Netflix Mulai Laporkan Pendapatan Box Office Enam Film Terbaru

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Film Natal yang bisa disaksikan bersama keluarga di Netflix.
zoom-in-whitePerbesar
Film Natal yang bisa disaksikan bersama keluarga di Netflix.

Netflix tampaknya semakin serius menjajaki industri bioskop konvensional dengan melonggarkan kebijakan rilis filmnya. Raksasa platform streaming ini dilaporkan bakal membagikan data pendapatan bioskop (box office) untuk enam film mendatang, sebuah langkah yang menandai babak baru dalam strategi bisnis mereka yang selama ini sangat tertutup mengenai data internal.

Upaya ini mempertegas pergeseran arah bisnis Netflix yang sebelumnya sangat mengutamakan layanan on-demand. Keputusan untuk memperpanjang durasi penayangan di layar lebar dan melaporkan pendapatannya dinilai sebagai sinyal kuat bahwa sang pionir digital mulai berkompromi dengan tradisi industri Hollywood yang telah berjalan ratusan tahun.

Strategi Baru Penayangan Layar Lebar yang Lebih Lama

Para penonton bioskop akan melihat perubahan signifikan, salah satunya melalui film drama La Bola Negra yang dibintangi oleh Penélope Cruz. Film yang disutradarai oleh Javier Ambrossi dan Javier Calvo ini dijadwalkan tayang di bioskop selama 46 hari mulai 16 Oktober sebelum akhirnya masuk ke pustaka digital Netflix pada 2 Desember. Ini menjadi durasi rilis bioskop terlama yang pernah diberikan Netflix untuk jajaran filmnya.

Langkah ini bukan sekadar uji coba sesaat. Pada tahun 2027, Netflix berencana merilis proyek besar besutan Greta Gerwig, Narnia: The Magician's Nephew, di jaringan bioskop termasuk layar Imax selama hampir 50 hari. Tak hanya itu, adaptasi animasi terbaru Charlie and the Chocolate Factory juga diproyeksikan tayang di bioskop selama 47 hari pada musim libur Natal di tahun yang sama.

Tuntutan Transparansi Data Box Office

Keputusan untuk melaporkan angka pendapatan kotor dari bioskop atau box office menjadi sorotan utama para pelaku industri di Hollywood. Selama ini, Netflix dikenal sangat tertutup dan enggan membagikan data tersebut kepada publik maupun distributor pesaing. Dilansir Variety, terdapat enam judul film yang datanya dipastikan akan dibuka, termasuk film garapan David Fincher yang berjudul The Further Mis-Adventures of Cliff Booth, serta film The Mosquito Bowl dan Ink.

Tindakan ini juga menjawab desakan dari para pemilik bioskop dan studio kompetitor yang menginginkan Netflix bermain dengan aturan yang sama. Seorang eksekutif senior dari studio film legendaris memberikan tanggapan mengenai arah baru ini. “Pertanyaan sebenarnya adalah ‘Ingin menjadi seperti apa Netflix sekarang?’ Setelah hampir membeli Warner Bros. Discovery, Anda akan merasa bahwa mereka tidak bisa mengembalikan pasta gigi yang sudah keluar dari wadahnya,” ungkapnya. Kutipan ini merujuk pada ketertarikan Netflix untuk memiliki entitas distribusi bioskopnya sendiri sebelum akhirnya kalah penawaran dari Paramount.

Pergeseran Sudut Pandang Ted Sarandos

Sikap Netflix saat ini sangat kontras dengan pandangan sang pemimpin terdahulu. Selama bertahun-tahun, Co-CEO Netflix Ted Sarandos kerap meremehkan konsep distribusi bioskop konvensional dan bahkan menyebutnya sebagai “konsep usang” yang tidak sejalan dengan model bisnis streaming berbasis langganan mereka. Namun, dalam wawancara terbaru, Sarandos mulai melunak dan menyatakan bahwa dirinya bisa melihat Netflix melakukan hal-hal yang belum pernah dilakukan sebelumnya terkait bioskop, meskipun layanan streaming tetap menjadi prioritas utama.

Di sisi lain, divisi distribusi bioskop Netflix yang dipimpin oleh Spencer Klein sejak tahun 2019 dinilai memiliki peran krusial dalam transisi ini. Mantan eksekutif 20th Century Fox tersebut dihormati di kalangan industri dan dinilai sukses membawa variasi tayangan alternatif Netflix ke layar lebar. Dengan rencana rilis film-film besar mendatang, langkah Klein dan timnya akan terus dipantau secara ketat oleh para pengamat industri film global.