Agar Arus Mudik di Cirebon Lancar, Pasar Tegalgubuk Akan Ditutup H-4

Pemerintah berencana akan menutup beberapa pasar tradisional yang bersinggungan langsung dengan jalur utama mudik. Misalnya pasar grosir tekstil Tegalgubug di Kabupaten Cirebon, Jawa Barat.
Pasar Tegalgubug bersinggungan langsung dengan jalur utama pantai utara (Pantura) di ruas jalan nasional Cirebon. Rencananya, Pasar Tegalgubug akan ditutup pada H-4 Lebaran.

[Baca juga: Dua Pekan Jelang Arus Mudik, Menteri PUPR Cek Jalur Pantura]
"Kita 2 sampai 3 kali lewat sini itu pasti berhenti. Beliau (menunjuk ke Kepala Korps Polisi Lalu Lintas Irjen Royke Lumowa) sudah jawab ini H-4 akan ditutup, jadi enggak akan macet," kata Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono saat meninjau jalur Pantura di dekat Pasar Tegalgubug, Cirebon, Jawa Barat, Sabtu, (10/6).

Saat peninjauan jalur mudik di Pantura, rombongan Basuki sempat terjebak kemacetan di antara truk besar di dekat kawasan Pasar Tegalgubug. Kemacetan bahkan mengular hingga 3 km panjangnya. Macet panjang ini diprediksi bisa jauh lebih parah bila tidak dilakukan penanganan khusus saat arus mudik.
[Baca juga: Sambangi Tol Cikampek, Menteri PUPR Cek Kesiapan Parking Bay]
[Baca juga: Parking Bay, Solusi Antisipasi Membludaknya Pemudik di Rest Area]

"Ini sudah diputuskan, saya kira kalau ini enggak ditutup, ya berhenti kayak gini," sebut Basuki.
Dia berharap para pedagang mau peduli dan sukarela untuk menutup dagangannya selama masa yang ditentukan. Sebab hal ini dilakukan guna memperlancar arus mudik di jalur Pantura yang selalu menjadi jalur primadona bagi para pemudik menuju kawasan tengah dan timur Jawa.

"Saya kira mereka (pedagang) ngerti lah," jelasnya.
Tak lama di lokasi tersebut, Basuki kembali melanjutkan perjalanan melalui tol Palimanan-Kanci lalu keluar di gerbang tol Pejagan untuk melakukan peninjauan. Tujuan selanjutnya adalah Jembatan Layang Klonengan di Tegal.
