Konten dari Pengguna

Antara Estetika dan Fungsi: Haruskah Infrastruktur Selalu Tampak Indah?

Wahyudi Kholilullah

Wahyudi Kholilullah

Presiden Mahasiswa Universitas Muhammadiyah Surabaya 2024

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Wahyudi Kholilullah tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi bangunan rumah 3D. Foto: Pixabay/Studio Chlorophylle Serge Nied
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi bangunan rumah 3D. Foto: Pixabay/Studio Chlorophylle Serge Nied

Di tengah pesatnya pembangunan infrastruktur di berbagai wilayah Indonesia, muncul pertanyaan yang kerap tak mendapat tempat dalam ruang diskusi teknik: Apakah infrastruktur harus selalu tampak indah? Atau cukup fungsional saja?

Dalam ilmu teknik sipil, fungsi dan ketahanan suatu bangunan menjadi prioritas utama. Jembatan dibangun untuk menghubungkan, gedung dirancang agar kokoh, dan jalan dibuat untuk mobilitas. Namun, perkembangan zaman menuntut lebih dari sekadar fungsi. Masyarakat kini mulai memperhatikan aspek estetika dari sebuah infrastruktur, bahkan menjadikannya sebagai bagian dari identitas kota.

Bandingkan saja dua jembatan: satu sekadar rangka baja biasa tanpa hiasan, satu lagi memiliki lengkung elegan dengan pencahayaan artistik. Keduanya berfungsi sama, tetapi persepsi publik terhadapnya bisa sangat berbeda. Di sinilah muncul dilema klasik: fungsi atau estetika?

Estetika bukan semata soal keindahan visual, tetapi juga menyangkut kenyamanan dan pengalaman pengguna. Taman kota, trotoar ramah pejalan kaki, hingga halte yang bersih dan nyaman adalah bentuk penggabungan fungsi dan desain. Dalam konteks ini, estetika bisa memperkuat fungsi sosial dari suatu infrastruktur.

Namun, harus diakui bahwa di beberapa daerah, keterbatasan anggaran membuat estetika dianggap sebagai hal "tambahan" yang tidak penting. Bahkan, tak jarang estetika menjadi kedok untuk proyek mercusuar yang mengabaikan kebutuhan dasar masyarakat.

Sebagai mahasiswa teknik sipil, penting untuk menyadari bahwa keindahan dan fungsi bukanlah dua kutub yang harus dipertentangkan. Dengan perencanaan matang, keduanya bisa berjalan berdampingan. Kota-kota dunia yang paling nyaman ditinggali adalah mereka yang berhasil menyatukan kekuatan teknik dengan sentuhan desain. Karena pada akhirnya, infrastruktur bukan hanya untuk dilewati, tetapi juga untuk dinikmati.