNET misalnya, saat ini menjalankan visi misi untuk secara bersama-sama meningkatkan kesejahteraan ekonomi dan kesehatan para anggotanya melalui penjualan langsung produk-produk berkualitas.
Bagi yang terkena dampak negatif pandemi seperti PHK, bisnis direct selling seperti QNET bisa menjadi alternatif pilihan untuk memulai berwiraswasta. Perusahaan Direct Selling kelas dunia ini telah meraih berbagai prestasi bisnis berskala dunia, bahkan telah dipercaya secara khusus oleh klub sepakbola ternama Inggris Manchester City.
3.Melibatkan Mitra Usaha yang Cukup Banyak
Sepanjang tahun 2019, bisnis penjualan langsung yang ada di Indonesia telah melibatkan sebanyak 6.028.465 mitra usaha. Angka ini tentu saja cukup menggembirakan untuk membantu mendorong perekonomian lokal bisa lebih baik.
Di tengah sulitnya iklim dunia usaha di tanah air beberapa tahun terakhir, terutama di musim pandemi dan resesi yang telah terjadi di Indonesia, bisnis direct selling mampu menggandeng mitra usaha dengan angka yang cukup besar.
Secara spesifik angka ini juga mendorong tingkat pertumbuhan produsen produk dalam negeri saat ini. Produk penjualan langsung yang beredar di Indonesia adalah produk berkualitas yang sebagian diproduksi di dalam negeri dengan kualitas terbaik. Inilah sebabnya mengapa dikatakan bisnis penjualan langsung mendorong konsumsi produk dalam negeri yang lebih signifikan.
Produk QNET misalnya, sebagian diproduksi di Indonesia dengan menggunakan bahan baku berkualitas premium di dalam negeri. Masyarakat bisa mendapatkan kualitas produk bermutu yang merupakan produk buatan dalam negeri.
Di tengah menurunnya konsumsi terhadap produk dalam negeri akibat kondisi pandemi, bisnis penjualan langsung masih mampu bertahan dan memberikan solusi bagi para produsen lokal.
4.Tambahan Penghasilan yang Cukup Signifikan
Bisnis penjualan langsung pemasaran jaringan atau Direct Selling di Indonesia sepanjang tahun 2019 telah memberikan angka tambahan penghasilan sebesar Rp4.820.173.722.811,00.
Tambahan penghasilan ini menjadi angka penghasilan yang positif untuk peningkatan penghasilan ekonomi nasional. Di tengah sektor bisnis lain sedang mengalami kelesuan, bisnis penjualan langsung memberikan tambahan penghasilan yang menjanjikan.
Alasan inilah yang menyebabkan pemerintah melalui Kementerian Perdagangan secara serius mendorong pengembangan sektor bisnis direct selling di Indonesia baik melalui regulasi maupun kebijakan yang mendukung.
Menepis Citra Negatif Bisnis Penjualan Langsung di Indonesia
Fakta bahwa bisnis direct selling masih dianggap sebagai bisnis dengan citra negatif di masyarakat tidak bisa dipungkiri.
Maka pemerintah dalam hal ini mendorong upaya edukasi mengenai literasi ekonomi terkait dengan pemahaman bisnis penjualan langsung yang sebenarnya.
Beberapa kondisi di lapangan yang menyebabkan bisnis direct selling kurang disukai antara lain:
Adanya oknum yang melanggar aturan bisnis perusahaan untuk kepentingan pribadi
Belum pahamnya masyarakat terhadap konsep bisnis direct selling yang benar
Kecenderungan masyarakat mudah percaya tanpa menggali informasi literasi terkait bisnis yang diikuti
Fakta banyak investasi bodong berkedok direct selling
Hal-hal tersebut semakin memperburuk citra negatif bisnis direct selling di masyarakat. Perusahaan Penjualan Langsung QNET misalnya, dalam mengatasi masalah seperti di atas berupaya seutuhnya untuk menjalankan etika bisnis perusahaan yang benar.
Komitmen dengan SOP perusahaan terkait aturan bisnis yang beretika akan membantu masyarakat percaya pada bisnis yang dijalankan. Bukti keseriusan bisnis yang dijalankan ditunjukkan dengan prestasi membanggakan yang diraih, bukan hanya di level nasional tetapi juga hingga ke level dunia.
Pemerintah memberikan regulasi yang memberikan jaminan keamanan bagi masyarakat dan kenyamanan bagi pelaku bisnis. Bergandeng sama dengan asosiasi yang menaungi bisnis direct selling untuk memberikan edukasi yang benar terhadap bisnis direct selling yang sebenarnya.
Jangan sampai masyarakat tertipu dengan iming-iming penghasilan dan bonus yang besar sehingga mengabaikan pemahaman bisnis direct selling yang sebenarnya.Bisnis yang dijalankan secara profesional di 23 negara di dunia ini terbukti memberikan manfaat sukses bersama bagi para anggotanya. Jaringan pemasaran yang kokoh dibangun melalui bisnis berkelas dunia yang ada di QNET.
Tujuan memberikan manfaat kepada orang lain diterapkan dalam bisnis ini. Setiap orang memiliki kesempatan yang sama untuk sukses, termasuk Anda yang ingin bersama-sama meraihnya dengan jaringan pemasaran yang terkelola dengan baik. Bila Anda menyimak berita QNET terbaru, maka Anda bisa menyimpulkan inilah bisnis jangka panjang yang menjanjikan bagi Anda. Memberikan produk berkualitas terjamin, mengajak orang bersama-sama mendapatkan manfaat ekonomi melalui sistem pemasaran yang kokoh. Anda siap bersama QNET?
LOKASI PT. QN International Indonesia
Office Address - Sona Topas Tower lt 15, Jalan Jend Sudirman Kav 26, Jakarta Selatan
T +62212506730
P +6281586724887
E fariq.azizi@QNET.net

