Ketika Konser The Weeknd Jadi Bagian dari City Branding Jakarta

Saya adalah seorang mahasiswa jurusan digital marketing di Universitas Pamulang yang saat ini sudah bekerja di bidang sosial media sebagai Content Creator
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Visca Olivia tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Konser The Weeknd di Jakarta yang diselenggarakan pada 26 dan 27 September 2026 menjadi sebuah kebahagiaan yang luar biasa bagi para penggemar. Dua malam pertunjukan yang meriah di Jakarta International Stadium (JIS) juga menunjukkan bagaimana sebuah konser internasional dapat menjadi bagian dari cara sebuah kota membangun citra di mata publik.
Topik Jakarta menjadi hangat dibicarakan penggemar musik interanasional karena kehadiran musisi global The Weeknd. Di media sosial, nama Jakarta ikut muncul melalui unggahan penonton, konten konser, hingga berbagai pengalaman wisata dan aktivitas yang dilakukan sebelum maupun sesudah konser.
Fenomena ini menarik jika dilihat dari perspektif city branding. Dimana kota tidak hanya dipasarkan melalui slogan atau iklan pariwisata. Pengalaman yang dirasakan orang ketika datang ke sebuah kota juga ikut membentuk persepsi terhadap kota tersebut.
Konser internasional sebagai alat city branding
City branding merupakan strategi untuk membentuk dan mengomunikasikan identitas serta citra sebuah kota. Hal ini sedang sangat diusahakan oleh pemerintah kota jakarta untuk memperkuat posisi sebagai kota global. Bappeda DKI Jakarta dalam kajiannya mengenai city branding menyebut bahwa city branding kota ini bisa digunakan untuk meningkatkan daya saing, menarik investasi, memperkuat pariwisata, serta membangun identitas kota. Konser internasional ini dapat menjadi salah satu touchpoint pemasaran kota.
The Weeknd datang ke Jakarta untuk melakukan konser pertunjukan. Namun bagi kota Jakarta, kedatangan ini bisa menciptakan rangkaian aktivitas yang lebih luas. Penonton membeli tiket, memesan transportasi, menggunakan hotel, makan di restoran, mengunjungi pusat perbelanjaan, hingga membuat konten tentang pengalaman mereka di Jakarta.
The Weeknd dan efek ekonomi bagi Jakarta
Dampak yang dihasilkan bisa kita lihat dari pernyataan Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung pada 28 September 2026. Ia menyebut penyelenggaraan Pestapora dan konser The Weeknd selama dua hari ikut menggerakkan ekonomi Jakarta hingga hampir Rp250 miliar.
Angka tersebut perlu dibaca sebagai pergerakan atau transaksi ekonomi yang berkaitan dengan kegiatan tersebut, bukan sebagai tambahan pendapatan Pemprov DKI sebesar Rp250 miliar. Efek ekonomi konser dapat menyebar ke berbagai sektor. Penonton yang datang dari luar Jakarta membutuhkan transportasi dan akomodasi. Mereka juga mengeluarkan uang untuk makanan, minuman, pusat perbelanjaan, hingga aktivitas wisata. Hal ini membuat konser memiliki efek yang lebih luas daripada sekadar penjualan tiket.
Jakarta juga mendapatkan eksposur secara tidak langsung. Sebelum datang ke konser, penggemar bisa melihat konten tentang venue, transportasi, hotel, restoran, dan berbagai tempat yang dapat dikunjungi di Jakarta. Saat konser berlangsung, mereka membuat Instagram Story, TikTok, Reels, hingga unggahan di X. Setelah konser selesai, konten tersebut tetap dapat ditemukan dan dikonsumsi oleh orang lain.
Siklusnya bisa kita gambarkan seperti:
Konser → kedatangan pengunjung → pengalaman di Jakarta → pembuatan konten → distribusi di media sosial → munculnya awareness terhadap Jakarta.
Dari konser menuju city marketing
Jika dilihat dari perspektif pemasaran, konser The Weeknd dapat dipahami sebagai bagian dari city marketing. City marketing menggunakan berbagai aktivitas untuk menarik perhatian terhadap sebuah kota. Dalam kasus Jakarta, event berskala internasional dapat menjadi salah satu cara untuk memperkenalkan kota kepada masyarakat luar daerah maupun wisatawan mancanegara.
Pemprov DKI juga secara terbuka menghubungkan penyelenggaraan kegiatan internasional dengan pembangunan ekosistem Jakarta sebagai kota global. Pada semester pertama 2026, Jakarta mencatat 8,82 juta kunjungan wisatawan nusantara dan 1,04 juta wisatawan mancanegara. Jumlah tersebut disebut meningkat 8,17 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
JIS bahkan sudah diposisikan sebagai salah satu bagian dari strategi city branding Jakarta. Jakpro menyebut penyelenggaraan agenda internasional, termasuk konser dan pertandingan olahraga, dapat memperkuat citra Jakarta serta mendukung positioning kota sebagai kota global.
Artinya, venue juga memiliki peran dalam strategi pemasaran kota. JIS tidak hanya menjadi tempat berlangsungnya konser. Keberadaannya dapat menjadi representasi bahwa Jakarta memiliki infrastruktur yang dapat digunakan untuk menyelenggarakan event berskala internasional.
.
