BNPT: Pelaku Teror Bom Kampung Melayu Bukan Lone Wolf

Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) memastikan aksi teror bom bunuh diri di Kampung Melayu Rabu (24/5) lalu dilakukan secara terorganisir. Kepala BNPT Suhardi Alius menyebut aksi teror Kampung Melayu adalah aksi yang terorganisir.
Seperti diketahui, kedua pelaku bom bunuh diri adalah bagian dari Jamaah Ansharut Daulah (JAD) dengan pimpinan Bahrun Naim.
"Ini bukan lone wolf, ini terorganisir. Karena kami tahu ini sambungannya dari bom yang kemarin, yang Cicendo," kata Suhadi Alius di Istana Bogor, Senin (29/5).
Suhardi menambahkan, untuk mengantisipasi teror-teror seperti bom Kampung Melayu, pemerintah telah menyiapkan langkah-langkah strategis. Dari mulai program deradikalisasi hingga rehabilitasi.
"Ada 2, ada program deradikalisasi untuk yang sudah terpapar, khususnya untuk napi teroris atau keluarganya. Kedua, rehabilitasi untuk yang belum terpapar. Jadi misalnya kami merekrut anak-anak muda untuk menyebarkan pesan damai, anti radikal. Itu salah satu contoh," bebernya.
Ia juga meminta DPR agar mempercepat pembahasan revisi RUU Antiterorisme. Hal tersebut demi mengurangi aksi teror serupa terulang lagi.
"Memang kita kan belum punya UU yang cukup kuat, semacam proactive law enforcement, semacam menjemput persiapan-persiapan mereka. Nah sekarang meminta agar pembahasan RUU itu dipercepat, supaya kita memiliki langkah hukum untuk bisa mengantisipasi mereka. Semoga bisa dikelola dengan baik," ungkap dia.
