Toy Story 2 Cetak Rekor Streaming Berkat Kesuksesan Sekuel Kelima

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Ilustrasi toys, figures, toy story. Foto: Pixabay
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi toys, figures, toy story. Foto: Pixabay

Layanan streaming Disney+ mencatat lonjakan penonton yang signifikan untuk film Toy Story 2 di wilayah Amerika Serikat sepanjang pekan ini. Pencapaian luar biasa dari film animasi klasik rilisan tahun 1999 tersebut didorong oleh gelombang antusiasme penonton terhadap penayangan sekuel terbarunya, Toy Story 5. Momentum ini membuktikan bahwa daya tarik petualangan Woody dan Buzz Lightyear tetap kokoh melintasi generasi.

Dilansir dari Collider, kehadiran Toy Story 5 di layar lebar tidak hanya mencetak angka pendapatan yang masif, tetapi juga membangkitkan kembali minat penonton terhadap katalog lama Pixar. Dampaknya sangat terasa di platform digital, di mana instalasi kedua waralaba ini kembali mendominasi daftar tontonan terpopuler keluarga.

Kebangkitan Toy Story 2 di Platform Digital

Toy Story 2 secara mengejutkan berhasil mempertahankan posisinya di daftar sepuluh besar film terlaris Disney+ wilayah Amerika Serikat selama lebih dari 100 hari. Rekor ini menjadi pembuktian bahwa kualitas narasi yang dihadirkan Pixar puluhan tahun lalu masih sangat relevan dengan audiens modern saat ini.

Saat pertama kali dirilis pada tahun 1999, film ini sukses mengantongi pendapatan sebesar 511 juta dolar AS secara global dengan anggaran produksi yang hanya menyentuh angka 90 juta dolar AS. Angka tersebut menjadikannya film terlaris ketiga di dunia pada tahun perilisannya, sebuah pencapaian finansial yang sangat mengesankan pada masanya jika dibandingkan dengan standar biaya produksi film animasi modern saat ini.

Efek Domino Kesuksesan Toy Story 5

Kebangkitan performa digital Toy Story 2 ini tidak lepas dari kesuksesan luar biasa Toy Story 5 yang baru saja menembus batas pendapatan satu milyar dolar AS di bioskop seluruh dunia. Pencapaian ini menyejajarkan sekuel kelima tersebut dengan deretan film animasi sukses lainnya di era modern seperti Ne Zha 2, Zootopia 2, dan The Super Mario Galaxy Movie.

Keberhasilan Toy Story 5 juga sekaligus menjawab keraguan publik setelah babak keempat waralaba ini dinilai kurang memuaskan oleh sebagian penggemar. Kritikus film Taylor Gates dalam ulasannya memberikan nilai delapan dari sepuluh, serta memberikan pujian mendalam bagi film tersebut.

Gates menuliskan pendapatnya bahwa, “Seri kelima yang mengesankan ini tidak hanya membenarkan keberadaan dirinya sendiri, tetapi juga terasa sebagai jawaban penting terhadap seberapa banyak dunia telah berubah dalam tiga dekade terakhir.” Tanggapan positif seperti ini yang kemudian memicu rasa rindu penonton untuk kembali menyaksikan kisah awal perjuangan para mainan ikonik tersebut di Disney+.

Tahun Kebangkitan Pixar Melalui Hoppers

Sebelum merayakan kesuksesan besar Toy Story 5, Pixar sebenarnya sempat menghadapi masa-masa sulit akibat performa komersial dan kritik yang kurang memuaskan dari film orisinal mereka terdahulu, Elio. Namun, studio animasi ini berhasil bangkit secara meyakinkan lewat perilisan film keluarga berjudul Hoppers.

Mengusung premis unik tentang seorang pencinta hewan yang menggunakan teknologi untuk menjadi berang-berang robot, Hoppers berhasil mengumpulkan pendapatan sebesar 388 juta dolar AS secara global. Film yang dibintangi oleh aktris pendatang baru Piper Curda ini dipuji sebagai salah satu karya paling jenaka dari Pixar, sekaligus menjadi hidangan pembuka yang manis sebelum menu utama mereka, Toy Story 5, mendominasi bioskop dunia.