Poros Muda Golkar Bela Yorrys: Jangan Biasakan Main Pecat

Pernyataan Koordinator bidang Politik, Hukum dan HAM Partai Golkar, Yorrys Raweyai, yang dianggap menyinggung Ketua Umum Golkar, Setya Novanto berbuntut panjang. Sekjen Partai Golkar Idrus Marham mengancam akan memberikan sanksi untuk Yorrys. Ancaman tersebut dinilai berlebihan oleh kader golkar lainnya.
Juru Bicara Poros Muda Golkar, Andi Sinulingga, mengatakan jangan sampai perbedaan pendapat memicu perpecahan di tubuh partai berlambang pohon beringin tersebut.
"Jangan biasanya main pecat, apalagi hanya karena perbedaan pendapat. Tradisi main pecat tidak pernah membuahkan hasil yang manis di Golkar," kata Andi dalam perbincangannya dengan kumparan (kumparan.com), Kamis (27/4).
Menurutnya citra Partai Golkar harus tetap sebagai partai yang mengedepankan musyawarah untuk memecahkan sebuah masalah. Tak bisa memutuskan sepihak.
"Jangan biasakan main pecat, semua hal bisa dibicarakan, didiskusikan, diperdebatkan, dimusyawarahkan di partai," ungkap dia.
(Baca juga: DPP Akan Beri Sanksi ke Yorrys Soal Pernyataannya Tentang Novanto)
Pemberian sanksi untuk Yorrys akan diproses melalui koordinator bidang kepartaian, sebagaimana diatur dalam PO nomor 7 tentang sanksi dan kedisiplinan organisasi. Idrus Marham sebelumnya menjelaskan, apabila ada kader Golkar termasuk pengurus yang nyata-nyata telah melanggar kedisiplinan organisasi, akan diproses oleh korbid kepartaian.
Baca juga: DPD Golkar Tegaskan Tak Ada Munaslub Untuk Goyang Novanto
"Kalau kita bicara sanksi itu mulai dari peringatan. Peringatan pertama, kedua, dan selanjutnya. Apabila belum berubah bisa sampai pada pemecatan. Prosesnya tergantung nanti, kita lihat. Kita beri peringatan, setelah itu berlanjut lagi, maka akan diambil satu keputusan yaitu pemecatan," jelas Idrus.
