Konten dari Pengguna

Mengenal People Pleaser, Kesulitan Berkata Tidak kepada Orang Lain

Wirda Humaira Yahya

Wirda Humaira Yahya

Mahasiswa jurusan Sastra Inggris UIN Sunan Gunung Djati Bandung

·waktu baca 4 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Wirda Humaira Yahya tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi gambar (sumber: pexels.com)
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi gambar (sumber: pexels.com)

Saat kamu cenderung lebih senang untuk memenuhi kebutuhan orang lain dibandingkan dengan kebutuhan dirimu sendiri, maka dapat dikatakan bahwa kamu adalah seorang people pleaser.

Apa itu people pleaser? People pleaser adalah sebutan bagi seseorang yang selalu berusaha untuk menyenangkan hati orang lain dan mendahulukan kepentingan orang lain dibandingkan dengan kepentingan dirinya sendiri.

Seorang people pleaser akan selalu mengiyakan seluruh perkataan dan menuruti keinginan orang lain. Mereka akan terus-menerus merasa tidak enak untuk menolak permintaan orang lain.

Menyenangkan orang lain memang merupakan sikap yang terpuji. Tetapi, bukankah melelahkan jika dilakukan secara terus-menerus dan mengorbankan perasaan mereka sendiri?

Penyebab People Pleaser

Ilustrasi Perempuan Menolak. Foto: Shutter Stock

Budaya di Indonesia mengharuskan seseorang untuk bersikap baik dan hormat kepada orang yang lebih tua atau mempunyai derajat yang lebih tinggi.

Sehingga para orang tua mendidik anak-anak mereka untuk menjadi anak yang baik dan menyenangkan hati orang lain. Dikutip dari Psychology Today, menurut Jay Earley, penulis buku Finding Your Life Purpose, mengatakan seringkali, orang tua hanya memberi tahu anak mereka apa yang harus dilakukan dan tidak pernah mendorong mereka untuk menonjolkan diri.

Kebanyakan anak dituntut untuk bersikap baik kepada semua orang agar dapat diterima oleh masyarakat. Secara tak sadar, itu menstimulasi sang anak untuk hidup dengan mengikuti arus.

Mereka akan selalu merasa bahwa jika mereka tidak bersikap baik, mereka akan dijauhi oleh masyarakat, sehingga mereka selalu berusaha untuk membuat orang lain nyaman dan tak peduli apakah itu merugikan diri mereka sendiri atau tidak. Hal itulah yang memunculkan istilah people pleaser.

Ciri-ciri Kamu Seorang People Pleaser

Ilustrasi Perempuan Menolak. Foto: Shutter Stock
  1. Kesulitan berkata ‘tidak’ terhadap permintaan orang lain

  2. Sering meminta maaf atas hal-hal yang sebenarnya tidak perlu

  3. Selalu menyetujui pendapat orang lain

  4. Takut membuat orang lain marah dan kecewa

  5. Selalu mengalah dan menghindari konflik untuk membuat orang lain merasa nyaman

  6. Sering membantu orang lain, tetapi merasa sungkan untuk meminta bantuan

  7. Selalu merendahkan diri sendiri

Apa Dampak Menjadi Seorang People Pleaser?

Ilustrasi menolak jabat tangan. Foto: Shutter Stock

Seorang people pleaser akan selalu merasa bahwa dirinya bertanggung jawab atas kebahagiaan orang lain. Dia merasa bersalah jika tidak bisa membuat orang lain senang, dan merasa bersalah jika membuat orang lain sedih.

Menjadi orang yang selalu menuruti permintaan orang lain juga akan membuat seorang people pleaser mudah dimanfaatkan oleh orang lain.

Selalu memaksa dan membebani dirinya secara terus-menerus dengan membahagiakan orang lain akan berdampak buruk pada kesehatan mental. Mereka akan selalu merasa bersalah jika mereka menolak permintaan orang lain.

Dengan begitu, mereka akan selalu dihantui dengan pikiran-pikiran buruk tentang pandangan orang lain. Itu akan memunculkan adanya gangguan kecemasan di dalam diri mereka, sehingga menjadi seorang people pleaser akan merugikan diri sendiri. Maka dari itu, stop being a people pleaser!

Cara Berhenti Menjadi Seorang People Pleaser

Ilustrasi orang tua dan anak sedang mengambil nilai rapor anak di sekolah. Foto: Shutter Stock
  1. Sesekali tidak apa-apa untuk menolak permintaan orang lain. Pikirkanlah kebahagiaanmu sendiri. Itu tidak akan membuatmu menjadi orang yang egois.

  2. Minta maaflah seperlunya. Berhenti meminta maaf untuk kesalahan yang tidak kamu buat.

  3. Jika kamu merasa terbebani dengan tuntutan orang lain, bicaralah. Kalimat “Aku merasa terbebani,” tidak akan membuatmu menjadi orang yang jahat.

  4. Prioritaskan kebahagiaanmu terlebih dahulu. Kamu tidak akan bisa membahagiakan orang lain jika dirimu sendiri tidak bahagia.

  5. Kenali dirimu sendiri. Ketahui apa kelebihan dan kekuranganmu agar menjadi tolak ukur kemampuanmu.

  6. Membuat batasan diri untuk mengetahui di mana kamu merasa mampu atau tidak mampu untuk membantu orang lain.

  7. Berani bersikap asertif. Sehingga kamu tidak mudah dimanfaatkan oleh orang lain.

Tidak ada orang yang dilahirkan dengan menjadi seorang people pleaser. People pleaser muncul karena adanya tuntutan dari lingkungan sekitar untuk menyenangkan hati orang lain.

Jika mengikuti keinginan orang lain membuatmu merasa terbebani, sesekali tidak apa-apa untuk menolak permintaan mereka. Dengan menolak permintaan mereka sekali, tidak akan membuat dunia hancur secara tiba-tiba.

Kehidupanmu bukan hanya soal menyenangkan orang lain agar mereka menyukaimu. Jangan takut untuk dijauhi oleh orang lain. You are not alone and you deserve to be happy.