Kumparan Logo

Putus Tren Surplus, Neraca Perdagangan Barang RI Defisit USD 1,61 M di Mei 2026

kumparanBISNISverified-green

·waktu baca 3 menit

google
Tambah ke Prefensi Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Deputi Bidang Statistik Distribusi Jasa BPS, Ateng Hartono, dalam konferensi pers di Kantor Pusat BPS, Jakarta, Rabu (1/7/2026). Foto: Najma Ramadhanya/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Deputi Bidang Statistik Distribusi Jasa BPS, Ateng Hartono, dalam konferensi pers di Kantor Pusat BPS, Jakarta, Rabu (1/7/2026). Foto: Najma Ramadhanya/kumparan

Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan kinerja neraca perdagangan barang Indonesia pada Mei 2026 mencatatkan defisit. Sepanjang Mei 2026, neraca perdagangan barang defisit USD 1,61 miliar.

“Pada Mei 2026 neraca perdagangan barang mengalami defisit sebesar USD 1,61 miliar atau minus sebesar USD 1,61 miliar,” kata Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS, Ateng Hartono di Kantor Pusat BPS, Rabu (1/6).

Dalam catatan kumparan sebelumnya, neraca perdagangan Indonesia tercatat surplus selama 72 bulan berturut-turut. Dengan demikian, defisit kali ini memutus tren surplus tersebut.

Defisit neraca perdagangan pada periode tersebut terutama dipicu oleh defisit sektor migas yang mencapai USD 3,76 miliar. Defisit itu berasal dari perdagangan komoditas hasil minyak maupun minyak mentah.

Di sisi lain, neraca perdagangan nonmigas masih mencatat surplus sebesar USD 2,15 miliar. Surplus tersebut ditopang oleh kinerja ekspor komoditas bahan bakar mineral (HS 27), lemak dan minyak hewani atau nabati (HS 15), serta besi dan baja (HS 72).

Nilai Ekspor Periode Mei 2026

Ateng menjelaskan, nilai ekspor Indonesia pada periode Mei 2026 tercatat senilai USD 23,20 miliar atau turun 5,73 persen dibandingkan Mei 2025 sebesar USD 24,61 miliar.

Nilai ekspor nonmigas pada Mei 2026 mencapai USD 22,45 miliar atau turun 4,5 persen dibanding Mei 2025 yang senilai USD 23,50 miliar. Sementara nilai ekspor migas selama Mei 2026 tercatat USD 0,76 miliar, turun 31,76 persen dibandingkan Mei 2025 yang tercatat USD 1,11 miliar.

Secara kumulatif, total nilai ekspor sepanjang Januari-Mei 2026 mengalami peningkatan sebesar 3,02 persen secara tahunan. Pada Januari-Mei 2025, total ekspor tercatat sebesar USD 115,36 miliar, sementara pada Januari-Mei 2026 tercatat USD 111,98 miliar.

Foto udara suasana bongkar muat di tempat penampungan sementara batu bara di Keramasan, Kertapati, Palembang, Sumatera Selatan, Rabu (6/5/2026). Foto: Nova Wahyudi/ANTARA FOTO

“Sepanjang Januari sampai dengan Mei tahun 2026, total nilai ekspor mencapai USD 115,36 miliar atau naik 3,02 persen jika dibandingkan dengan periode yang sama atau periode Januari sampai Mei tahun 2025,” kata Ateng.

Secara kumulatif, nilai ekspor migas sepanjang Januari-Mei 2026 mengalami penurunan sebesar 12,71 persen secara tahunan menjadi USD 5,17 miliar dari periode yang sama tahun sebelumnya USD 5,92 miliar.

Sedangkan nilai ekspor nonmigas sepanjang Januari-Mei 2026 mengalami kenaikan sebesar 3,89 persen secara tahunan menjadi USD 110,19 miliar dari periode yang sama tahun sebelumnya USD 106,06 miliar.

Nilai Impor periode Mei 2026

Ateng mengatakan, total nilai impor mengalami kenaikan. Nilai impor Indonesia pada Mei 2026 mencapai USD 24,81 miliar atau naik 22,16 persen dibanding Mei 2025 yang tercatat USD 20,31 miliar.

“Pada bulan Mei tahun 2026 total nilai impor mencapai USD 24,81 miliar atau meningkat 22,16 persen jika dibandingkan dengan Mei tahun 2025 yang lalu,” tutur Ateng.

Nilai impor nonmigas selama Mei 2026 tercatat USD 20,30 miliar naik 14,88 persen dibanding Mei 2025 sebesar USD 17,67 miliar. Sementara impor migas pada Mei 2026 senilai USD 4,51 miliar, naik 70,78 persen dibanding Mei 2025 yang tercatat USD 2,64 miliar.

Secara kumulatif, total nilai impor Indonesia periode Januari-Mei 2026 mengalami kenaikan sebesar 15,24 persen secara tahunan. Pada Januari-Mei 2026, impor tercatat sebesar USD 111,33 miliar, sementara pada Januari-Mei 2025 nilai impor tercatat USD 96,60 miliar.

Secara kumulatif, nilai impor migas sepanjang Januari-Mei 2026 mengalami kenaikan sebesar 27,89 persen secara tahunan menjadi USD 17,44 miliar dari periode yang sama tahun sebelumnya USD 13,64 miliar.

Sedangkan nilai impor nonmigas sepanjang Januari-Mei 2026 mengalami kenaikan sebesar 13,16 persen secara tahunan menjadi USD 93,88 miliar dari periode yang sama tahun sebelumnya USD 82,96 miliar.