Mengenal Good Girl Syndrome: Menyenangkan Orang Tak Selalu Baik

Mahasiswa jurusan Sastra Inggris UIN Sunan Gunung Djati Bandung
Tulisan dari Wirda Humaira Yahya tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Seiring berjalannya waktu, orang-orang kini mulai sadar akan isu kesehatan mental. Berbagai istilah sindrom pun marak bermunculan di internet. Salah satunya yaitu, sindrom gadis baik. Sindrom gadis baik atau yang biasa dikenal sebagai good girl syndrome merupakan sikap seorang perempuan yang selalu menuntut dirinya untuk bersikap baik dan menyenangkan orang lain tanpa memikirkan perasaannya atau bahkan melupakan haknya sendiri. Memang tak ada yang salah untuk menjadi perempuan yang baik. Namun, jika dilakukan secara terpaksa dengan mengorbankan perasaan dan kebahagiaan diri sendiri demi menyenangkan orang lain, bukankah itu termasuk hal yang buruk?
Sebuah studi yang dilakukan oleh Stanford University mengeklaim bahwa sifat tertentu yang menggambarkan seorang wanita ideal adalah penyayang, hangat, ceria, lembut, dan setia. Sehingga banyak wanita yang berusaha menempatkan dirinya menjadi sosok tersebut untuk memenuhi ekspektasi orang lain. Mereka tak peduli apakah itu menyenangkan dirinya sendiri atau tidak.
Penyebab Good Girl Syndrome
Setiap orang tua pasti menginginkan yang terbaik untuk anak-anaknya, terutama untuk seorang anak perempuan. Mereka menginginkan anak-anaknya diterima oleh masyarakat, sehingga mereka menumbuhkan benih-benih kebaikan kepada sang anak sejak masih kecil. Umumnya sejak usia dini, anak perempuan selalu dituntut untuk berperilaku baik dan berusaha tampil sempurna di hadapan orang lain.
“Perempuan tuh harus begini, tidak boleh begitu….”
Apakah kalian pernah mendengar kalimat semacam itu? Menurut para orang tua, itu mungkin merupakan cara yang tepat untuk mendidik anak mereka demi mencapai tujuan untuk menyenangkan orang lain. Namun, tanpa disadari dengan melakukan hal tersebut secara terus-menerus akan membuat sang anak merasa kesulitan untuk mengutarakan keinginannya dan selalu memendam emosinya karena dituntut untuk selalu membuat orang lain bahagia. Hal inilah, yang memicu adanya good girl syndrome.
Ciri-Ciri Good Girl Syndrome
Sulit berkata ‘tidak’ terhadap permintaan orang lain. Hal ini juga sering disebut dengan istilah people pleaser.
Selalu berusaha tersenyum dan berpura-pura bahagia di hadapan orang lain.
Perfeksionis dalam segala hal atau selalu ingin terlihat sempurna di mata orang lain.
Takut membuat orang lain merasa sedih, marah, atau terluka karena dirinya.
Mudah merasa cemas atau bahkan merasa down ketika mendapat kritik dari orang lain.
Sulit untuk mengutarakan perasaan dan keinginannya sendiri kepada orang lain.
Apakah Good Girl Syndrome Berbahaya?
Jika seseorang terus-menerus memaksa dirinya untuk selalu menyenangkan orang lain dengan mengorbankan perasaannya sendiri, itu akan berdampak buruk terhadap mental orang tersebut. Mereka akan mengalami kelelahan mental, mudah dimanfaatkan orang lain, dan bahkan kehilangan jati dirinya sendiri. Selain itu, mereka akan dibelenggu dengan ketakutan akan membuat orang lain kecewa dan ditinggalkan jika mereka tidak berbuat baik. Mereka akan diliputi oleh kecemasan dan depresi saat merasa gagal memenuhi ekspektasi yang dibuat oleh dirinya sendiri. Jadi, good girl syndrome ini akan merugikan diri sendiri.
Cara Membebaskan Diri dari Good Girl Syndrome
Sesekali tak apa untuk menolak sesuatu yang tidak kamu sukai. Kamu tidak harus selalu meng-‘iya’-kan seluruh perkataan orang lain.
Kenali dirimu sendiri. Carilah kebahagiaanmu sendiri, alih-alih hanya membahagiakan orang lain. Ikutilah apa keinginanmu, alih-alih menuruti keinginan orang lain. Terkadang menjadi egois tidak selalu buruk.
Tanamkan kepada diri sendiri bahwa ‘tidak ada manusia yang sempurna.’ Kamu tidak harus selalu melakukan sesuatu dengan sempurna agar mendapat perhatian dari orang lain. Membuat kesalahan adalah hal yang manusiawi. Jangan pernah menyalahkan diri sendiri atas kesalahan yang tidak pernah kamu buat.
Tingkatkan rasa percaya dirimu. Fokuslah pada kelebihanmu dan jangan terlalu memikirkan kekuranganmu. Jangan membanding-bandingkan dirimu dengan orang lain.
Belajarlah berani mengungkapkan pendapat atas situasi yang membuat dirimu tidak nyaman. Kamu tidak harus selalu mengikuti apa yang orang lain inginkan.
Cintailah dirimu sendiri. Hal ini merupakan hal yang paling penting untuk membebaskan diri dari good girl syndrome. Jika kamu berhasil mencintai diri sendiri, kamu akan selalu merasa bahagia pada kehidupan yang kamu jalani. Dan jangan lupa untuk selalu bersyukur dengan apa yang kamu miliki saat ini.
Dapat disimpulkan bahwa, good girl syndrome adalah kecenderungan perempuan untuk menjadi sosok yang ‘baik’ terhadap orang lain. Mereka berusaha untuk taat terhadap peraturan dan menghindari konflik agar dapat diterima oleh masyarakat. Sindrom ini muncul karena keinginan seseorang untuk diterima di lingkungan sekitar. Meskipun tidak mengancam keselamatan, menjadi sosok ‘good girl’ terus-menerus akan memberikan dampak yang merugikan bagi kesehatan mental. Supaya bebas dari sindrom ini, maka kenalilah dirimu sendiri agar memunculkan rasa percaya diri. Menjadi orang baik adalah hal yang baik, tetapi jangan mengorbankan dirimu sendiri demi kebahagiaan orang lain.
