Konten Media Partner

Kerajinan Topeng Kayu Masih Dicintai Generasi Muda

WartaBromo

clock
google
Tambah ke Prefensi Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Kerajinan Topeng Kayu Masih Dicintai Generasi Muda
zoom-in-whitePerbesar

Kerajinan kayu di Kabupaten Pasuruan terus tumbuh dan berkembang. Salah satunya adalah kerajinan topeng kayu yang ada di Kecamatan Tutur.

Di Tutur, tokoh sentral kerajinan topeng kayu adalah Sugiat (62). Meski sudah nampak keriput, jari-jemari Sugiat masih kuat dan lincah memahat sebuah kayu untuk dijadikan topeng. Sugiat tetap semangat berkarya dan tidak segan mengajari generasi muda yang mau belajar.

Membuat topeng kayu bagi Sugiat bukan hanya semata-mata menjadi pekerjaan untuk menafkahi keluarganya. Tapi juga sekaligus melestarikan budaya.

“Saya buat topeng tokoh-tokoh pewayangan maupun dari legenda rakyat, seperti kisah Panji yang sudah dikenal di Jawa ataupun cerita-cerita dalam wayang purwa,” kata Sugiat.

Baca juga : [ Topeng Malangan Dibuat oleh Pengrajin asal Tutur ]

Ia mengaku sering membuat topeng wajah Raden Panji, tokoh Bapang dalam pertunjukan wayang Purwo hingga wajah-wajah punakawan Semar, Gareng Petruk Bagong, tokoh-tokoh Pandawa maupun Kurawa.

Topeng buatan Sugiat dijual dengan harga yang bervariasi tergantung dari bahan kayu yang digunakan. Topeng dari bahan kayu mahoni, harganya antara Rp 250.000 hingga Rp 350.000, sedangkan dari bahan kayu sengon, harganya sekitar Rp 100.000 setiap bijinya.

Diakui Sugiat, membuat topeng bukan hanya sebatas untuk mencari nafkah, tapi juga untuk melestarikan budaya bangsa. Oleh karena itu ia rela memberikan ilmunya kepada para generasi muda yang mau belajar.

“Waktu tergantung dari daya tangkap yang ingin belajar. Kalau daya tangkap dan talenta yang dimiliki bagus, bisa 3 bulan. Tapi rata-rata, butuh waktu 6 bulan untuk bisa membuat topeng,” imbuh Sugiat.

Sebagai tempat untuk membina dan membimbing generasi muda, Sugiat mendapat tempat di Bukit Flora, sebuah lokasi agrowisata di Nongkojajar, Tutur. Di tempat ini, Sugiat selain memasarkan topengnya juga membimbing dan membina generasi muda membuat topeng kayu.

Bukit Flora merupakan lokasi seluas 2,5 hektar yang merupakan tempat untuk wisata pendidikan budaya serta tanaman hias bagi pelajar dan pensiunan.