Gamelan Pribadi B.J. Habibie Kini Hadir di Wisma Habibie Ainun
·waktu baca 2 menit

Wisma Habibie & Ainun (WHA) memperkenalkan koleksi gamelan pribadi milik Presiden ke-3 RI, B.J. Habibie, sebagai instalasi permanen di area Pendopo. Koleksi ini untuk pertama kalinya dibuka ke publik, menampilkan sisi Habibie yang tidak banyak diketahui.
Selama ini, Habibie dikenal lewat kiprahnya di bidang teknologi dan industri dirgantara. Namun di balik itu, ia juga memiliki ketertarikan pada budaya, termasuk gamelan.
Executive Director Habibie & Ainun Foundation sekaligus Secretary of the Executive Board di The Habibie Center, Nadia Sofia Habibie, mengatakan bahwa hal ini kerap mengejutkan banyak orang.
“Ini mungkin jadi fakta yang mengejutkan, karena Eyang dikenal sebagai seorang teknokrat, tapi ternyata Eyang juga penggemar gamelan,” ujar Nadia.
Menurut Nadia, ketertarikan tersebut tidak berdiri sendiri. Habibie melihat budaya sebagai bagian dari cara memperkenalkan Indonesia ke dunia, termasuk dalam konteks diplomasi.
“Habibie menggunakan culture sebagai soft diplomacy teknologi beliau. Jadi gamelan yang ada di belakang ini, sebelumnya sempat ditaruh di PT IPTN di Bandung untuk menyambut tamu-tamu kehormatan. Eyang ingin menunjukkan bahwa teknologi saja tidak cukup untuk menggambarkan Indonesia sebagai peradaban terdepan, tapi juga dari culture,” jelasnya.
Jika dilihat lebih dekat, nama B.J. Habibie tertera pada instrumen gamelan tersebut. Koleksi ini dibeli pada era 1980-an dan jumlahnya terbatas. Nadia menyebut hanya ada tiga set serupa, yakni milik Habibie, Keraton Kasunanan Solo, dan Presiden Soeharto.
Menariknya, Nadia mengatakan, sejatinya Habibie tidak bisa memainkan gamelan. Hanya saja Bapak Dirgantara Indonesia tersebut sangat menikmati suara gamelan.
“Eyang tidak bisa main gamelan, tapi beliau suka suara gamelan,” kata Nadia.
Ke depan, gamelan ini tidak hanya menjadi koleksi yang dipajang. WHA juga akan membuka program bagi publik yang ingin belajar memainkannya.
“Kita juga akan launching program di mana publik bisa belajar untuk main gamelan di Wisma Habibie Ainun,” tambahnya.
Peluncuran ini menjadi bagian dari rangkaian kegiatan budaya menjelang Hari Kartini. Acara turut menghadirkan Yayasan Kebaya Indonesia di bawah pimpinan Ibu Tuti Nusandari Roosdiono, serta tur koleksi yang dipandu langsung oleh Nadia Habibie dan Pratama Habibie.
Melalui kehadiran gamelan pribadi B.J. Habibie ini, WHA ingin menghadirkan pengalaman yang lebih dekat bagi publik untuk mengenal sosok Habibie, termasuk sisi yang selama ini jarang terlihat.
