Konten dari Pengguna

Kurangi Insecure Mulai Sekarang Dan Mulai Bersyukur Seterusnya

wahyurahmansah

wahyurahmansah

Anthropology Brawijaya

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari wahyurahmansah tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

ilustrasi perasaan seseorang yang insecure. sumber : pinterest.com/thezeallife/
zoom-in-whitePerbesar
ilustrasi perasaan seseorang yang insecure. sumber : pinterest.com/thezeallife/

Dunia digital saat ini memang sangat memberikan efek yang luar biasa kepada pengguna, media sosial yang semakin berkembang seolah memberi wadah anak muda khususnya dalam menggunakan media tersebut. media-media yang sering digunakan anak muda ini antara lain Instagram, Twitter, Facebook dan banyak lagi Platform. Namun, terkadang anak muda kurang bijak dalam penggunaan media sosial, beberapa dari mereka kerap menuliskan keresahannya yang bagi saya sendiri itu tidak untuk diperlihatkan. Contohnya saja perihal insecurity yang sering terdengar oleh para remaja yang merasa bahwa dirinya insecure dengan keadaan disekitarnya. Seperti yang saya temukan di media sosial Twitter, saya melihat sebuah tweet yang berbunyi “insecure sama temen sendiri yang cakep” dan juga ada yang tweet-nya berbunyi seperti ini “enak banget jadi anak yang apa-apa diturutin sama bokapnya”, dari beberapa tweet yang saya temui itu menurut saya kurang baik untuk diunggah di media sosial. Mengapa demikian? Selanjutnya akan saya jabarkan mengenai pemahaman saya terhadap fenomena yang di alami anak muda masa kini.

Insecure sendiri dalam pemahaman saya melihat fenomena yang terjadi pada anak muda atau remaja melalui media sosial mereka adalah sikap tidak percaya diri dan cenderung merasa dirinya kurang dibanding teman-teman atau kalangan seusianya. Rasa insecure atau tidak percaya diri pada remaja belakangan ini bukan tanpa sebab yang logis, melainkan karena rasa iri kepada teman atau kalangan seusianya karena tidak sesuai dengan ekspektasinya dan menganggap bahwa dirinya tidak beruntung seperti lainnya. Contohnya adalah ketika seseorang insecure kepada temannya yang terlihat dari orang kelas atas atau orang mampu, presepsi orang yang tidak setara dengan stratanya akan mengira bahwa orang kaya tidak dapat berteman atau bermain dengan orang kurang mampu. Hal ini membuat sebagian orang akhirnya merasa minder atau kurang percaya diri apabila ingin mengajaknya berteman atau bermain. Contoh lainnya saya temui di kalangan wanita yang menginjak masa-masa remaja, sesuatu yang membuatnya merasa insecure adalah ketika ada salah satu orang yang terlihat cantik dan menggunakan riasan yang pas dimuka, sedangkan dirinya sendiri terlihat tampil biasa dan tidak mempunyai keistimewaan seperti orang tersebut. Rasa minder ini sebenarnya di dominasi oleh iri atau dengki karena merasa bahwa dirinya tak seberuntung orang lain yang mempunyai wajah cantik dan bagus.

Lantas sebagai anak muda mengapa insecurity hadir sebagai kebiasaan yang dialami remaja kebanyakan, apa memang seseorang yang insecure terlahir dengan mewarisi sifat tersebut?, jawabannya tentu tidak. Melihat pola interaksi remaja saat ini insecure yang dialami remaja adalah kurangnya peran orang tua dalam memberikan dukungan atau support system sehingga remaja dapat tumbuh menjadi remaja yang positif dan selalu merasa dirinya sama dan terbaik. Karena saat usia remaja ini rasa minder yang dialami tentu melihat prestasi atau keberuntungan teman seusianya sehingga dia merasa terpantik dan meraka bahwa dia tidak mampu seperti itu, oleh sebabnya muncul perasaan insecure. Faktor ekonomi keluarga juga menjadi faktor seseorang anak mengalami insecure, hal ini karena remaja berada di fase pencarian jati diri dimana dia ingin diakui dan rasa kepercayaan dirinya yang tinggi. Tetapi apabila faktor ekonomi tidak mendukung apa yang dia inginkan, maka rasa insecure akan datang. Seseorang ini akan merasa minder dan malu bila bertemu dengan teman seusinya karena dia malu terlihat kurang dari temannya, merasa bahwa dirinya bukan apa-apa dibanding teman-temannya atau kalangan seusinya. Faktor yang berikutnya adalah soal pendidikan moral pada anak, menjadi orang tua penanaman moral juga wajib dilakukan tidak hanya mengandalkan pihak sekolah atau pendidikan. Orang tua memiliki peran juga dalam pengawasan moral anak sehingga orang tua dapat mengetahui pola perkembangan dan kendala anaknya dalam melakukan sesuatu. Penanaman moral ini menjadi salah satu anak akan tertanam rasa bersyukur dalam hidup, rasa insecure yang terlihat dikalangan remaja ini menurut saya karena adanya rasa kurang bersyukur atas apa yang telah dianugerahkan kepadanya. Seseorang menjadi sangat insecure karena fokus pada pencapaian orang namun lupa akan dirinya sendiri apakah telah disyukuri atau malah terdiam mengamati proses seseorang.

Menjadi seorang yang mengalami insecurity bisa terjadi kapan saja baik saat kecil atau baru terlihat ketika mulai mengenal dunia luar yang didapatkan dari sekolah, teman atau lainnya. Salah satu cara untuk membebaskan diri dari perasaan insecure/minder/tidak percaya diri ini adalah dengan meyakinkan diri sendiri bahwa setiap manusia mempunyai kapasitas yang sama akan tetapi mempunyai garis hidup yang berbeda-beda, hal ini berkaitan dengan hubungan individu dengan Tuhan-Nya. Kemudian selalu berpikir positif ketika melihat seseorang telah berhasil atau beruntung mendahuluinya, bukan saatnya untuk merasa insecure dengan membuat tulisan-tulisan tidak berguna di media sosial, melainkan jadikan hal tersebut sebagai motivasi atau penyemangat diri untuk terus melangkah sebisa mungkin lebih baik dari yang lain. Meningkatkan rasa syukur pada diri adalah obat dari segalanya, sesungguhnya kita sebagai manusia mempunyai kekurangan dan kelebihan masing-masing, ada yang telah menemukan kelebihan untuk menutup kekurangan dan ada juga yang sedang mengasah kelebihan untuk menutupi kekurangannya. Semua itu soal bagaimana kita bisa menerima semua hal dengan ikhlas, bersyukur atas kesempatan hidup untuk menjadi yang terbaik bukankan satu alasan kita akan bisa lebih baik?, tentu iya. Setiap detik yang kita lakukan nantinya akan membentuk siapa kita kedepannya, terlalu rumit apabila kita fokus pada pencapaian seseorang hingga lupa pada proses diri sendiri. Insecure bisa dilawan dan dihilangkan secara perlahan apabila kita mampu bersyukur dan mulai berpikir positif bahwa semua nya pasti ada kelebihan dan kekurangan pada tempatnya sendiri-sendiri, sehingga tidak dapat dijadikan patokan bahwa kekayaan, ketampanan/kecantikan seseorang, keberuntungan, kebahagian dan segalanya sebagai bahan insecurity. Mulai sekarang dan seterusnya, mari kurangi insecure dan mulai perbanyak bersyukur.