Konten dari Pengguna

Indahnya Bertugas di Timor Leste

Dee Rose

Dee Rose

Seorang Dee yang bersyukur atas hidup dan segala pernak perniknya. Positif dan Bahagia serta terus belajar untuk dapat peka melihat Rahmat DIA Sang Pemberi Hidup dalam segala

clock
comment
2
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Dee Rose tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Menerima penugasan di negara Timor Lorosae atau Timor Leste dengan ibu kota Dili memang tidak pernah terpikirkan sebelumnya. Saya menerima dengan senang hati karena negara ini bertetangga dengan Indonesia bahkan pernah menjadi bagian negara kita. Itu berarti pula saya masih dekat dengan orang tua.

Sebelum berangkat menuju tempat tugas, sedikit terbersit kekhawatiran akan sejarah masa lampau antara Indonesia dengan Timor Leste. Dan lagi, belum punya gambaran sedikit pun tentang situasi negara itu. Pada saat masih menjadi bagian negara Indonesia saya juga belum pernah berkunjung.

Sesampainya di bandara, saya merasakan aroma Timor Leste sebagai negara baru yang masih sangat terbatas sarana prasarananya. Namun begitu keluar bandara dan sejenak mengelilingi Kota Dili... WOW! Pemandangan pantainya sangat indah. Kita bisa memandang laut bebas tanpa batas.

Ketika perjalanan dilanjutkan, suasana religius katolik sangat kental dengan adanya patung Cristo Rei (Kristus Raja), Paus Yohanes Paulus II, Bunda Maria, dan gereja-gereja dengan arsitektur khas. Kita bisa menikmati semuanya tanpa perlu tiket masuk.

Pemandangan menatap pelabuhan Dili saat matahari terbenam. Dok: Pribadi

Saya berjumpa dengan masyarakat di sini, mereka begitu spontan melemparkan senyumnya pada kita. Kulit sawo matangnya tampak sangat indah. Tak jarang pula saya berjumpa dengan mereka yang berwajah “Indo”. Membuat mata tak jemu memandang.

Harapan saya akan lebih mendalam mengenal seluk-beluk negara dan masyarakat di sini, karena saya mendapat tugas dalam bidang Fungsi Penerangan, Sosial Budaya di Perwakilan RI di Dili. Tentu mengenal melalui interaksi yang terjalin dengan seluruh lapisan masyarakat, terutama Warga Negara Indonesia (WNI) yang menetap secara permanen ataupun hanya sementara di sini.

Menurut laporan, sekilas ada banyak dari antara mereka yang berada di sini sejak negara ini masih menjadi bagian wilayah Indonesia. Setelah negera ini berdiri sendiri banyak dari mereka yang mengalami kendala atau kesulitan khususnya pada pengurusan surat-surat terkait administrasi izin tinggal.

Tugas yang saya emban adalah melakukan pembinaan bagi para WNI. Memastikan mereka mempunyai wadah untuk bersilaturahmi, bertemu agar saling mengenal satu dengan yang lain, sehingga terjalin persahabatan bagi sesama WNI di negeri orang.

Bertugas dan hidup di Kota Dili terasa nyaman. Karena udara masih bebas kita hirup tanpa ada halangan gedung-gedung bertingkat dan polusi udara. Suasana sekeliling masih cukup tenang dan sepi dari hiruk-pikuk kendaraan terutama setelah memasuki senja hari. Komunikasi dengan masyarakat tidak terlalu banyak kesulitan karena mereka masih memahami bahasa Indonesia. Bahasa resmi di negeri ini Tetum (baca: Tetun),Portugis, serta sedikit Inggris. Kota Dili menjadi unik karena ada banyak etnik yang tinggal di sini, juga karena percampuran budaya Melayu dan Portugis.

Saya di Dili tinggal di sebuah apartemen. Uniknya, apartemen ini bukan berupa gedung bertingkat menjulang tinggi melainkan berupa kompleks perumahan yang ditata dengan sangat asri. Dikelilingi pohon-pohon besar dengan taman-taman mungilnya. Di tempat ini saya tidak perlu membawa ataupun membeli perabot rumah, karena di sini sudah fully furnish.

Juga ada pelayanan kebersihan dan laundry yang dilakukan oleh seorang asisten rumah tangga yang datang pagi dan pulang sore hari. Sungguh sangat membantu meringankan dan membuat kerasan tinggal dan melaksanakan tugas di Dili.

Jarak apartemen yang dekat dengan kota di pesisir pantai membuat saya selalu tergoda untuk menikmati terbitnya matahari di ufuk timur dan terbenam di ufuk barat. Sembari ke sana saya berjalan kaki atau jogging untuk mengolah raga saya agar sehat, sehingga saya merasa segar ketika menuju ke kantor.

Suasana sore hari menyusuri pesisir pantai kota Dili, Timor Leste, saat matahari terbenam. Dok: Pribadi

Suasana dan irama hidup yang seperti ini membuat saya merasa mengawali hidup dan bertugas dalam hal yang positif dan berguna. Ini yang memengaruhi saya supaya selalu bersemangat mengemban tugas di Timor Leste. Karena saya disehatkan dan digembirakan melalui karya indah ciptaan Tuhan, maka saya pun terdorong untuk menyemangati dan membahagiakan WNI dan tidak hanya itu juga orang-orang sekitar saya di Timor Leste melalui KBRI Dili.

Suasana sore hari bersantai menikmati terbenamnya matahari ditemani aneka jajanan. Dok: Pribadi

Puji dan syukur serta ucapan terima kasih dari hati terdalam untuk penugasan saya di Timor Leste.