Mahasiswa KKN-T Unhas Pasang Papan Edukasi Waktu Urai Sampah di SMPN 20 Simbang
Tulisan dari Wahyu Wahid tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

MAROS — UPTD SMP Negeri 20 Simbang, Desa Simbang, Kecamatan Simbang, Kabupaten Maros, kini memiliki papan edukasi permanen berisi informasi waktu urai sampah, hasil program kerja Wahyu Wahid, mahasiswa Program Studi Agrobisnis Perikanan, Departemen Perikanan, Fakultas Ilmu Kelautan dan Perikanan (FIKP) Universitas Hasanuddin, yang tergabung dalam Kuliah Kerja Nyata Tematik (KKN-T) Perubahan Iklim Gelombang 116. Papan edukasi tersebut diserahkan dan dipasang di lingkungan sekolah usai rangkaian sosialisasi bertajuk "Berapa Lama Sampah Terurai" yang digelar bagi 79 siswa kelas IX pada Senin, 27 Juli 2026.
Kegiatan ini bertujuan membangun kesadaran kritis siswa mengenai keterkaitan antara pengelolaan sampah dan perubahan iklim, khususnya terkait waktu urai berbagai jenis sampah yang selama ini jarang disadari. Pemilihan tema ini turut relevan dengan bidang studi Wahyu di Agrobisnis Perikanan, yang mempelajari keberlanjutan pengelolaan sumber daya perikanan dari sisi ekonomi dan lingkungan. Sampah yang tidak terkelola dengan baik di daratan berpotensi terbawa aliran sungai di sekitar Desa Simbang sebelum akhirnya mencemari perairan yang lebih luas, mengganggu kualitas sumber daya perikanan yang menjadi penopang perekonomian masyarakat setempat. Berdasarkan hasil koordinasi awal dengan pihak sekolah, program ini disusun bukan sebagai teguran atas perilaku siswa, melainkan sebagai upaya memperkuat pengetahuan lingkungan yang sudah baik di kalangan siswa SMPN 20 Simbang agar dapat diteruskan ke keluarga dan masyarakat sekitar.
Dalam sesi yang berlangsung di ruang kelas tersebut, Wahyu memaparkan materi mengenai mekanisme efek rumah kaca serta kaitannya dengan empat jenis sampah yang paling umum dihasilkan siswa di lingkungan sekolah, yaitu styrofoam, botol plastik, kaleng, dan kemasan aluminium. Sebagai alat bantu visual, disediakan pula papan edukasi permanen yang memuat perbandingan waktu urai keempat jenis sampah tersebut, mulai dari kemasan aluminium yang membutuhkan waktu sekitar 20 tahun, kaleng sekitar 200 tahun, botol plastik sekitar 450 tahun, hingga styrofoam yang diperkirakan tidak pernah benar-benar terurai.
Sebagai pelengkap sesi sosialisasi, setelah pemaparan materi para siswa juga diajak mengikuti kuis interaktif berbasis aplikasi Wayground menggunakan telepon genggam masing-masing untuk menguji sejauh mana materi yang baru disampaikan dapat dipahami. Kuis berisi soal-soal seputar materi yang baru disampaikan, dengan skor dan papan peringkat yang ditampilkan secara langsung (real-time) di layar kelas. Tiga siswa dengan skor tertinggi kemudian dinobatkan sebagai Juara 1, 2, dan 3, serta menerima sertifikat penghargaan di akhir sesi.
"Kegiatan ini sangat bermanfaat karena memberikan pemahaman kepada siswa tentang pentingnya menjaga lingkungan," ujar Bapak Ibrahim, Guru SMPN 20 Simbang.
Dengan terpasangnya papan edukasi tersebut secara permanen di lingkungan sekolah, pesan mengenai bahaya sampah terhadap perubahan iklim diharapkan dapat terus diingat dan disebarluaskan siswa kepada keluarga maupun masyarakat sekitar, meski program KKN telah berakhir. Kegiatan ini merupakan salah satu program kerja individu Wahyu dalam rangkaian KKN-T Perubahan Iklim Gelombang 116 Universitas Hasanuddin yang dilaksanakan di Desa Simbang, Kecamatan Simbang, Kabupaten Maros, sebagai bentuk kontribusi mahasiswa Agrobisnis Perikanan FIKP Unhas dalam mendukung upaya mitigasi perubahan iklim di tingkat pendidikan dasar dan menengah.

