Konten dari Pengguna

TikTok sebagai Sumber Inovasi UMKM Kuliner: Analisis Sentimen Pelanggan

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Widi Astuti tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Bakso Malang Podomoro

Ilustrasi Tempat Usaha: ChatGPT
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi Tempat Usaha: ChatGPT

Perkembangan media sosial telah mengubah cara pelaku usaha memahami kebutuhan konsumennya. Jika sebelumnya masukan pelanggan diperoleh melalui survei atau kotak saran, kini komentar, ulasan, dan interaksi di media sosial menjadi sumber informasi yang lebih cepat dan spontan.

Salah satu pendekatan yang mulai banyak diterapkan adalah social media listening, yaitu proses mengumpulkan dan menganalisis percakapan pengguna media sosial untuk memahami opini, kebutuhan, serta pengalaman konsumen terhadap suatu produk atau layanan. Bagi pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM), pendekatan ini dapat menjadi dasar dalam mengambil keputusan bisnis yang lebih tepat.

Artikel ini membahas hasil analisis sentimen pelanggan pada akun TikTok @baksomalang_podomoro sebagai contoh penerapan social media listening dalam pengembangan produk kuliner.

Media Sosial Bukan Sekadar Sarana Promosi

Selama ini media sosial sering dimanfaatkan sebagai media pemasaran untuk memperkenalkan produk kepada calon pelanggan. Namun, platform seperti TikTok juga menghasilkan data yang bernilai melalui komentar, ulasan, serta respons pengguna terhadap konten yang diunggah.

Menurut laporan We Are Social dan Meltwater, Indonesia merupakan salah satu negara dengan jumlah pengguna media sosial terbesar di dunia. Kondisi tersebut menjadikan media sosial sebagai sumber informasi yang relevan untuk memahami perilaku konsumen.

Melalui analisis terhadap komentar dan interaksi pengguna pada akun TikTok Bakso Malang Podomoro selama periode penelitian, ditemukan bahwa mayoritas komentar menunjukkan persepsi positif terhadap produk maupun penyajian kontennya. Konsumen banyak memberikan apresiasi terhadap tampilan produk, kebersihan penyajian, serta visual proses pembuatan bakso yang dianggap menarik.

Temuan tersebut menunjukkan bahwa konten visual mampu membangun persepsi positif sekaligus meningkatkan kepercayaan konsumen.

Kolom Komentar Menjadi Sumber Ide Inovasi

Selain berisi apresiasi, kolom komentar juga memuat berbagai masukan yang dapat dimanfaatkan sebagai bahan evaluasi.

Beberapa pengguna, misalnya, memberikan saran agar porsi bakso goreng diperbanyak atau disediakan paket khusus yang berisi aneka gorengan. Masukan seperti ini merupakan bentuk User-Generated Content (UGC) yang dapat membantu pelaku usaha mengidentifikasi preferensi konsumen tanpa harus melakukan survei secara langsung.

Di sisi lain, terdapat pula komentar yang mengeluhkan beberapa menu favorit yang sering habis sebelum sore hari. Informasi tersebut menjadi indikator bahwa permintaan terhadap produk tertentu cukup tinggi sehingga dapat dijadikan pertimbangan dalam pengelolaan stok dan perencanaan produksi.

Dengan kata lain, komentar pelanggan tidak hanya berfungsi sebagai umpan balik, tetapi juga sebagai sumber data untuk mendukung pengambilan keputusan bisnis.

Pengalaman Konsumen Menjadi Nilai Tambah

Analisis juga menunjukkan bahwa konsumen tidak hanya menilai kualitas makanan, tetapi juga pengalaman saat menikmati produk.

Banyak konten yang memperlihatkan pelanggan meracik sambal, kecap, dan cuka sesuai selera memperoleh respons positif dari pengguna TikTok. Fenomena ini memperlihatkan bahwa pengalaman sederhana di meja makan dapat menjadi bagian dari daya tarik sebuah usaha kuliner.

Bagi pelaku UMKM, temuan tersebut memberikan gambaran bahwa penataan area pelengkap makanan, kebersihan, hingga penyajian produk dapat memberikan nilai tambah yang berpotensi meningkatkan kepuasan pelanggan.

Pentingnya Social Media Listening bagi UMKM

Hasil analisis ini menunjukkan bahwa social media listening bukan hanya digunakan oleh perusahaan besar, tetapi juga dapat diterapkan oleh UMKM.

Melalui pemantauan komentar secara rutin, pelaku usaha dapat mengidentifikasi kelebihan produk yang perlu dipertahankan, mengetahui keluhan pelanggan lebih cepat, serta menemukan peluang inovasi berdasarkan kebutuhan konsumen.

Pendekatan ini juga membantu proses evaluasi dilakukan secara berkelanjutan karena data berasal dari pengalaman nyata pelanggan yang disampaikan secara sukarela melalui media sosial.

Penutup

Di era digital, media sosial tidak lagi hanya menjadi tempat promosi, tetapi juga menjadi sumber informasi yang bernilai bagi pengembangan bisnis.

Analisis sentimen pelanggan pada akun TikTok Bakso Malang Podomoro menunjukkan bahwa komentar pengguna dapat dimanfaatkan untuk memahami persepsi konsumen, mengevaluasi kualitas layanan, serta mengidentifikasi peluang inovasi produk.

Bagi UMKM, kemampuan mendengarkan suara konsumen melalui media sosial dapat menjadi salah satu strategi untuk meningkatkan daya saing dan membangun hubungan yang lebih baik dengan pelanggan. Dengan memanfaatkan data yang tersedia secara bijak, pelaku usaha dapat mengambil keputusan yang lebih berbasis kebutuhan pasar daripada sekadar asumsi.

Referensi

  1. Stieglitz, S., dkk. (2018). Social Media Analytics: An Interdisciplinary Approach and a Research Agenda. Business & Information Systems

  2. We Are Social & Meltwater. (2024/2025). Digital 2024: Indonesia Report.(https://datareportal.com/reports/digital-2024-indonesia)

  3. Kapoor, K. K., dkk. (2018). Advances in Social Media Research: Past, Present and Future. Information Systems Frontiers.(https://www.researchgate.net/publication/320882912_Advances_in_Social_Media_Research_Past_Present_and_Future?__cf_chl_f_tk=I9xbMMME9mpO1Er5pxPlPTRKm8fYq0V0Vw1G76w4ftw-1782998698-1.0.1.1-TsHvzPQgO51GqAOIgleudWeYe6VxrhAH8f271QuWZJQ)

  4. Liu, B. (2020). Sentiment Analysis: Mining Opinions, Sentiments, and Emotions. Cambridge University Press.(https://direct.mit.edu/coli/article/42/3/595/1534/Sentiment-Analysis-Mining-Opinions-Sentiments-and)

  5. Tjiptono, F. (2020). Strategi Pemasaran. Andi Offset.(https://scholar.google.co.id/scholar?q=Tjiptono,+F.+(2020).+Strategi+Pemasaran.+Andi+Offset.&hl=id&as_sdt=0&as_vis=1&oi=scholart)

Oleh: Widi Astuti, Dhea Fidela Putri, Eka Putri Windari